logo
● Polres Kuansing Bongkar Penyelundupan 2.400 Liter Pertalite Bersubsidi, Dua Oran Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Sasar Kabel FO Semraut, Pemko Pekanbaru Lanjutkan Penertiban ke Jalan Paus Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Warga Rumbai Silahkan Kunjungi Pasar Murah, Beras SPHP Dijual Rp60 Ribu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Pekanbaru Kian Mengkhawatirkan, PM2.5 Enam Kali Ambang Batas WHO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hujan Lebat Disertai Petir Malam Ini, BMKG Pantau 11 Titik Panas di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Adik Bacok Kakak Kandung Hingga Tewas di Ukui Pela Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Makin Terpuruk, Ditutup di Level Rp18.060 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Keterbatasan HP Orangtua Siswa Jadi Kendala Penerapan PJJ di Pekanbaru
Kepala SDN 192 Pekanbaru, Else Martadewi saat diwawancarai Pekanbaru TV di SDN 192 Pekanbaru, Kota Pekanbaru pada Senin, (7/9/2026). (Foto: Abdul Haris/ Pekanbaru TV)
Keterbatasan HP Orangtua Siswa Jadi Kendala Penerapan PJJ di Pekanbaru
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: abdul haris
Rubrik: news | 7 September 2026 | 13:12:12

PEKANBARU-Pemerintah Kota Pekanbaru menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa pada 7-8 September 2026. Kebijakan itu diberlakukan menyusul kualitas udara yang tidak sehat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penerapan PJJ tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3/Disdik.Sekretaris.1/3225/2026.

Namun, pelaksanaan PJJ masih menghadapi kendala di tingkat orang tua siswa. Salah satunya keterbatasan handphone yang digunakan untuk mengikuti pembelajaran dari rumah.

iklan-view

Kepala SDN 192 Pekanbaru, Else Martadewi mengatakan, selama PJJ guru tidak mengalami kendala karena pembelajaran didukung jaringan internet sekolah.

Persoalan justru muncul pada orang tua siswa yang hanya memiliki satu unit handphone dan harus menggunakannya untuk bekerja secara bersamaan.

"Kalau untuk guru tidak ada kendala, karena kalau di sekolah jaringan bagus kita punya wifi sendiri. Kendala di orang tua, kalau mereka bekerja, mereka yang punya handphone satu otomatis sepulang kerja baru bisa melakukan pembuatan tugas untuk anak mereka," kata Else saat diwawancarai Pekanbaru TV di SDN 192 Pekanbaru, Pekanbaru, Senin (7/9/2026).

Kondisi tersebut membuat keterlibatan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan PJJ. 

Dikatakan, orang tua perlu aktif mengontrol aktivitas belajar anak selama berada di rumah.

Else menyebut sebagian orang tua lebih menginginkan pembelajaran tatap muka karena menilai PJJ kurang efektif. Meski begitu, orang tua tetap menerima kebijakan PJJ yang diterapkan sekolah.

"Kebanyakan orang tua maunya pembelajaran melalui offline ya karena banyak mengeluhkan PJJ kurang efektif, tetapi orang tua menyambut baik pembelajaran dari guru karena PJJ di sekolah kami tetap sesuai dengan pembelajaran," ujarnya.

Untuk menjaga proses belajar tetap berjalan, guru SDN 192 Pekanbaru menggunakan sejumlah metode pembelajaran selama PJJ.

Materi diberikan melalui video pembelajaran, voice note, tautan YouTube hingga Zoom yang disampaikan melalui grup WhatsApp kelas.

PJJ kali ini menjadi ketiga kalinya dilakukan di SDN 192 Pekanbaru akibat kabut asap karhutla.

"Ini pembelajaran jarak jauh (PJJ) SEnya sudah yang ketiga kali untuk libur kabut asap guru-guru di SDN 192 Pekanbaru melakukan PJJ melalui whatsapp grup kelas, semua kelas ada wa grup," bebernya.

Sementara itu, kebijakan PJJ tidak menghentikan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 192 Pekanbaru.

Program tersebut tetap diberikan kepada 393 siswa meski kegiatan belajar dilakukan dari rumah. Kata Else, makanan MBG tetap dikirim ke sekolah untuk kemudian diambil oleh orang tua siswa.

Mekanisme pengambilan itu dilakukan dengan mengikuti prosedur yang ditetapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"MBG didistribusikan dengan sangat lancar, orang tua datang menjemput MBG untuk anak-anaknya, hampir 90 persen orang tua menjemput MBG untuk anaknya, tapi kita tetap menyesuaikan prosedur karena dari pihak MBG setelah pengantaran 2 jam wajib diambil oleh orang tua. Sejauh ini tidak ada kendala," tukasnya. (*)

Home / News
Keterbatasan HP Orangtua Siswa Jadi Kendala Penerapan PJJ di Pekanbaru
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: abdul haris
Rubrik: news | 7 September 2026 | 13:12:12
Keterbatasan HP Orangtua Siswa Jadi Kendala Penerapan PJJ di Pekanbaru
Kepala SDN 192 Pekanbaru, Else Martadewi saat diwawancarai Pekanbaru TV di SDN 192 Pekanbaru, Kota Pekanbaru pada Senin, (7/9/2026). (Foto: Abdul Haris/ Pekanbaru TV)

PEKANBARU-Pemerintah Kota Pekanbaru menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa pada 7-8 September 2026. Kebijakan itu diberlakukan menyusul kualitas udara yang tidak sehat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penerapan PJJ tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3/Disdik.Sekretaris.1/3225/2026.

Namun, pelaksanaan PJJ masih menghadapi kendala di tingkat orang tua siswa. Salah satunya keterbatasan handphone yang digunakan untuk mengikuti pembelajaran dari rumah.

Kepala SDN 192 Pekanbaru, Else Martadewi mengatakan, selama PJJ guru tidak mengalami kendala karena pembelajaran didukung jaringan internet sekolah.

Persoalan justru muncul pada orang tua siswa yang hanya memiliki satu unit handphone dan harus menggunakannya untuk bekerja secara bersamaan.

"Kalau untuk guru tidak ada kendala, karena kalau di sekolah jaringan bagus kita punya wifi sendiri. Kendala di orang tua, kalau mereka bekerja, mereka yang punya handphone satu otomatis sepulang kerja baru bisa melakukan pembuatan tugas untuk anak mereka," kata Else saat diwawancarai Pekanbaru TV di SDN 192 Pekanbaru, Pekanbaru, Senin (7/9/2026).

Kondisi tersebut membuat keterlibatan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan PJJ. 

Dikatakan, orang tua perlu aktif mengontrol aktivitas belajar anak selama berada di rumah.

Else menyebut sebagian orang tua lebih menginginkan pembelajaran tatap muka karena menilai PJJ kurang efektif. Meski begitu, orang tua tetap menerima kebijakan PJJ yang diterapkan sekolah.

"Kebanyakan orang tua maunya pembelajaran melalui offline ya karena banyak mengeluhkan PJJ kurang efektif, tetapi orang tua menyambut baik pembelajaran dari guru karena PJJ di sekolah kami tetap sesuai dengan pembelajaran," ujarnya.

Untuk menjaga proses belajar tetap berjalan, guru SDN 192 Pekanbaru menggunakan sejumlah metode pembelajaran selama PJJ.

Materi diberikan melalui video pembelajaran, voice note, tautan YouTube hingga Zoom yang disampaikan melalui grup WhatsApp kelas.

PJJ kali ini menjadi ketiga kalinya dilakukan di SDN 192 Pekanbaru akibat kabut asap karhutla.

"Ini pembelajaran jarak jauh (PJJ) SEnya sudah yang ketiga kali untuk libur kabut asap guru-guru di SDN 192 Pekanbaru melakukan PJJ melalui whatsapp grup kelas, semua kelas ada wa grup," bebernya.

Sementara itu, kebijakan PJJ tidak menghentikan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 192 Pekanbaru.

Program tersebut tetap diberikan kepada 393 siswa meski kegiatan belajar dilakukan dari rumah. Kata Else, makanan MBG tetap dikirim ke sekolah untuk kemudian diambil oleh orang tua siswa.

Mekanisme pengambilan itu dilakukan dengan mengikuti prosedur yang ditetapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"MBG didistribusikan dengan sangat lancar, orang tua datang menjemput MBG untuk anak-anaknya, hampir 90 persen orang tua menjemput MBG untuk anaknya, tapi kita tetap menyesuaikan prosedur karena dari pihak MBG setelah pengantaran 2 jam wajib diambil oleh orang tua. Sejauh ini tidak ada kendala," tukasnya. (*)