
PEKANBARU - Sekitar 10.000 penumpang dari Pekanbaru tujuan Jakarta batal terbang dalam dua hari ini, Minggu dan Senin (7/9/2026) ini. Ribuan penumpang itu berasal dari 34 penerbangan dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru menuju Jakarta maupun sebaliknya, menyusul penutupan Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
PGS General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Imamura Ginting, mengatakan pembatalan penerbangan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penerbangan. Abu vulkanik dinilai dapat mengganggu kinerja mesin pesawat.
"Abu vulkanik itu dapat mengganggu mesin dari pesawat udara. Makanya pihak maskapai memastikan keselamatan dulu sebagai prioritas," kata Imamura, Senin (7/9/2026) pagi.

Menurut Imamura, dari total 34 penerbangan yang dibatalkan sejak 6 September, sebanyak 28 penerbangan terdampak pada Senin (7/9/2026). Rinciannya, 14 penerbangan keberangkatan dan 14 penerbangan kedatangan di Bandara SSK II Pekanbaru.
Imamura memperkirakan sekitar 4.000 penumpang terdampak pada hari pertama, baik penumpang yang datang maupun berangkat. Dengan jumlah yang relatif sama pada hari kedua, total penumpang terdampak diperkirakan mencapai 8.000 hingga 10.000 orang.
"Kalau total dalam dua hari ini sekitar 8.000 sampai 10.000 penumpang yang akan terdampak akibat penutupan dari Bandara Soekarno-Hatta maupun Halim Perdanakusuma," ujarnya.
Imamura menyebut belum dapat memastikan sampai kapan pembatalan penerbangan rute Jakarta berlangsung. Keputusan tersebut masih bergantung pada kondisi cuaca dan perkembangan abu vulkanik.
Untuk Senin, kata dia, pihak bandara menerima informasi melalui Notice to Airmen (NOTAM) bahwa Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma ditutup hingga pukul 18.00 WIB.
Sementara itu, penerbangan dari Pekanbaru menuju sejumlah rute lain masih beroperasi normal. Rute tersebut antara lain Kuala Lumpur, Batam, dan Medan.
Bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan, pihak maskapai menyediakan dua opsi, yakni melakukan penjadwalan ulang atau refund tiket.
"Refund itu 100 persen dikembalikan biaya pembelian tiket tersebut, ataupun reschedule sesuai dengan tanggal ataupun waktu yang pas yang diminta oleh calon penumpang," jelas Imamura.
Penumpang diminta melapor melalui konter maskapai yang telah disediakan di Bandara SSK II Pekanbaru atau melalui aplikasi tempat pembelian tiket.
Salah seorang calon penumpang, Ririn, mengaku penerbangannya menuju Jakarta turut dibatalkan akibat penutupan bandara di Jakarta.
"Iya, dibatalkan, Pak. Alasannya karena bandara di Jakarta tutup karena adanya abu vulkanik," kata Ririn.
Ririn mengatakan memilih melakukan refund tiket dan menunggu kondisi penerbangan kembali normal. Ia tidak memilih menggunakan jalur transportasi darat untuk menuju Jakarta.
"Semoga bencana alamnya segera terselesaikan dan penerbangannya bisa lancar lagi," ujarnya. (ric)




PEKANBARU - Sekitar 10.000 penumpang dari Pekanbaru tujuan Jakarta batal terbang dalam dua hari ini, Minggu dan Senin (7/9/2026) ini. Ribuan penumpang itu berasal dari 34 penerbangan dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru menuju Jakarta maupun sebaliknya, menyusul penutupan Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
PGS General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Imamura Ginting, mengatakan pembatalan penerbangan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penerbangan. Abu vulkanik dinilai dapat mengganggu kinerja mesin pesawat.
"Abu vulkanik itu dapat mengganggu mesin dari pesawat udara. Makanya pihak maskapai memastikan keselamatan dulu sebagai prioritas," kata Imamura, Senin (7/9/2026) pagi.
Menurut Imamura, dari total 34 penerbangan yang dibatalkan sejak 6 September, sebanyak 28 penerbangan terdampak pada Senin (7/9/2026). Rinciannya, 14 penerbangan keberangkatan dan 14 penerbangan kedatangan di Bandara SSK II Pekanbaru.
Imamura memperkirakan sekitar 4.000 penumpang terdampak pada hari pertama, baik penumpang yang datang maupun berangkat. Dengan jumlah yang relatif sama pada hari kedua, total penumpang terdampak diperkirakan mencapai 8.000 hingga 10.000 orang.
"Kalau total dalam dua hari ini sekitar 8.000 sampai 10.000 penumpang yang akan terdampak akibat penutupan dari Bandara Soekarno-Hatta maupun Halim Perdanakusuma," ujarnya.
Imamura menyebut belum dapat memastikan sampai kapan pembatalan penerbangan rute Jakarta berlangsung. Keputusan tersebut masih bergantung pada kondisi cuaca dan perkembangan abu vulkanik.
Untuk Senin, kata dia, pihak bandara menerima informasi melalui Notice to Airmen (NOTAM) bahwa Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma ditutup hingga pukul 18.00 WIB.
Sementara itu, penerbangan dari Pekanbaru menuju sejumlah rute lain masih beroperasi normal. Rute tersebut antara lain Kuala Lumpur, Batam, dan Medan.
Bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan, pihak maskapai menyediakan dua opsi, yakni melakukan penjadwalan ulang atau refund tiket.
"Refund itu 100 persen dikembalikan biaya pembelian tiket tersebut, ataupun reschedule sesuai dengan tanggal ataupun waktu yang pas yang diminta oleh calon penumpang," jelas Imamura.
Penumpang diminta melapor melalui konter maskapai yang telah disediakan di Bandara SSK II Pekanbaru atau melalui aplikasi tempat pembelian tiket.
Salah seorang calon penumpang, Ririn, mengaku penerbangannya menuju Jakarta turut dibatalkan akibat penutupan bandara di Jakarta.
"Iya, dibatalkan, Pak. Alasannya karena bandara di Jakarta tutup karena adanya abu vulkanik," kata Ririn.
Ririn mengatakan memilih melakukan refund tiket dan menunggu kondisi penerbangan kembali normal. Ia tidak memilih menggunakan jalur transportasi darat untuk menuju Jakarta.
"Semoga bencana alamnya segera terselesaikan dan penerbangannya bisa lancar lagi," ujarnya. (ric)