logo
BREAKING NEWS: Galodo Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Lumpuh, Tiga Gedung OP Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Nasib Bripda SAS Usai Kepergok Warga Bersama Wanita di Dalam Mobil 'Bergoyang' Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Wacana Dua Parpol Jadi Syarat Capres, Politisi Senayan Khawatir Pilpres 2029 Tet Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Agung Nugroho: Pertumbuhan Ekonomi 7,39 Persen Jadi Sinyal Positif Investasi Pek Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sengketa Ribuan Hektare di Rupat Memanas, Warga Desak Pemkab Bengkalis Turun Tan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Penuh Waktu Tanpa Tes Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Prabowo Janjikan Kuliah PTN Gratis, Komisi X DPR Minta Kemendikti Segera Siapkan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dewan Pers Apresiasi Dedikasi Lima Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik, Saatnya Kembali Sekolah
Aktivitas belajar tatap muka kembali berlangsung di Pekanbaru. (Foto: Istimewa)
Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik, Saatnya Kembali Sekolah
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 10 September 2026 | 11:45:42

PEKANBARU-Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kota Pekanbaru membawa perubahan pada kualitas udara. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan Pemko Pekanbaru kembali menggelar pembelajaran tatap muka di sekolah, Kamis (10/9/2026).

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah memantau perkembangan kualitas udara dari waktu ke waktu dan mempertimbangkan prakiraan cuaca yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Data pemantauan menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2,5 mengalami penurunan pada dini hari. Pukul 01.00 WIB, konsentrasinya tercatat 78,5 µg/m³. Angka itu turun menjadi 60,6 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB.

iklan-view

Penurunan berlanjut pukul 03.00 hingga 06.00 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, kualitas udara Pekanbaru berada pada kategori sedang, dengan konsentrasi terakhir tercatat 52 µg/m³.

Perubahan kondisi udara itu terjadi setelah hujan turun di sejumlah kawasan Pekanbaru.

“Alhamdulillah, hujan turun dan perkembangan pagi ini sejalan dengan pertimbangan tersebut. Karena itulah, pembelajaran tatap muka hari ini dapat dilaksanakan,” ujar Agung.

Pemko Pantau Kondisi Udara Setiap Jam

Meski sekolah kembali menjalankan pembelajaran secara langsung, Pemko Pekanbaru belum menganggap persoalan kualitas udara selesai. Pemerintah daerah tetap menempatkan kondisi udara sebagai bahan evaluasi selama kegiatan belajar berlangsung.

Agung menjelaskan, keputusan untuk membuka kembali pembelajaran tatap muka tidak dibuat hanya berdasarkan satu indikator. Pemko mencermati data kualitas udara, perkembangan kondisi lapangan, serta prakiraan BMKG sebelum mengambil keputusan.

Pemantauan juga dilakukan secara berkala agar perubahan kualitas udara dapat segera diketahui.

Menurut Agung, langkah tersebut diambil untuk memberikan rasa aman kepada siswa dan orang tua. Pemerintah tidak ingin kegiatan belajar mengajar tetap berjalan apabila kondisi udara kembali berada pada tingkat yang tidak mendukung aktivitas di luar ruangan.

“Kami tetap akan terus memantau. Jika udara tidak membaik atau kembali memburuk, Pemko Pekanbaru segera mengevaluasi dan mengambil langkah berikutnya, termasuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran,” tegasnya.

Hujan Diharapkan Redam Asap dan Titik Api

Pemko Pekanbaru berharap hujan yang turun di sejumlah wilayah dapat memberikan dampak lebih luas terhadap kondisi lingkungan. Curah hujan diharapkan membantu menekan kemunculan maupun penyebaran titik api yang menjadi salah satu faktor memburuknya kualitas udara.

Dengan berkurangnya asap, kualitas udara di Kota Pekanbaru diharapkan kembali ke kondisi normal. Sehingga aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan dapat berlangsung dengan lebih nyaman.

Agung juga berharap, hujan terus turun untuk membantu mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengurangi sebaran asap yang berdampak terhadap kualitas udara.

Untuk sementara, pembelajaran tatap muka kembali berjalan. Namun, Pemko Pekanbaru menegaskan kondisi tersebut tetap akan dievaluasi mengikuti perkembangan kualitas udara di lapangan. (ckc)

Tags: sekolah
Home / News
Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik, Saatnya Kembali Sekolah
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 10 September 2026 | 11:45:42
Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik, Saatnya Kembali Sekolah
Aktivitas belajar tatap muka kembali berlangsung di Pekanbaru. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kota Pekanbaru membawa perubahan pada kualitas udara. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan Pemko Pekanbaru kembali menggelar pembelajaran tatap muka di sekolah, Kamis (10/9/2026).

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah memantau perkembangan kualitas udara dari waktu ke waktu dan mempertimbangkan prakiraan cuaca yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Data pemantauan menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2,5 mengalami penurunan pada dini hari. Pukul 01.00 WIB, konsentrasinya tercatat 78,5 µg/m³. Angka itu turun menjadi 60,6 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB.

Penurunan berlanjut pukul 03.00 hingga 06.00 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, kualitas udara Pekanbaru berada pada kategori sedang, dengan konsentrasi terakhir tercatat 52 µg/m³.

Perubahan kondisi udara itu terjadi setelah hujan turun di sejumlah kawasan Pekanbaru.

“Alhamdulillah, hujan turun dan perkembangan pagi ini sejalan dengan pertimbangan tersebut. Karena itulah, pembelajaran tatap muka hari ini dapat dilaksanakan,” ujar Agung.

Pemko Pantau Kondisi Udara Setiap Jam

Meski sekolah kembali menjalankan pembelajaran secara langsung, Pemko Pekanbaru belum menganggap persoalan kualitas udara selesai. Pemerintah daerah tetap menempatkan kondisi udara sebagai bahan evaluasi selama kegiatan belajar berlangsung.

Agung menjelaskan, keputusan untuk membuka kembali pembelajaran tatap muka tidak dibuat hanya berdasarkan satu indikator. Pemko mencermati data kualitas udara, perkembangan kondisi lapangan, serta prakiraan BMKG sebelum mengambil keputusan.

Pemantauan juga dilakukan secara berkala agar perubahan kualitas udara dapat segera diketahui.

Menurut Agung, langkah tersebut diambil untuk memberikan rasa aman kepada siswa dan orang tua. Pemerintah tidak ingin kegiatan belajar mengajar tetap berjalan apabila kondisi udara kembali berada pada tingkat yang tidak mendukung aktivitas di luar ruangan.

“Kami tetap akan terus memantau. Jika udara tidak membaik atau kembali memburuk, Pemko Pekanbaru segera mengevaluasi dan mengambil langkah berikutnya, termasuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran,” tegasnya.

Hujan Diharapkan Redam Asap dan Titik Api

Pemko Pekanbaru berharap hujan yang turun di sejumlah wilayah dapat memberikan dampak lebih luas terhadap kondisi lingkungan. Curah hujan diharapkan membantu menekan kemunculan maupun penyebaran titik api yang menjadi salah satu faktor memburuknya kualitas udara.

Dengan berkurangnya asap, kualitas udara di Kota Pekanbaru diharapkan kembali ke kondisi normal. Sehingga aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan dapat berlangsung dengan lebih nyaman.

Agung juga berharap, hujan terus turun untuk membantu mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengurangi sebaran asap yang berdampak terhadap kualitas udara.

Untuk sementara, pembelajaran tatap muka kembali berjalan. Namun, Pemko Pekanbaru menegaskan kondisi tersebut tetap akan dievaluasi mengikuti perkembangan kualitas udara di lapangan. (ckc)

Tags: sekolah