
PEKANBARU-Aktivitas lalu lintas di dua akses penghubung utama di Kota Pekanbaru dalam waktu dekat mengalami perubahan.
Jembatan Siak I dan Jembatan Siak III dijadwalkan menjalani pekerjaan pemeliharaan mulai pekan ketiga September 2026. Selama proses tersebut, akses kendaraan yang melewati kedua jembatan akan ditutup pada waktu pelaksanaan pekerjaan.
Kondisi ini membuat pemerintah harus menyiapkan skema lalu lintas agar pergerakan kendaraan tetap berjalan dan kepadatan di sekitar kawasan jembatan bisa ditekan.

Pemprov Riau melalui Dinas PUPR-PKPP bersama kepolisian dan Dinas Perhubungan telah melakukan survei lapangan. Peninjauan dilakukan untuk memetakan jalur yang dapat digunakan kendaraan selama akses jembatan ditutup.
Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi mengatakan, persiapan rekayasa lalu lintas dilakukan lebih awal, karena kedua jembatan memiliki peran besar dalam mobilitas warga.
Menurut dia, pekerjaan pemeliharaan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik jembatan. Kelancaran lalu lintas juga harus diperhitungkan sejak tahap persiapan.
“Jembatan ini akses penting masyarakat. Jadi pekerjaannya harus disiapkan dengan matang, terutama soal penutupan dan pengalihan arus kendaraan,” kata Zulfahmi, Kamis (10/6/2026).
Survei bersama lintas instansi tersebut dilakukan untuk melihat kondisi ruas jalan yang nantinya menjadi bagian dari jalur pengalihan.
Pemerintah juga memperhitungkan potensi peningkatan volume kendaraan pada ruas tertentu ketika Jembatan Siak I dan Siak III tidak dapat dilalui.
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
PPTK Pemeliharaan Jembatan Siak I dan Siak III, Yusfar M mengatakan, pengaturan kendaraan harus berjalan seiring dengan pekerjaan fisik.
Sebab, penutupan jembatan akan berdampak langsung terhadap pengguna jalan yang setiap hari mengandalkan dua akses tersebut.
“Yang kami atur bukan hanya pekerjaan di jembatannya. Arus kendaraan juga harus dipikirkan karena setiap hari masyarakat menggunakan akses ini,” ujar Yusfar.
Menurutnya, hasil survei lapangan akan menjadi bahan penyusunan pola pengalihan lalu lintas. Skema tersebut diharapkan mampu mengurangi gangguan terhadap aktivitas warga selama pekerjaan berlangsung.
Pemerintah juga akan menempatkan petugas di titik-titik yang membutuhkan pengaturan arus kendaraan.
Pengendara tidak akan dibiarkan tanpa informasi ketika penutupan mulai diberlakukan.
Dinas PUPR-PKPP bersama instansi terkait akan memasang baliho serta rambu petunjuk di sejumlah lokasi strategis. Informasi tersebut nantinya memberi tahu pengguna jalan mengenai akses yang ditutup dan jalur yang dapat digunakan.
Yusfar mengimbau masyarakat mengikuti petunjuk yang diberikan petugas di lapangan.
“Pengendara nanti kami minta mengikuti arahan petugas dan rambu yang sudah dipasang. Harapannya pekerjaan tetap aman, sementara aktivitas masyarakat tidak terlalu terganggu,” katanya.
Keberadaan rambu sebelum pekerjaan dimulai dinilai perlu agar pengendara memiliki waktu untuk menyesuaikan perjalanan dan memilih jalur yang sesuai.
Dijadwalkan Mulai Pekan Ketiga September 2026
Pemeliharaan Jembatan Siak I dan Siak III ditargetkan mulai berlangsung pada pekan ketiga September 2026.
Namun, sejauh ini Pemprov Riau belum menyampaikan durasi pasti penutupan kedua jembatan tersebut. Pola pengalihan arus kendaraan juga masih dalam tahap persiapan dan pembahasan bersama instansi terkait.
Informasi mengenai teknis penutupan, jalur alternatif, serta rekayasa lalu lintas akan disampaikan kepada masyarakat menjelang pekerjaan dimulai.
Dengan begitu, pengguna jalan yang biasa melewati Jembatan Siak I maupun Siak III diharapkan dapat menyesuaikan waktu dan rute perjalanan ketika pemeliharaan mulai dilaksanakan. (trp)







PEKANBARU-Aktivitas lalu lintas di dua akses penghubung utama di Kota Pekanbaru dalam waktu dekat mengalami perubahan.
Jembatan Siak I dan Jembatan Siak III dijadwalkan menjalani pekerjaan pemeliharaan mulai pekan ketiga September 2026. Selama proses tersebut, akses kendaraan yang melewati kedua jembatan akan ditutup pada waktu pelaksanaan pekerjaan.
Kondisi ini membuat pemerintah harus menyiapkan skema lalu lintas agar pergerakan kendaraan tetap berjalan dan kepadatan di sekitar kawasan jembatan bisa ditekan.
Pemprov Riau melalui Dinas PUPR-PKPP bersama kepolisian dan Dinas Perhubungan telah melakukan survei lapangan. Peninjauan dilakukan untuk memetakan jalur yang dapat digunakan kendaraan selama akses jembatan ditutup.
Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi mengatakan, persiapan rekayasa lalu lintas dilakukan lebih awal, karena kedua jembatan memiliki peran besar dalam mobilitas warga.
Menurut dia, pekerjaan pemeliharaan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik jembatan. Kelancaran lalu lintas juga harus diperhitungkan sejak tahap persiapan.
“Jembatan ini akses penting masyarakat. Jadi pekerjaannya harus disiapkan dengan matang, terutama soal penutupan dan pengalihan arus kendaraan,” kata Zulfahmi, Kamis (10/6/2026).
Survei bersama lintas instansi tersebut dilakukan untuk melihat kondisi ruas jalan yang nantinya menjadi bagian dari jalur pengalihan.
Pemerintah juga memperhitungkan potensi peningkatan volume kendaraan pada ruas tertentu ketika Jembatan Siak I dan Siak III tidak dapat dilalui.
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
PPTK Pemeliharaan Jembatan Siak I dan Siak III, Yusfar M mengatakan, pengaturan kendaraan harus berjalan seiring dengan pekerjaan fisik.
Sebab, penutupan jembatan akan berdampak langsung terhadap pengguna jalan yang setiap hari mengandalkan dua akses tersebut.
“Yang kami atur bukan hanya pekerjaan di jembatannya. Arus kendaraan juga harus dipikirkan karena setiap hari masyarakat menggunakan akses ini,” ujar Yusfar.
Menurutnya, hasil survei lapangan akan menjadi bahan penyusunan pola pengalihan lalu lintas. Skema tersebut diharapkan mampu mengurangi gangguan terhadap aktivitas warga selama pekerjaan berlangsung.
Pemerintah juga akan menempatkan petugas di titik-titik yang membutuhkan pengaturan arus kendaraan.
Pengendara tidak akan dibiarkan tanpa informasi ketika penutupan mulai diberlakukan.
Dinas PUPR-PKPP bersama instansi terkait akan memasang baliho serta rambu petunjuk di sejumlah lokasi strategis. Informasi tersebut nantinya memberi tahu pengguna jalan mengenai akses yang ditutup dan jalur yang dapat digunakan.
Yusfar mengimbau masyarakat mengikuti petunjuk yang diberikan petugas di lapangan.
“Pengendara nanti kami minta mengikuti arahan petugas dan rambu yang sudah dipasang. Harapannya pekerjaan tetap aman, sementara aktivitas masyarakat tidak terlalu terganggu,” katanya.
Keberadaan rambu sebelum pekerjaan dimulai dinilai perlu agar pengendara memiliki waktu untuk menyesuaikan perjalanan dan memilih jalur yang sesuai.
Dijadwalkan Mulai Pekan Ketiga September 2026
Pemeliharaan Jembatan Siak I dan Siak III ditargetkan mulai berlangsung pada pekan ketiga September 2026.
Namun, sejauh ini Pemprov Riau belum menyampaikan durasi pasti penutupan kedua jembatan tersebut. Pola pengalihan arus kendaraan juga masih dalam tahap persiapan dan pembahasan bersama instansi terkait.
Informasi mengenai teknis penutupan, jalur alternatif, serta rekayasa lalu lintas akan disampaikan kepada masyarakat menjelang pekerjaan dimulai.
Dengan begitu, pengguna jalan yang biasa melewati Jembatan Siak I maupun Siak III diharapkan dapat menyesuaikan waktu dan rute perjalanan ketika pemeliharaan mulai dilaksanakan. (trp)