logo
BREAKING NEWS: Galodo Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Lumpuh, Tiga Gedung OP Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Nasib Bripda SAS Usai Kepergok Warga Bersama Wanita di Dalam Mobil 'Bergoyang' Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Wacana Dua Parpol Jadi Syarat Capres, Politisi Senayan Khawatir Pilpres 2029 Tet Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Agung Nugroho: Pertumbuhan Ekonomi 7,39 Persen Jadi Sinyal Positif Investasi Pek Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sengketa Ribuan Hektare di Rupat Memanas, Warga Desak Pemkab Bengkalis Turun Tan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Penuh Waktu Tanpa Tes Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Prabowo Janjikan Kuliah PTN Gratis, Komisi X DPR Minta Kemendikti Segera Siapkan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dewan Pers Apresiasi Dedikasi Lima Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Hotspot Sumatera Tembus 1.490 Titik, Riau 123 Titik, Indragiri Hulu Paling Banyak
Sebanyak 1.490 titik panas atau hotspot terpantau di wilayah Sumatera. (Foto: Istimewa)
Hotspot Sumatera Tembus 1.490 Titik, Riau 123 Titik, Indragiri Hulu Paling Banyak
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 11 September 2026 | 09:31:40

PEKANBARU-Sebanyak 1.490 titik panas atau hotspot terpantau di wilayah Sumatera hingga Kamis (10/9/2026) malam. Riau menyumbang 123 titik, dengan Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan konsentrasi hotspot paling tinggi di provinsi tersebut.

Data pemantauan hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan jumlah hotspot di Riau mengalami penurunan cukup besar dibandingkan sehari sebelumnya.

Sehari sebelumnya, hotspot di Riau tercatat mencapai 317 titik. Artinya, terjadi penurunan sebanyak 194 titik dalam satu hari.

iklan-view

Meski jumlahnya turun, keberadaan ratusan titik panas tetap menjadi perhatian karena tersebar di sejumlah kabupaten.

Dari 123 hotspot yang terpantau di Riau, 100 titik berada di Kabupaten Indragiri Hulu. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di Riau.

Indragiri Hilir berada di posisi berikutnya dengan sembilan hotspot. Kemudian Kepulauan Meranti enam titik, Bengkalis lima titik, Pelalawan dua titik dan Kampar satu titik.

Data itu menunjukkan konsentrasi hotspot Riau masih terkumpul kuat di wilayah Indragiri Hulu.

Penurunan jumlah titik panas belum serta-merta menghilangkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan. Kondisi cuaca, angin serta keberadaan titik panas tetap perlu dipantau secara berkala.

Sumatera Selatan Tertinggi, Capai 886 Hotspot
Jika melihat peta Sumatera, jumlah hotspot jauh lebih besar. Dari 1.490 titik panas yang terpantau, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, mencapai 886 titik.

Posisi berikutnya ditempati Bangka Belitung dengan 211 hotspot dan Lampung sebanyak 131 titik. Riau berada di bawah tiga wilayah tersebut dengan 123 hotspot.

Sementara itu, Jambi tercatat memiliki 97 hotspot. Kepulauan Riau 27 titik, Sumatera Utara sembilan titik, Sumatera Barat empat titik dan Bengkulu dua titik.

Data tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas titik panas masih cukup terkonsentrasi di beberapa wilayah Sumatera, terutama Sumatera Selatan.

Hotspot Riau Turun 194 Titik
Penurunan hotspot di Riau menjadi salah satu perkembangan yang patut dicermati dalam pemantauan terbaru. Dalam sehari, jumlahnya berkurang dari 317 menjadi 123 titik.

Namun, distribusinya tidak merata. Indragiri Hulu sendiri menyumbang 100 titik atau sebagian besar dari hotspot yang terpantau di Riau.

Kondisi ini membuat pemantauan lapangan tetap diperlukan, terutama pada kawasan yang memiliki konsentrasi titik panas tinggi.

Bagi Riau, perkembangan hotspot juga perlu dibaca bersama prakiraan cuaca. Hujan yang turun di sejumlah wilayah dapat membantu menekan potensi kebakaran, tetapi titik panas tetap membutuhkan verifikasi untuk mengetahui apakah berkaitan dengan kebakaran lahan atau faktor lain.

Dengan jumlah 1.490 hotspot di Sumatera, kewaspadaan terhadap potensi karhutla masih perlu dipertahankan. Riau memang mengalami penurunan signifikan, tetapi 123 titik panas yang tersisa menunjukkan bahwa ancaman belum sepenuhnya mereda. (zul)

Home / News
Hotspot Sumatera Tembus 1.490 Titik, Riau 123 Titik, Indragiri Hulu Paling Banyak
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 11 September 2026 | 09:31:40
Hotspot Sumatera Tembus 1.490 Titik, Riau 123 Titik, Indragiri Hulu Paling Banyak
Sebanyak 1.490 titik panas atau hotspot terpantau di wilayah Sumatera. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Sebanyak 1.490 titik panas atau hotspot terpantau di wilayah Sumatera hingga Kamis (10/9/2026) malam. Riau menyumbang 123 titik, dengan Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan konsentrasi hotspot paling tinggi di provinsi tersebut.

Data pemantauan hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan jumlah hotspot di Riau mengalami penurunan cukup besar dibandingkan sehari sebelumnya.

Sehari sebelumnya, hotspot di Riau tercatat mencapai 317 titik. Artinya, terjadi penurunan sebanyak 194 titik dalam satu hari.

Meski jumlahnya turun, keberadaan ratusan titik panas tetap menjadi perhatian karena tersebar di sejumlah kabupaten.

Dari 123 hotspot yang terpantau di Riau, 100 titik berada di Kabupaten Indragiri Hulu. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di Riau.

Indragiri Hilir berada di posisi berikutnya dengan sembilan hotspot. Kemudian Kepulauan Meranti enam titik, Bengkalis lima titik, Pelalawan dua titik dan Kampar satu titik.

Data itu menunjukkan konsentrasi hotspot Riau masih terkumpul kuat di wilayah Indragiri Hulu.

Penurunan jumlah titik panas belum serta-merta menghilangkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan. Kondisi cuaca, angin serta keberadaan titik panas tetap perlu dipantau secara berkala.

Sumatera Selatan Tertinggi, Capai 886 Hotspot
Jika melihat peta Sumatera, jumlah hotspot jauh lebih besar. Dari 1.490 titik panas yang terpantau, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, mencapai 886 titik.

Posisi berikutnya ditempati Bangka Belitung dengan 211 hotspot dan Lampung sebanyak 131 titik. Riau berada di bawah tiga wilayah tersebut dengan 123 hotspot.

Sementara itu, Jambi tercatat memiliki 97 hotspot. Kepulauan Riau 27 titik, Sumatera Utara sembilan titik, Sumatera Barat empat titik dan Bengkulu dua titik.

Data tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas titik panas masih cukup terkonsentrasi di beberapa wilayah Sumatera, terutama Sumatera Selatan.

Hotspot Riau Turun 194 Titik
Penurunan hotspot di Riau menjadi salah satu perkembangan yang patut dicermati dalam pemantauan terbaru. Dalam sehari, jumlahnya berkurang dari 317 menjadi 123 titik.

Namun, distribusinya tidak merata. Indragiri Hulu sendiri menyumbang 100 titik atau sebagian besar dari hotspot yang terpantau di Riau.

Kondisi ini membuat pemantauan lapangan tetap diperlukan, terutama pada kawasan yang memiliki konsentrasi titik panas tinggi.

Bagi Riau, perkembangan hotspot juga perlu dibaca bersama prakiraan cuaca. Hujan yang turun di sejumlah wilayah dapat membantu menekan potensi kebakaran, tetapi titik panas tetap membutuhkan verifikasi untuk mengetahui apakah berkaitan dengan kebakaran lahan atau faktor lain.

Dengan jumlah 1.490 hotspot di Sumatera, kewaspadaan terhadap potensi karhutla masih perlu dipertahankan. Riau memang mengalami penurunan signifikan, tetapi 123 titik panas yang tersisa menunjukkan bahwa ancaman belum sepenuhnya mereda. (zul)