logo
Hotspot Sumatera Merosot, BMKG Ingatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kemenkes: 174 Ribu Warga Terserang ISPA, 40.363 di Antaranya Balita Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD dan Pemko Pekanbaru Sepakati APBD-P 2026 Rp3,26 Triliun, Banjir Jadi Sorota Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Satu Korban Galodo Arosuka Ditemukan Tewas, Jalur Padang-Solok Masih Ter Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.884, Investor Cermati Arah Suku Bunga The Fed dan BI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sekolah di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka Terbatas Mulai Besok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Riau Soroti Karhutla yang Terus Berulang: Apa Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga TBS Sawit Riau Periode 23-29 September Turun Rp27 per Kg Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Pekanbaru
Hotspot Riau Capai 42 Titik, Inhu Mendominasi di Tengah Cuaca Tanpa Hujan
Pemadaman karhutla masih berlanjut di Riau. (Foto: Istimewa)
Hotspot Riau Capai 42 Titik, Inhu Mendominasi di Tengah Cuaca Tanpa Hujan
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 14 September 2026 | 08:54:41

PEKANBARU-Sebanyak 42 titik panas atau hotspot terpantau di Riau, Senin (14/9/2026) pagi. Kondisi tersebut muncul ketika prakiraan cuaca BMKG menunjukkan, sebagian besar wilayah Riau masih berpeluang mengalami udara kabur dan cerah berawan tanpa potensi hujan.

Data pemantauan BMKG yang diperbarui pukul 23.00 WIB malam tadi mencatat puluhan titik panas tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau.

Di antara wilayah yang terpantau, Indragiri Hulu (Inhu) menjadi daerah dengan konsentrasi hotspot paling tinggi.

iklan-view

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby C. mengatakan, hotspot di Riau tersebar di beberapa wilayah dengan jumlah yang berbeda-beda.

Indragiri Hulu tercatat memiliki 22 hotspot. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan daerah lainnya di Riau.

Kuantan Singingi dan Siak masing-masing terpantau memiliki empat hotspot. Bengkalis menyusul dengan tiga titik panas.

Sementara Pelalawan tercatat memiliki dua hotspot. Adapun Kampar, Rokan Hilir, Rokan Hulu dan Kota Dumai masing-masing terdapat satu titik panas.

Data tersebut menunjukkan sebaran hotspot tidak hanya terkonsentrasi di satu kawasan, tetapi muncul di sejumlah wilayah Riau.

Jumlah hotspot di Riau tersebut menjadi bagian dari pemantauan regional Sumatera. BMKG mencatat terdapat 1.452 titik panas yang tersebar di berbagai provinsi di Pulau Sumatera.

Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling tinggi, yakni mencapai 1.026 titik.

Jambi berada di urutan berikutnya dengan 137 hotspot. Lampung tercatat 91 titik, sedangkan Kepulauan Bangka Belitung mencapai 97 titik.

Provinsi lainnya juga terpantau memiliki hotspot, yakni Bengkulu 25 titik, Kepulauan Riau 21 titik, Sumatera Barat sembilan titik dan Sumatera Utara empat titik. Di tengah sebaran tersebut, Riau menyumbang 42 titik panas.

Situasi hotspot terjadi bersamaan dengan kondisi atmosfer Riau yang diprakirakan masih didominasi udara kabur dan berawan pada Senin.

BMKG memperkirakan pagi hari sejumlah wilayah Riau akan mengalami udara kabur hingga berawan. Memasuki siang dan sore, kondisi diprakirakan berubah menjadi udara kabur hingga cerah berawan.

Pada malam hingga dini hari, udara kabur dan berawan kembali berpotensi terjadi.

Kondisi tersebut membuat jarak pandang dan kualitas udara tetap perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama di daerah yang berada dekat dengan titik panas.

Suhu Mencapai 34 Derajat Celsius
Dari sisi temperatur, suhu udara di Riau diprakirakan berada pada rentang 23 hingga 34 derajat Celsius. Kelembapan udara berkisar 50 sampai 98 persen.

Angin diperkirakan bergerak dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan sekitar 10 hingga 40 kilometer per jam.

Sementara kondisi perairan Riau relatif aman dari gelombang tinggi. BMKG memprakirakan tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter dan masih masuk kategori rendah.

Dengan masih terpantau puluhan hotspot dan prakiraan cuaca yang cenderung kering tanpa potensi hujan, masyarakat di wilayah rawan kebakaran lahan dan hutan diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api. (rac)

Hotspot Riau Capai 42 Titik, Inhu Mendominasi di Tengah Cuaca Tanpa Hujan
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 14 September 2026 | 08:54:41
Hotspot Riau Capai 42 Titik, Inhu Mendominasi di Tengah Cuaca Tanpa Hujan
Pemadaman karhutla masih berlanjut di Riau. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Sebanyak 42 titik panas atau hotspot terpantau di Riau, Senin (14/9/2026) pagi. Kondisi tersebut muncul ketika prakiraan cuaca BMKG menunjukkan, sebagian besar wilayah Riau masih berpeluang mengalami udara kabur dan cerah berawan tanpa potensi hujan.

Data pemantauan BMKG yang diperbarui pukul 23.00 WIB malam tadi mencatat puluhan titik panas tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau.

Di antara wilayah yang terpantau, Indragiri Hulu (Inhu) menjadi daerah dengan konsentrasi hotspot paling tinggi.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby C. mengatakan, hotspot di Riau tersebar di beberapa wilayah dengan jumlah yang berbeda-beda.

Indragiri Hulu tercatat memiliki 22 hotspot. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan daerah lainnya di Riau.

Kuantan Singingi dan Siak masing-masing terpantau memiliki empat hotspot. Bengkalis menyusul dengan tiga titik panas.

Sementara Pelalawan tercatat memiliki dua hotspot. Adapun Kampar, Rokan Hilir, Rokan Hulu dan Kota Dumai masing-masing terdapat satu titik panas.

Data tersebut menunjukkan sebaran hotspot tidak hanya terkonsentrasi di satu kawasan, tetapi muncul di sejumlah wilayah Riau.

Jumlah hotspot di Riau tersebut menjadi bagian dari pemantauan regional Sumatera. BMKG mencatat terdapat 1.452 titik panas yang tersebar di berbagai provinsi di Pulau Sumatera.

Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling tinggi, yakni mencapai 1.026 titik.

Jambi berada di urutan berikutnya dengan 137 hotspot. Lampung tercatat 91 titik, sedangkan Kepulauan Bangka Belitung mencapai 97 titik.

Provinsi lainnya juga terpantau memiliki hotspot, yakni Bengkulu 25 titik, Kepulauan Riau 21 titik, Sumatera Barat sembilan titik dan Sumatera Utara empat titik. Di tengah sebaran tersebut, Riau menyumbang 42 titik panas.

Situasi hotspot terjadi bersamaan dengan kondisi atmosfer Riau yang diprakirakan masih didominasi udara kabur dan berawan pada Senin.

BMKG memperkirakan pagi hari sejumlah wilayah Riau akan mengalami udara kabur hingga berawan. Memasuki siang dan sore, kondisi diprakirakan berubah menjadi udara kabur hingga cerah berawan.

Pada malam hingga dini hari, udara kabur dan berawan kembali berpotensi terjadi.

Kondisi tersebut membuat jarak pandang dan kualitas udara tetap perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama di daerah yang berada dekat dengan titik panas.

Suhu Mencapai 34 Derajat Celsius
Dari sisi temperatur, suhu udara di Riau diprakirakan berada pada rentang 23 hingga 34 derajat Celsius. Kelembapan udara berkisar 50 sampai 98 persen.

Angin diperkirakan bergerak dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan sekitar 10 hingga 40 kilometer per jam.

Sementara kondisi perairan Riau relatif aman dari gelombang tinggi. BMKG memprakirakan tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter dan masih masuk kategori rendah.

Dengan masih terpantau puluhan hotspot dan prakiraan cuaca yang cenderung kering tanpa potensi hujan, masyarakat di wilayah rawan kebakaran lahan dan hutan diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api. (rac)