logo
Hotspot Sumatera Merosot, BMKG Ingatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kemenkes: 174 Ribu Warga Terserang ISPA, 40.363 di Antaranya Balita Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD dan Pemko Pekanbaru Sepakati APBD-P 2026 Rp3,26 Triliun, Banjir Jadi Sorota Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Satu Korban Galodo Arosuka Ditemukan Tewas, Jalur Padang-Solok Masih Ter Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.884, Investor Cermati Arah Suku Bunga The Fed dan BI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sekolah di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka Terbatas Mulai Besok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Riau Soroti Karhutla yang Terus Berulang: Apa Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga TBS Sawit Riau Periode 23-29 September Turun Rp27 per Kg Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Cuaca Riau 15 September: Udara Kabur Dominasi Wilayah, Hujan Minim
Kabut asap diperkirakan masih akan menyelimuti sejumlah wilayah di Riau. (Foto: Istimewa)
Cuaca Riau 15 September: Udara Kabur Dominasi Wilayah, Hujan Minim
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 15 September 2026 | 09:28:48

PEKANBARU-Langit Riau diperkirakan belum sepenuhnya bersih, Selasa (15/9/2026). Sejumlah wilayah berpotensi mengalami udara kabur yang diduga berkaitan dengan asap.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kekaburan udara dapat mengurangi jarak pandang sekaligus memengaruhi kualitas udara. Di Pekanbaru, suasana pagi terlihat lebih berkabut dibanding kondisi biasanya, meski kegiatan masyarakat tetap berlangsung normal.

Prakiraan cuaca BMKG menunjukkan kondisi kabur hingga berawan berpotensi bertahan dalam beberapa periode sepanjang hari.

iklan-view

Forecaster On Duty BMKG, Yudhistira M. mengatakan, kondisi udara di Riau pada Selasa berpeluang kabur hingga berawan sejak pagi.

Kekaburan tersebut dapat dipengaruhi keberadaan asap atau smoke. Dampaknya perlu diantisipasi, terutama terhadap jarak pandang dan kondisi udara yang dihirup masyarakat.

Menjelang sore hingga malam, cuaca diperkirakan berubah menjadi kabur hingga cerah berawan. Namun, potensi asap yang menyebabkan udara tampak berkabut masih dapat muncul.

Kondisi serupa diprakirakan berlanjut pada dini hari. Udara berpotensi tetap kabur hingga berawan dengan kemungkinan penurunan jarak pandang akibat asap.

Suhu Riau Mencapai 34 Derajat Celsius
Dari sisi temperatur, suhu udara di wilayah Riau hari ini diperkirakan berada pada rentang 23 hingga 34 derajat Celsius.

Tingkat kelembapan cukup bervariasi, yakni sekitar 45 hingga 99 persen. Sementara angin diperkirakan bergerak dari sektor tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.

Pergerakan angin tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi penyebaran asap di wilayah yang terdampak.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga disarankan memperhatikan kondisi udara dan jarak pandang, terutama ketika kekaburan semakin pekat.

Di tengah kondisi udara yang kabur, BMKG belum mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Riau pada Selasa.

Artinya, tidak ada potensi cuaca ekstrem yang masuk dalam peringatan dini BMKG untuk wilayah tersebut pada periode prakiraan hari ini.

Bagaimana dengan kondisi laut?

Tinggi gelombang di sejumlah perairan Riau diprediksi berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter. Kondisi itu masih masuk kategori rendah sehingga aktivitas pelayaran relatif berada dalam kondisi gelombang rendah.

Kendati tidak ada peringatan dini cuaca, masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca dan kualitas udara, khususnya jika kabut asap semakin mengurangi jarak pandang. (trp)

Home / News
Cuaca Riau 15 September: Udara Kabur Dominasi Wilayah, Hujan Minim
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 15 September 2026 | 09:28:48
Cuaca Riau 15 September: Udara Kabur Dominasi Wilayah, Hujan Minim
Kabut asap diperkirakan masih akan menyelimuti sejumlah wilayah di Riau. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Langit Riau diperkirakan belum sepenuhnya bersih, Selasa (15/9/2026). Sejumlah wilayah berpotensi mengalami udara kabur yang diduga berkaitan dengan asap.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kekaburan udara dapat mengurangi jarak pandang sekaligus memengaruhi kualitas udara. Di Pekanbaru, suasana pagi terlihat lebih berkabut dibanding kondisi biasanya, meski kegiatan masyarakat tetap berlangsung normal.

Prakiraan cuaca BMKG menunjukkan kondisi kabur hingga berawan berpotensi bertahan dalam beberapa periode sepanjang hari.

Forecaster On Duty BMKG, Yudhistira M. mengatakan, kondisi udara di Riau pada Selasa berpeluang kabur hingga berawan sejak pagi.

Kekaburan tersebut dapat dipengaruhi keberadaan asap atau smoke. Dampaknya perlu diantisipasi, terutama terhadap jarak pandang dan kondisi udara yang dihirup masyarakat.

Menjelang sore hingga malam, cuaca diperkirakan berubah menjadi kabur hingga cerah berawan. Namun, potensi asap yang menyebabkan udara tampak berkabut masih dapat muncul.

Kondisi serupa diprakirakan berlanjut pada dini hari. Udara berpotensi tetap kabur hingga berawan dengan kemungkinan penurunan jarak pandang akibat asap.

Suhu Riau Mencapai 34 Derajat Celsius
Dari sisi temperatur, suhu udara di wilayah Riau hari ini diperkirakan berada pada rentang 23 hingga 34 derajat Celsius.

Tingkat kelembapan cukup bervariasi, yakni sekitar 45 hingga 99 persen. Sementara angin diperkirakan bergerak dari sektor tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.

Pergerakan angin tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi penyebaran asap di wilayah yang terdampak.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga disarankan memperhatikan kondisi udara dan jarak pandang, terutama ketika kekaburan semakin pekat.

Di tengah kondisi udara yang kabur, BMKG belum mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Riau pada Selasa.

Artinya, tidak ada potensi cuaca ekstrem yang masuk dalam peringatan dini BMKG untuk wilayah tersebut pada periode prakiraan hari ini.

Bagaimana dengan kondisi laut?

Tinggi gelombang di sejumlah perairan Riau diprediksi berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter. Kondisi itu masih masuk kategori rendah sehingga aktivitas pelayaran relatif berada dalam kondisi gelombang rendah.

Kendati tidak ada peringatan dini cuaca, masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca dan kualitas udara, khususnya jika kabut asap semakin mengurangi jarak pandang. (trp)