
WOLFSBURG – Raksasa otomotif asal Jerman, Volkswagen Group, secara resmi mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap lebih dari 208.000 unit kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV) dari merek Volkswagen dan Audi. Langkah keselamatan ini diambil setelah ditemukannya potensi kerusakan fatal pada komponen sistem kemudi kendaraan.
Berdasarkan dokumen teknis yang dirilis produsen, penarikan ini mencakup sejumlah model populer, antara lain Volkswagen Tiguan (model 2018), Volkswagen Atlas (model 2018–2019), serta Audi Q3 (model 2019–2021). Sebagian besar kendaraan yang terdampak dipasarkan di wilayah Amerika Utara.

Seperti dikutip dari Autoguide.com, permasalahan ini berawal dari komponen baut pengikat rak kemudi (steering rack mounting bolt) sisi kanan. Dalam kondisi tertentu - terutama pada lingkungan dengan paparan garam jalanan yang tinggi saat musim dingin - baut tersebut rentan mengalami korosi parah hingga berisiko patah.
Jika baut pengikat tersebut patah, rak kemudi berpotensi bergeser atau terlepas dari posisinya. Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya kendali kemudi secara mendadak saat kendaraan dioperasikan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas secara signifikan.
Pihak teknisi Volkswagen pertama kali mendeteksi adanya indikasi masalah pada komponen tersebut sejak Oktober 2024. Setelah melalui serangkaian investigasi internal mendalam dan pengujian ketahanan bahan, grup otomotif tersebut akhirnya memutuskan untuk menetapkan kampanye penarikan keselamatan secara menyeluruh.
Sebagai upaya mitigasi, Volkswagen Group meminta para pemilik kendaraan yang terdampak untuk mendatangi bengkel resmi terdekat. Seluruh armada yang teridentifikasi akan mendapatkan penggantian baut rak kemudi dengan komponen baru yang telah disempurnakan pelapis anti-korosinya.
Pihak produsen menegaskan bahwa perbaikan ini akan dilakukan secara cuma-cuma (gratis) tanpa memungut biaya dari pemilik kendaraan, terlepas dari apakah unit tersebut sudah menunjukkan gejala kerusakan ataupun belum. Pemberitahuan resmi kepada pelanggan dijadwalkan akan dikirimkan secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan. (*)




WOLFSBURG – Raksasa otomotif asal Jerman, Volkswagen Group, secara resmi mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap lebih dari 208.000 unit kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV) dari merek Volkswagen dan Audi. Langkah keselamatan ini diambil setelah ditemukannya potensi kerusakan fatal pada komponen sistem kemudi kendaraan.
Berdasarkan dokumen teknis yang dirilis produsen, penarikan ini mencakup sejumlah model populer, antara lain Volkswagen Tiguan (model 2018), Volkswagen Atlas (model 2018–2019), serta Audi Q3 (model 2019–2021). Sebagian besar kendaraan yang terdampak dipasarkan di wilayah Amerika Utara.
Seperti dikutip dari Autoguide.com, permasalahan ini berawal dari komponen baut pengikat rak kemudi (steering rack mounting bolt) sisi kanan. Dalam kondisi tertentu - terutama pada lingkungan dengan paparan garam jalanan yang tinggi saat musim dingin - baut tersebut rentan mengalami korosi parah hingga berisiko patah.
Jika baut pengikat tersebut patah, rak kemudi berpotensi bergeser atau terlepas dari posisinya. Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya kendali kemudi secara mendadak saat kendaraan dioperasikan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas secara signifikan.
Pihak teknisi Volkswagen pertama kali mendeteksi adanya indikasi masalah pada komponen tersebut sejak Oktober 2024. Setelah melalui serangkaian investigasi internal mendalam dan pengujian ketahanan bahan, grup otomotif tersebut akhirnya memutuskan untuk menetapkan kampanye penarikan keselamatan secara menyeluruh.
Sebagai upaya mitigasi, Volkswagen Group meminta para pemilik kendaraan yang terdampak untuk mendatangi bengkel resmi terdekat. Seluruh armada yang teridentifikasi akan mendapatkan penggantian baut rak kemudi dengan komponen baru yang telah disempurnakan pelapis anti-korosinya.
Pihak produsen menegaskan bahwa perbaikan ini akan dilakukan secara cuma-cuma (gratis) tanpa memungut biaya dari pemilik kendaraan, terlepas dari apakah unit tersebut sudah menunjukkan gejala kerusakan ataupun belum. Pemberitahuan resmi kepada pelanggan dijadwalkan akan dikirimkan secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan. (*)