
PEKANBARU - Empat assist dalam satu laga dan atmosfer gila di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menyisakan kesan mendalam bagi penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny. Penggawa Fortuna Sittard itu tanpa ragu menyebut kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh pada laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis (1/10/2026), sebagai pertandingan paling liar yang pernah ia jalani sepanjang karier profesionalnya.
Hujan gol yang tercipta di lapangan memicu ledakan emosi, baik dari tribun penonton maupun bangku cadangan tim nasional. Sorakan tiada henti dari skuad Garuda terus memompa semangat para pemain di lapangan untuk membobol gawang lawan tanpa ampun.

"Ini pertandingan paling gila yang pernah saya mainkan. Luar biasa rasanya. Setiap kali kami mencetak gol, saya melihat ke arah bangku cadangan dan mereka berteriak, 'Satu lagi!' Mereka terus bilang, 'Satu lagi!'" ungkap Romeny usai laga seperti dilansir republika.
Laga penentu menuju partai puncak tersebut menyajikan drama berintensitas tinggi. Selain mendominasi permainan lewat kreasi serangan, Romeny juga merasakan langsung kerasnya duel fisik di lapangan hingga memicu intrik antarpemain.
"Bahkan setelah lawan mencetak gol dan pemain itu menendang saya, saya sempat sangat marah. Menurut saya, pertandingan ini benar-benar menyajikan segalanya," ujar Romeny.
Pesta sembilan gol ini menjadi kunci krusial kelolosan Indonesia. Garuda berhasil mengunci posisi puncak klasemen Grup A setelah unggul produktivitas gol atas Malaysia, yang di saat bersamaan membantai Singapura 6-0.
Keberhasilan menembus partai final disambut sukacita oleh Romeny. Namun, pemain berusia 26 tahun itu menegaskan bahwa euforia kemenangan atas Bangladesh harus segera dialihkan pada fokus utama: mengamankan trofi juara.
Indonesia dijadwalkan menantang Thailand yang keluar sebagai juara Grup B pada partai final di SUGBK, Senin (5/10/2026).
"Sangat luar biasa dan saya begitu bahagia kami bisa lolos ke babak final. Namun, tugas kami belum selesai. Sekarang kami harus benar-benar bangkit dan menuntaskannya," tegas Romeny. (*)




PEKANBARU - Empat assist dalam satu laga dan atmosfer gila di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menyisakan kesan mendalam bagi penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny. Penggawa Fortuna Sittard itu tanpa ragu menyebut kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh pada laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis (1/10/2026), sebagai pertandingan paling liar yang pernah ia jalani sepanjang karier profesionalnya.
Hujan gol yang tercipta di lapangan memicu ledakan emosi, baik dari tribun penonton maupun bangku cadangan tim nasional. Sorakan tiada henti dari skuad Garuda terus memompa semangat para pemain di lapangan untuk membobol gawang lawan tanpa ampun.
"Ini pertandingan paling gila yang pernah saya mainkan. Luar biasa rasanya. Setiap kali kami mencetak gol, saya melihat ke arah bangku cadangan dan mereka berteriak, 'Satu lagi!' Mereka terus bilang, 'Satu lagi!'" ungkap Romeny usai laga seperti dilansir republika.
Laga penentu menuju partai puncak tersebut menyajikan drama berintensitas tinggi. Selain mendominasi permainan lewat kreasi serangan, Romeny juga merasakan langsung kerasnya duel fisik di lapangan hingga memicu intrik antarpemain.
"Bahkan setelah lawan mencetak gol dan pemain itu menendang saya, saya sempat sangat marah. Menurut saya, pertandingan ini benar-benar menyajikan segalanya," ujar Romeny.
Pesta sembilan gol ini menjadi kunci krusial kelolosan Indonesia. Garuda berhasil mengunci posisi puncak klasemen Grup A setelah unggul produktivitas gol atas Malaysia, yang di saat bersamaan membantai Singapura 6-0.
Keberhasilan menembus partai final disambut sukacita oleh Romeny. Namun, pemain berusia 26 tahun itu menegaskan bahwa euforia kemenangan atas Bangladesh harus segera dialihkan pada fokus utama: mengamankan trofi juara.
Indonesia dijadwalkan menantang Thailand yang keluar sebagai juara Grup B pada partai final di SUGBK, Senin (5/10/2026).
"Sangat luar biasa dan saya begitu bahagia kami bisa lolos ke babak final. Namun, tugas kami belum selesai. Sekarang kami harus benar-benar bangkit dan menuntaskannya," tegas Romeny. (*)