logo
● Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Siswa Kembali Belajar dari Rumah Selama Dua H Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Peneliti Dirgantara 14 Negara Berkumpul di Yogyakarta, Bahas Masa Depan Roket hi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Konflik Yaman-Saudi Memanas, Rupiah Melemah ke Rp17.917 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Progres Pengaspalan Tembus 60 Persen, Fraksi Golkar Ingatkan Pemko Pekanbaru Jan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dugaan Penipuan Rp9,6 Miliar di Polda Riau, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Buka S Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Berlakukan PJJ Selama Dua Hari Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Tak Terima Anak Sering Keluar Malam, Ayah di Rohul Tikam Anak Kandung Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Empat Pengunjung Positif Narkoba, Polisi Amankan Pria Bawa Samurai Saat Razia TH Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Sepak Bola
Mitchell Baker, Monster Baru Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026
Grafis Mitchell Baker
Mitchell Baker, Monster Baru Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 3 Oktober 2026 | 07:39:27

PEKANBARU  - Panggung FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi saksi lahirnya fenomena baru di lini serang Tim Nasional Indonesia. Nama Mitchell Baker melambung tinggi usai menampilkan performa fantastis saat Indonesia melumat Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga pamungkas Grup A di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis (1/10/2026).

Penyerang berusia 19 tahun itu tampil bak monster di kotak penalti lawan dengan memborong lima gol sekaligus (quintrick). Gelontoran gol tersebut tidak sekadar menyegel tiket final bagi Merah Putih, tetapi juga melontarkan nama Baker ke puncak daftar top skor sementara turnamen.

iklan-view

Baker memamerkan insting membunuhnya sejak peluit awal berbunyi. Ia membuka keunggulan Indonesia pada menit ke-11, disusul gol keduanya sembilan menit kemudian. Dominasi penyerang berpostur jangkung ini kian tak terbendung ketika ia melengkapi rekor hat-trick pada menit ke-37, sebelum menyambar umpan silang lewat sundulan tajam dua menit berselang untuk gol keempatnya.

Pesta gol Baker ditutup secara dramatis pada masa injury time (90+7'). Gol kelimanya bukan sekadar pelengkap pesta kemenangan, melainkan penentu takdir Indonesia di papan klasemen. Tanpa gol pamungkas tersebut, Skuad Garuda bakal kalah produktivitas gol dari Malaysia dan terlempar ke posisi runner-up.

"Saya tidak pernah membayangkan bisa mencetak lima gol dalam satu pertandingan. Ini malam paling luar biasa dalam karier saya," ujar Baker seusai laga.

Ledakan Tepat Waktu

Perjalanan Baker di turnamen ini sebenarnya tidak mulus sejak awal. Bomber muda ini sempat paceklik gol dalam dua laga pertama babak grup. Namun, ketika tim membutuhkan kemenangan beruntun dengan margin gol besar, Baker menjawab keraguan tersebut lewat ledakan performa di momen krusial.

Ketajaman ini menegaskan tren positif sang juru gedor. Pada ajang Piala AFF 2026 lalu, Baker sukses menyarangkan empat gol dari empat laga. Jika dikalkulasi, ia kini telah mengemas 9 gol hanya dari 7 penampilan bersama Timnas Senior—sebuah rasio impresif mencapai 1,28 gol per pertandingan untuk pemain berusia di bawah 20 tahun.

Ujian Sesungguhnya di Partai Puncak

Kini, fokus tertuju pada laga final menghadapi Thailand yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Oktober 2026. Koleksi 5 gol milik Baker saat ini mengungguli penyerang Malaysia, Bergson Da Silva (4 gol), dalam perburuan sepatu emas.

Tantangan sesungguhnya bagi Baker kini terletak pada konsistensi. Menghadapi tembok pertahanan Thailand yang jauh lebih solid, publik menantikan apakah sang bomber muda mampu mempertahankan ketajamannya di bawah tekanan partai puncak sekaligus mempersembahkan trofi juara bagi Indonesia. (*)

Home / News
Mitchell Baker, Monster Baru Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 3 Oktober 2026 | 07:39:27
Mitchell Baker, Monster Baru Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026
Grafis Mitchell Baker

PEKANBARU  - Panggung FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi saksi lahirnya fenomena baru di lini serang Tim Nasional Indonesia. Nama Mitchell Baker melambung tinggi usai menampilkan performa fantastis saat Indonesia melumat Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga pamungkas Grup A di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis (1/10/2026).

Penyerang berusia 19 tahun itu tampil bak monster di kotak penalti lawan dengan memborong lima gol sekaligus (quintrick). Gelontoran gol tersebut tidak sekadar menyegel tiket final bagi Merah Putih, tetapi juga melontarkan nama Baker ke puncak daftar top skor sementara turnamen.

Baker memamerkan insting membunuhnya sejak peluit awal berbunyi. Ia membuka keunggulan Indonesia pada menit ke-11, disusul gol keduanya sembilan menit kemudian. Dominasi penyerang berpostur jangkung ini kian tak terbendung ketika ia melengkapi rekor hat-trick pada menit ke-37, sebelum menyambar umpan silang lewat sundulan tajam dua menit berselang untuk gol keempatnya.

Pesta gol Baker ditutup secara dramatis pada masa injury time (90+7'). Gol kelimanya bukan sekadar pelengkap pesta kemenangan, melainkan penentu takdir Indonesia di papan klasemen. Tanpa gol pamungkas tersebut, Skuad Garuda bakal kalah produktivitas gol dari Malaysia dan terlempar ke posisi runner-up.

"Saya tidak pernah membayangkan bisa mencetak lima gol dalam satu pertandingan. Ini malam paling luar biasa dalam karier saya," ujar Baker seusai laga.

Ledakan Tepat Waktu

Perjalanan Baker di turnamen ini sebenarnya tidak mulus sejak awal. Bomber muda ini sempat paceklik gol dalam dua laga pertama babak grup. Namun, ketika tim membutuhkan kemenangan beruntun dengan margin gol besar, Baker menjawab keraguan tersebut lewat ledakan performa di momen krusial.

Ketajaman ini menegaskan tren positif sang juru gedor. Pada ajang Piala AFF 2026 lalu, Baker sukses menyarangkan empat gol dari empat laga. Jika dikalkulasi, ia kini telah mengemas 9 gol hanya dari 7 penampilan bersama Timnas Senior—sebuah rasio impresif mencapai 1,28 gol per pertandingan untuk pemain berusia di bawah 20 tahun.

Ujian Sesungguhnya di Partai Puncak

Kini, fokus tertuju pada laga final menghadapi Thailand yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Oktober 2026. Koleksi 5 gol milik Baker saat ini mengungguli penyerang Malaysia, Bergson Da Silva (4 gol), dalam perburuan sepatu emas.

Tantangan sesungguhnya bagi Baker kini terletak pada konsistensi. Menghadapi tembok pertahanan Thailand yang jauh lebih solid, publik menantikan apakah sang bomber muda mampu mempertahankan ketajamannya di bawah tekanan partai puncak sekaligus mempersembahkan trofi juara bagi Indonesia. (*)