
JAKARTA - PSSI menyampaikan rasa bangga atas kerja keras skuad nasional usai keluar sebagai pemenang turnamen perdana FIFA ASEAN Cup 2026.
Kepastian gelar juara tersebut didapat setelah skuad Garuda menaklukkan Thailand melalui babak adu penalti dengan keunggulan 4-2 di hadapan pendukung sendiri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin, menyusul hasil imbang 2-2 yang bertahan hingga akhir extra time.
"Kita harus akui Thailand tim yang sangat bagus, saya apresiasi perjuangan pemain sampai detik terakhir," ujar Erick ketika memberikan keterangan kepada awak media di kawasan SUGBK pada hari Senin (06/10/2026).

Jalannya laga puncak ini berlangsung sengit ketika tuan rumah memecah kebuntuan pada menit ke-84 lewat sepakan bebas Dean James yang sempat membentur pemain bertahan lawan. Momen keunggulan ini tercipta selang tiga menit setelah wasit menghukum Nicholas Mickelson dengan kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
Kendati unggul jumlah pemain, keunggulan skuad Merah Putih gagal dipertahankan hingga waktu normal berakhir karena Thailand mampu menyamakan kedudukan tiga menit berselang via aksi Iklas Sanron, memaksa pertandingan diteruskan ke babak tambahan waktu.
Tekanan sempat dirasakan publik tuan rumah ketika Peeradol Chamratsamee mencetak gol bagi tim tamu pada menit ke-111 di masa extra time. Beruntung, Elkan Baggott langsung merespons empat menit kemudian lewat gol penyeimbang yang menjaga asa Indonesia sebelum akhirnya menang 4-2 dalam adu tos-tosan setelah kiper Emil Audero sukses menepis eksekusi Nattapong Sayriya.
"Dua game yang tidak mudah, (lawan Bangladesh) 9-2 tidak mudah, hari ini juga 2-2, tidak mudah. Ini pelajaran bagus untuk semua pemain dan pelatih bahwa kalau memang kita mau masuk Piala Dunia (2030)," tutur Erick.
"Kita harus serius mempersiapkan dan tantangannya sangat berat, tapi kita bangsa Indonesia, bukan bangsa kalahan, kita harus terus tingkatkan sepak bola kita," imbuh dia.
Menatap agenda terdekat, PSSI berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa skuad asuhan pelatih sebagai langkah persiapan menghadapi turnamen Piala Asia 2027.
"Ya banyak nanti saya sama coach, ada banyak. Titik titik kelemahan yang mungkin harus kita perbaiki untuk persiapan Piala Asia," pungkasnya. (*)







JAKARTA - PSSI menyampaikan rasa bangga atas kerja keras skuad nasional usai keluar sebagai pemenang turnamen perdana FIFA ASEAN Cup 2026.
Kepastian gelar juara tersebut didapat setelah skuad Garuda menaklukkan Thailand melalui babak adu penalti dengan keunggulan 4-2 di hadapan pendukung sendiri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin, menyusul hasil imbang 2-2 yang bertahan hingga akhir extra time.
"Kita harus akui Thailand tim yang sangat bagus, saya apresiasi perjuangan pemain sampai detik terakhir," ujar Erick ketika memberikan keterangan kepada awak media di kawasan SUGBK pada hari Senin (06/10/2026).
Jalannya laga puncak ini berlangsung sengit ketika tuan rumah memecah kebuntuan pada menit ke-84 lewat sepakan bebas Dean James yang sempat membentur pemain bertahan lawan. Momen keunggulan ini tercipta selang tiga menit setelah wasit menghukum Nicholas Mickelson dengan kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
Kendati unggul jumlah pemain, keunggulan skuad Merah Putih gagal dipertahankan hingga waktu normal berakhir karena Thailand mampu menyamakan kedudukan tiga menit berselang via aksi Iklas Sanron, memaksa pertandingan diteruskan ke babak tambahan waktu.
Tekanan sempat dirasakan publik tuan rumah ketika Peeradol Chamratsamee mencetak gol bagi tim tamu pada menit ke-111 di masa extra time. Beruntung, Elkan Baggott langsung merespons empat menit kemudian lewat gol penyeimbang yang menjaga asa Indonesia sebelum akhirnya menang 4-2 dalam adu tos-tosan setelah kiper Emil Audero sukses menepis eksekusi Nattapong Sayriya.
"Dua game yang tidak mudah, (lawan Bangladesh) 9-2 tidak mudah, hari ini juga 2-2, tidak mudah. Ini pelajaran bagus untuk semua pemain dan pelatih bahwa kalau memang kita mau masuk Piala Dunia (2030)," tutur Erick.
"Kita harus serius mempersiapkan dan tantangannya sangat berat, tapi kita bangsa Indonesia, bukan bangsa kalahan, kita harus terus tingkatkan sepak bola kita," imbuh dia.
Menatap agenda terdekat, PSSI berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa skuad asuhan pelatih sebagai langkah persiapan menghadapi turnamen Piala Asia 2027.
"Ya banyak nanti saya sama coach, ada banyak. Titik titik kelemahan yang mungkin harus kita perbaiki untuk persiapan Piala Asia," pungkasnya. (*)