logo
● Ahli Ekonomi :Program MBG Gerakkan Ekonomi Desa dan Buka Lapangan Pekerjaan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● KPK Telusuri Kasus Dana Bencana Rp148 Miliar, Dua Anggota TNI Jadi Perhatian Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Kembali Tersungkur di Atas Rp18.000, Sentimen Global Membayangi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Selundupkan Narkoba, Kapal Tanker Mongolia Diamankan di Belawan, 8 Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● El Niño Pengaruhi Jadwal Musim Hujan, BMKG Minta Warga Bersiap Hadapi Cuaca Ekst Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antisipasi Dampak Kabut Asap, Sekdaprov Riau Tinjau Posko Kesehatan dan Rumah Ok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● AKP Zulhendra Resmi Jabat Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol Shilton ke Polresta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antrean Solar Picu Kemacetan di Pekanbaru, Dishub Peringatkan Pengelola SPBU Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Rokan Hulu
Kasus Korupsi BBM Perkim Rohul Jilid III, Dua ASN Eks PPK Jadi Tersangka
Ilustrasi(foto:dok ist)
Kasus Korupsi BBM Perkim Rohul Jilid III, Dua ASN Eks PPK Jadi Tersangka
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 6 Oktober 2026 | 19:07:42

ROKANHULU-Kasus dugaan korupsi pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan sewa sarana mobilitas darat di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Rokan Hulu kembali berkembang.

Penyidik Satreskrim Polres Rohul menetapkan dua tersangka baru dalam perkara tersebut. Keduanya merupakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rohul yang pernah bertugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Kedua tersangka berinisial E dan F. Saat ini, keduanya telah ditahan untuk menjalani proses penyidikan.

iklan-view

Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Tony Prawira membenarkan penetapan dua tersangka tersebut. Ia mengatakan, penyidik menemukan alat bukti yang cukup sebelum menetapkan E dan F sebagai tersangka.

“Memang benar kita sudah menetapkan dua orang tersangka dalam pengembangan kasus BBM jilid III, setelah penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup. Saat ini kedua tersangka telah dilakukan penahanan lebih kurang dua minggu dan penyidik sudah berkoordinasi dengan kejaksaan untuk melengkapi berkas perkara,” kata Tony, Selasa (6/10/2026) dikutip dari tribunnews. 

Kasus ini berkaitan dengan pengadaan BBM dan sewa sarana mobilitas darat di Dinas Perkim Rohul pada tahun anggaran 2019 hingga 2021.

Perkara tersebut sebelumnya sudah menjerat sejumlah pejabat dan pihak swasta. Pada pengusutan awal, penyidik menetapkan mantan Kepala Dinas Perkim Rohul Herry Islami selaku Pengguna Anggaran (PA) dan Josua Tobing, Direktur PT Esa Riau Berjaya, sebagai tersangka.

Keduanya kemudian menjalani persidangan dan masing-masing divonis 1 tahun 4 bulan penjara.

Penyidik lalu mengembangkan perkara tersebut. Mantan Sekretaris Dinas Perkim Rohul Hamdani yang saat itu menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) turut diproses bersama Frans Yadi Simamora selaku PPK.

Hamdani kemudian divonis 1 tahun 4 bulan penjara dan denda Rp75 juta. Dalam perkara jilid II, kerugian negara disebut mencapai sekitar Rp2,08 miliar.

Kini, penyidik mendalami peran E dan F dalam pengadaan BBM tahun anggaran 2019-2020.

Sementara itu, Kejaksaan Negeri Rohul telah menerima berkas perkara dari penyidik Polres Rohul. Kasubsi Penyidikan dan Pengendali Operasi Pidsus Kejari Rohul, Azwardi Dery, mengatakan jaksa masih memeriksa kelengkapan berkas tersebut.

“Kami masih melakukan penelitian terhadap berkas perkara yang telah diserahkan kepolisian untuk memastikan seluruh syarat formil dan materil terpenuhi untuk keperluan penuntutan,” katanya.

Dengan penetapan dua PPK tersebut, kasus dugaan korupsi BBM Perkim Rohul kini memasuki jilid III. Penyidikan masih berjalan dan berkas perkara sedang diteliti jaksa.(*) 

Home / News
Kasus Korupsi BBM Perkim Rohul Jilid III, Dua ASN Eks PPK Jadi Tersangka
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 6 Oktober 2026 | 19:07:42
Kasus Korupsi BBM Perkim Rohul Jilid III, Dua ASN Eks PPK Jadi Tersangka
Ilustrasi(foto:dok ist)

ROKANHULU-Kasus dugaan korupsi pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan sewa sarana mobilitas darat di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Rokan Hulu kembali berkembang.

Penyidik Satreskrim Polres Rohul menetapkan dua tersangka baru dalam perkara tersebut. Keduanya merupakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rohul yang pernah bertugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Kedua tersangka berinisial E dan F. Saat ini, keduanya telah ditahan untuk menjalani proses penyidikan.

Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Tony Prawira membenarkan penetapan dua tersangka tersebut. Ia mengatakan, penyidik menemukan alat bukti yang cukup sebelum menetapkan E dan F sebagai tersangka.

“Memang benar kita sudah menetapkan dua orang tersangka dalam pengembangan kasus BBM jilid III, setelah penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup. Saat ini kedua tersangka telah dilakukan penahanan lebih kurang dua minggu dan penyidik sudah berkoordinasi dengan kejaksaan untuk melengkapi berkas perkara,” kata Tony, Selasa (6/10/2026) dikutip dari tribunnews. 

Kasus ini berkaitan dengan pengadaan BBM dan sewa sarana mobilitas darat di Dinas Perkim Rohul pada tahun anggaran 2019 hingga 2021.

Perkara tersebut sebelumnya sudah menjerat sejumlah pejabat dan pihak swasta. Pada pengusutan awal, penyidik menetapkan mantan Kepala Dinas Perkim Rohul Herry Islami selaku Pengguna Anggaran (PA) dan Josua Tobing, Direktur PT Esa Riau Berjaya, sebagai tersangka.

Keduanya kemudian menjalani persidangan dan masing-masing divonis 1 tahun 4 bulan penjara.

Penyidik lalu mengembangkan perkara tersebut. Mantan Sekretaris Dinas Perkim Rohul Hamdani yang saat itu menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) turut diproses bersama Frans Yadi Simamora selaku PPK.

Hamdani kemudian divonis 1 tahun 4 bulan penjara dan denda Rp75 juta. Dalam perkara jilid II, kerugian negara disebut mencapai sekitar Rp2,08 miliar.

Kini, penyidik mendalami peran E dan F dalam pengadaan BBM tahun anggaran 2019-2020.

Sementara itu, Kejaksaan Negeri Rohul telah menerima berkas perkara dari penyidik Polres Rohul. Kasubsi Penyidikan dan Pengendali Operasi Pidsus Kejari Rohul, Azwardi Dery, mengatakan jaksa masih memeriksa kelengkapan berkas tersebut.

“Kami masih melakukan penelitian terhadap berkas perkara yang telah diserahkan kepolisian untuk memastikan seluruh syarat formil dan materil terpenuhi untuk keperluan penuntutan,” katanya.

Dengan penetapan dua PPK tersebut, kasus dugaan korupsi BBM Perkim Rohul kini memasuki jilid III. Penyidikan masih berjalan dan berkas perkara sedang diteliti jaksa.(*)