logo
● Ahli Ekonomi :Program MBG Gerakkan Ekonomi Desa dan Buka Lapangan Pekerjaan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● KPK Telusuri Kasus Dana Bencana Rp148 Miliar, Dua Anggota TNI Jadi Perhatian Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Kembali Tersungkur di Atas Rp18.000, Sentimen Global Membayangi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Selundupkan Narkoba, Kapal Tanker Mongolia Diamankan di Belawan, 8 Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● El Niño Pengaruhi Jadwal Musim Hujan, BMKG Minta Warga Bersiap Hadapi Cuaca Ekst Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antisipasi Dampak Kabut Asap, Sekdaprov Riau Tinjau Posko Kesehatan dan Rumah Ok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● AKP Zulhendra Resmi Jabat Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol Shilton ke Polresta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antrean Solar Picu Kemacetan di Pekanbaru, Dishub Peringatkan Pengelola SPBU Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Pekanbaru
Jarak Pandang 1.000 Meter, Tiga Pesawat Antre di Udara Sebelum Mendarat di Pekanbaru
Ilustrasi. Tiga pesawat yang membawa penumpang menuju Bandara SSK II Pekanbaru harus menunggu beberapa saat di udara, Kamis (8/10/2026) pagi. (Foto: Istimewa)
Jarak Pandang 1.000 Meter, Tiga Pesawat Antre di Udara Sebelum Mendarat di Pekanbaru
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 8 Oktober 2026 | 10:10:12

PEKANBARU-Tiga pesawat yang membawa penumpang menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru harus menunggu beberapa saat di udara, Kamis (8/10/2026) pagi. Ketiga pesawat sempat berputar di wilayah udara Riau, sebelum mendapat kesempatan mendarat.

Pesawat yang terdampak adalah Citilink QG936 dari Jakarta, Lion Air JT292 dari Jakarta dan Malaysia Airlines MH841 dari Kuala Lumpur.

Situasi tersebut terjadi ketika kondisi jarak pandang di sekitar Bandara SSK II masih terbatas. Antrean di udara itu tidak berlangsung lama. Ketiga penerbangan akhirnya mendarat secara berurutan dengan selisih waktu hanya sekitar 15 menit.

iklan-view

Citilink QG936 menyentuh landasan pada pukul 08.26 WIB. Tujuh menit kemudian, giliran Lion Air JT292 mendarat pukul 08.33 WIB. Malaysia Airlines MH841 menyusul pada pukul 08.41 WIB.

General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad memastikan, seluruh pesawat tersebut telah mendarat dengan aman.

“Ketiganya akhirnya mendarat secara berurutan dalam rentang waktu sekitar 15 menit,” kata Achmad.

Sebelum memperoleh kesempatan mendarat, ketiga pesawat harus berputar di udara sembari menunggu kondisi yang memungkinkan untuk melakukan pendaratan.

Jarak Pandang Masih Sekitar 1.000 Meter
Kondisi cuaca dan jarak pandang menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian dalam operasional penerbangan pagi itu.

Hasil pemantauan pukul 08.44 WIB menunjukkan jarak pandang di Bandara SSK II berada di kisaran 1.000 meter.

Dalam situasi seperti ini, pengaturan lalu lintas udara dan keputusan pendaratan harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan.

Karena itu, pesawat yang telah mendekati kawasan bandara dapat diminta menunggu di udara sampai kondisi memungkinkan untuk melanjutkan proses pendaratan.

Bagi penumpang di dalam kabin, momen berputar di udara mungkin terasa seperti penerbangan yang tertahan. Dari sisi operasional, langkah tersebut menjadi bagian dari pengaturan keselamatan ketika kondisi pendaratan belum ideal.

Meski sempat terjadi antrean pesawat di udara, aktivitas penerbangan dari Bandara SSK II Pekanbaru tetap bergerak.

Sejumlah penerbangan tujuan luar daerah tercatat telah diberangkatkan.

Penerbangan IP329 tujuan Jakarta, QG937 tujuan Jakarta, IU919 tujuan Jakarta dan JT279 tujuan Yogyakarta telah meninggalkan Bandara SSK II.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas penerbangan tidak berhenti akibat situasi jarak pandang yang terjadi pada pagi hari.

Pengaturan dilakukan mengikuti perkembangan kondisi operasional dan cuaca di sekitar bandara.

Keselamatan Tetap Jadi Pertimbangan Utama
Achmad mengatakan, pengelola Bandara SSK II terus memantau kondisi operasional secara berkala.

Setiap perubahan kondisi di lapangan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya dalam pelayanan penerbangan.

“Kondisi operasional bandara terus kami pantau dan evaluasi secara berkala, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan,” ujar Achmad.

Bagi pengguna jasa penerbangan, situasi seperti ini bisa berarti waktu tunggu yang sedikit lebih panjang. Namun di balik pesawat yang berputar di langit, ada keputusan yang harus dibuat dengan sangat hati-hati.

Kamis pagi, tiga pesawat akhirnya berhasil turun satu per satu di Bandara SSK II Pekanbaru.

Sementara dari apron, roda-roda pesawat lain terus bergerak meninggalkan Pekanbaru menuju berbagai kota tujuan. (mcr)

Jarak Pandang 1.000 Meter, Tiga Pesawat Antre di Udara Sebelum Mendarat di Pekanbaru
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 8 Oktober 2026 | 10:10:12
Jarak Pandang 1.000 Meter, Tiga Pesawat Antre di Udara Sebelum Mendarat di Pekanbaru
Ilustrasi. Tiga pesawat yang membawa penumpang menuju Bandara SSK II Pekanbaru harus menunggu beberapa saat di udara, Kamis (8/10/2026) pagi. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Tiga pesawat yang membawa penumpang menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru harus menunggu beberapa saat di udara, Kamis (8/10/2026) pagi. Ketiga pesawat sempat berputar di wilayah udara Riau, sebelum mendapat kesempatan mendarat.

Pesawat yang terdampak adalah Citilink QG936 dari Jakarta, Lion Air JT292 dari Jakarta dan Malaysia Airlines MH841 dari Kuala Lumpur.

Situasi tersebut terjadi ketika kondisi jarak pandang di sekitar Bandara SSK II masih terbatas. Antrean di udara itu tidak berlangsung lama. Ketiga penerbangan akhirnya mendarat secara berurutan dengan selisih waktu hanya sekitar 15 menit.

Citilink QG936 menyentuh landasan pada pukul 08.26 WIB. Tujuh menit kemudian, giliran Lion Air JT292 mendarat pukul 08.33 WIB. Malaysia Airlines MH841 menyusul pada pukul 08.41 WIB.

General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad memastikan, seluruh pesawat tersebut telah mendarat dengan aman.

“Ketiganya akhirnya mendarat secara berurutan dalam rentang waktu sekitar 15 menit,” kata Achmad.

Sebelum memperoleh kesempatan mendarat, ketiga pesawat harus berputar di udara sembari menunggu kondisi yang memungkinkan untuk melakukan pendaratan.

Jarak Pandang Masih Sekitar 1.000 Meter
Kondisi cuaca dan jarak pandang menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian dalam operasional penerbangan pagi itu.

Hasil pemantauan pukul 08.44 WIB menunjukkan jarak pandang di Bandara SSK II berada di kisaran 1.000 meter.

Dalam situasi seperti ini, pengaturan lalu lintas udara dan keputusan pendaratan harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan.

Karena itu, pesawat yang telah mendekati kawasan bandara dapat diminta menunggu di udara sampai kondisi memungkinkan untuk melanjutkan proses pendaratan.

Bagi penumpang di dalam kabin, momen berputar di udara mungkin terasa seperti penerbangan yang tertahan. Dari sisi operasional, langkah tersebut menjadi bagian dari pengaturan keselamatan ketika kondisi pendaratan belum ideal.

Meski sempat terjadi antrean pesawat di udara, aktivitas penerbangan dari Bandara SSK II Pekanbaru tetap bergerak.

Sejumlah penerbangan tujuan luar daerah tercatat telah diberangkatkan.

Penerbangan IP329 tujuan Jakarta, QG937 tujuan Jakarta, IU919 tujuan Jakarta dan JT279 tujuan Yogyakarta telah meninggalkan Bandara SSK II.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas penerbangan tidak berhenti akibat situasi jarak pandang yang terjadi pada pagi hari.

Pengaturan dilakukan mengikuti perkembangan kondisi operasional dan cuaca di sekitar bandara.

Keselamatan Tetap Jadi Pertimbangan Utama
Achmad mengatakan, pengelola Bandara SSK II terus memantau kondisi operasional secara berkala.

Setiap perubahan kondisi di lapangan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya dalam pelayanan penerbangan.

“Kondisi operasional bandara terus kami pantau dan evaluasi secara berkala, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan,” ujar Achmad.

Bagi pengguna jasa penerbangan, situasi seperti ini bisa berarti waktu tunggu yang sedikit lebih panjang. Namun di balik pesawat yang berputar di langit, ada keputusan yang harus dibuat dengan sangat hati-hati.

Kamis pagi, tiga pesawat akhirnya berhasil turun satu per satu di Bandara SSK II Pekanbaru.

Sementara dari apron, roda-roda pesawat lain terus bergerak meninggalkan Pekanbaru menuju berbagai kota tujuan. (mcr)