logo
● Ahli Ekonomi :Program MBG Gerakkan Ekonomi Desa dan Buka Lapangan Pekerjaan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● KPK Telusuri Kasus Dana Bencana Rp148 Miliar, Dua Anggota TNI Jadi Perhatian Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Kembali Tersungkur di Atas Rp18.000, Sentimen Global Membayangi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Selundupkan Narkoba, Kapal Tanker Mongolia Diamankan di Belawan, 8 Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● El Niño Pengaruhi Jadwal Musim Hujan, BMKG Minta Warga Bersiap Hadapi Cuaca Ekst Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antisipasi Dampak Kabut Asap, Sekdaprov Riau Tinjau Posko Kesehatan dan Rumah Ok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● AKP Zulhendra Resmi Jabat Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol Shilton ke Polresta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antrean Solar Picu Kemacetan di Pekanbaru, Dishub Peringatkan Pengelola SPBU Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Kabut Asap Mengepung Pekanbaru, Papan ISPU di Sejumlah Titik Malah Mati
Papan ISPU di depan Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru yang tidak berfungsi pada Kamis, (8/10/2026). Foto: Abdul Haris/ Pekanbaru TV
Kabut Asap Mengepung Pekanbaru, Papan ISPU di Sejumlah Titik Malah Mati
Editor: Ridho Haztil | Penulis: abdul haris
Rubrik: news | 8 Oktober 2026 | 13:45:38

PEKANBARU-Papan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah titik Kota Pekanbaru tidak berfungsi ketika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti kota.

Pantauan jurnalis Pekanbaru TV, papan ISPU di depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Pekanbaru tidak menampilkan informasi kualitas udara. Kondisi serupa juga terlihat pada papan ISPU di simpang Mal SKA, tepatnya di samping pos polisi Gurindam 5.

Padahal, papan tersebut menjadi salah satu sarana informasi bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kualitas udara secara berkala, terutama ketika kabut asap terus melanda.

iklan-view

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra mengatakan papan ISPU tersebut merupakan pemberian Kementerian Lingkungan Hidup sejak 1999.

Menurutnya, kondisi perangkat yang sudah berusia puluhan tahun membuat biaya perbaikannya tidak lagi ekonomis.

“Papan ISPU itu adalah pemberian dari Kementerian Lingkungan Hidup tahun 1999, memang kondisi perbaikannya setara jika membeli alat baru,” kata Reza saat diwawancarai jurnalis Pekanbaru TV melalui sambungan telepon pada Kamis, (8/10/2026).

Reza membeberkan, pemerintah tetap melakukan pemantauan kualitas udara meski sejumlah papan ISPU tidak berfungsi. Pemantauan tersebut dilakukan melalui perangkat pengukur kualitas udara yang berada di Tenayan Raya, Kantor Walikota Pekanbaru.

“Alat untuk menghitung ISPU itu ada di Tenayan Raya, Kantor Walikota Pekanbaru. Itu fasilitas umum dan bisa diakses publik, tetapi kelemahannya hanya mendeteksi kualitas udara yang ada di Tenayan Raya ya,” bebernya.

Kata dia, pemerintah saat ini memiliki tim yang memantau kondisi kualitas udara dengan mempertimbangkan informasi dari sejumlah instansi terkait, termasuk BMKG, BPBD dan tenaga kesehatan.

Reza bilang, meski papan ISPU tidak berfungsi, masyarakat masih tetap dapat memantau informasi kualitas udara secara daring melalui situs ISPU Net.

Di sisi lain, Reza menyebut pemerintah terus melakukan sosialisasi mengenai bahaya kabut asap kepada masyarakat. Bagi dia, ketersediaan alat pemantauan juga perlu diikuti kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mencegah dampak paparan asap.

“Percuma juga alat bagus, tapi kesadaran masyarakat untuk mencegah terhadap kabut asap untuk dirinya sendiri ini juga agak susah,” pungkasnya.(*) 

Home / News
Kabut Asap Mengepung Pekanbaru, Papan ISPU di Sejumlah Titik Malah Mati
Editor: Ridho Haztil | Penulis: abdul haris
Rubrik: news | 8 Oktober 2026 | 13:45:38
Kabut Asap Mengepung Pekanbaru, Papan ISPU di Sejumlah Titik Malah Mati
Papan ISPU di depan Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru yang tidak berfungsi pada Kamis, (8/10/2026). Foto: Abdul Haris/ Pekanbaru TV

PEKANBARU-Papan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah titik Kota Pekanbaru tidak berfungsi ketika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti kota.

Pantauan jurnalis Pekanbaru TV, papan ISPU di depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Pekanbaru tidak menampilkan informasi kualitas udara. Kondisi serupa juga terlihat pada papan ISPU di simpang Mal SKA, tepatnya di samping pos polisi Gurindam 5.

Padahal, papan tersebut menjadi salah satu sarana informasi bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kualitas udara secara berkala, terutama ketika kabut asap terus melanda.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra mengatakan papan ISPU tersebut merupakan pemberian Kementerian Lingkungan Hidup sejak 1999.

Menurutnya, kondisi perangkat yang sudah berusia puluhan tahun membuat biaya perbaikannya tidak lagi ekonomis.

“Papan ISPU itu adalah pemberian dari Kementerian Lingkungan Hidup tahun 1999, memang kondisi perbaikannya setara jika membeli alat baru,” kata Reza saat diwawancarai jurnalis Pekanbaru TV melalui sambungan telepon pada Kamis, (8/10/2026).

Reza membeberkan, pemerintah tetap melakukan pemantauan kualitas udara meski sejumlah papan ISPU tidak berfungsi. Pemantauan tersebut dilakukan melalui perangkat pengukur kualitas udara yang berada di Tenayan Raya, Kantor Walikota Pekanbaru.

“Alat untuk menghitung ISPU itu ada di Tenayan Raya, Kantor Walikota Pekanbaru. Itu fasilitas umum dan bisa diakses publik, tetapi kelemahannya hanya mendeteksi kualitas udara yang ada di Tenayan Raya ya,” bebernya.

Kata dia, pemerintah saat ini memiliki tim yang memantau kondisi kualitas udara dengan mempertimbangkan informasi dari sejumlah instansi terkait, termasuk BMKG, BPBD dan tenaga kesehatan.

Reza bilang, meski papan ISPU tidak berfungsi, masyarakat masih tetap dapat memantau informasi kualitas udara secara daring melalui situs ISPU Net.

Di sisi lain, Reza menyebut pemerintah terus melakukan sosialisasi mengenai bahaya kabut asap kepada masyarakat. Bagi dia, ketersediaan alat pemantauan juga perlu diikuti kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mencegah dampak paparan asap.

“Percuma juga alat bagus, tapi kesadaran masyarakat untuk mencegah terhadap kabut asap untuk dirinya sendiri ini juga agak susah,” pungkasnya.(*)