
PEKANBARU - Pekerjaan pelebaran Jalan HR Soebrantas, Kota Pekanbaru, mengalami hambatan akibat banjir. Kondisi ini dipengaruhi lokasi proyek yang sebagian berada di kawasan rawa, sehingga penanganan genangan air harus dilakukan terlebih dahulu.
Pelaksana Lapangan Proyek Pelebaran Jalan HR Soebrantas, Asnal mengatakan banjir menjadi kendala dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Pekerjaannya terhambat karena banjir. Karena ini kan sebagian daerahnya rawa, jadi harus atasi banjir dulu,” ujar Asnal saat diwawancarai jurnalis Pekanbaru TV pada Kamis, (15/10/2026).


Meski begitu, Asnal menyebut pekerjaan lainnya masih berjalan lancar. Saat ini, pengerjaan telah memasuki tahap pelebaran badan jalan dan pemindahan drainase lama.
“Yang lain-lain berjalan lancar. Saat ini sudah masuk pelebaran badan jalan dan pekerjaan drainase yang lama kita pindahkan ke 9 meter dari jalan lama,” jelasnya.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau saat ini melakukan pelebaran Jalan HR Soebrantas sepanjang 16 meter.
Diketahui, pelebaran jalan dilakukan di kawasan Universitas Riau (UNRI) dan sekitar pemancar RRI. Proyek ini ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Plt Kepala Bidang Bina Marga Khairul Rizal mengatakan, nantinya ruas jalan di sekitaran pemancar RRI sepanjang 300 meter dan Unri sepanjang 505 meter akan memiliki lebar hingga 16 meter.
"Untuk spesifikasi pelebaran, nantinya akan menjadi 16 meter. Namun hanya pada satu sisi jalan saja,” katanya.
Selain di Jalan HR Soebrantas, pemerintah juga sedang menggesa penyelesaian pelebaran Jalan Tuanku Tambusai. Pelebaran jalan yang dilakukan yakni di sekitar U Turn dekat rumah sakit Hermina. Nantinya pada ruas jalan yang berada di sekitaran Rumah Sakit Hermina, akan memiliki lebar hingga 14 meter pada setiap jalurnya.
"Untuk spesifikasi pelebaran, nantinya akan menjadi 14 meter dikali 2 jalur. Dengan masing-masing 4 lajur," ujarnya. (*)







PEKANBARU - Pekerjaan pelebaran Jalan HR Soebrantas, Kota Pekanbaru, mengalami hambatan akibat banjir. Kondisi ini dipengaruhi lokasi proyek yang sebagian berada di kawasan rawa, sehingga penanganan genangan air harus dilakukan terlebih dahulu.
Pelaksana Lapangan Proyek Pelebaran Jalan HR Soebrantas, Asnal mengatakan banjir menjadi kendala dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Pekerjaannya terhambat karena banjir. Karena ini kan sebagian daerahnya rawa, jadi harus atasi banjir dulu,” ujar Asnal saat diwawancarai jurnalis Pekanbaru TV pada Kamis, (15/10/2026).

Meski begitu, Asnal menyebut pekerjaan lainnya masih berjalan lancar. Saat ini, pengerjaan telah memasuki tahap pelebaran badan jalan dan pemindahan drainase lama.
“Yang lain-lain berjalan lancar. Saat ini sudah masuk pelebaran badan jalan dan pekerjaan drainase yang lama kita pindahkan ke 9 meter dari jalan lama,” jelasnya.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau saat ini melakukan pelebaran Jalan HR Soebrantas sepanjang 16 meter.
Diketahui, pelebaran jalan dilakukan di kawasan Universitas Riau (UNRI) dan sekitar pemancar RRI. Proyek ini ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Plt Kepala Bidang Bina Marga Khairul Rizal mengatakan, nantinya ruas jalan di sekitaran pemancar RRI sepanjang 300 meter dan Unri sepanjang 505 meter akan memiliki lebar hingga 16 meter.
"Untuk spesifikasi pelebaran, nantinya akan menjadi 16 meter. Namun hanya pada satu sisi jalan saja,” katanya.
Selain di Jalan HR Soebrantas, pemerintah juga sedang menggesa penyelesaian pelebaran Jalan Tuanku Tambusai. Pelebaran jalan yang dilakukan yakni di sekitar U Turn dekat rumah sakit Hermina. Nantinya pada ruas jalan yang berada di sekitaran Rumah Sakit Hermina, akan memiliki lebar hingga 14 meter pada setiap jalurnya.
"Untuk spesifikasi pelebaran, nantinya akan menjadi 14 meter dikali 2 jalur. Dengan masing-masing 4 lajur," ujarnya. (*)