logo
Sambangi Peternak Lokal di Tampan, Polsek Payung Sekaki Perkuat Ketahanan Pangan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cuaca Riau Hari Ini: BMKG Prediksi Hujan Lokal, Pekanbaru dan Dumai Berpotensi D Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Viral Isu Pocong Bawa Sajam di Manggala Rohil, Datuk Penghulu Tegaskan Hoaks! ‎ Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga Emas Hari Ini 23 Mei 2026 Turun Serentak, Antam di Pegadaian Tembus Rp2,8 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Blackout Sumatera! Sebagian Listrik Pekanbaru Masih Padam, Banyak Warga "Ngungsi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Blackout Sumatera, Ditlantas Polda Riau Siaga Penuh: Patroli Blue Light Ditingka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sumatera Blackout! Pekanbaru Gelap Gulita, Diduga Gangguan Jaringan 275 kV di Mu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Nekat Haji Lewat Jalur Nonprosedural, 6 WNI Dicegah Berangkat di Bandara SSK II Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Karhutla Dumai Mulai Terkendali, Kapolda Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor
Kapolda Irjen Herry Heryawan meninjau langsung lokasi karhutla di Dumai. (Foto: Dok. Polda Riau)
Karhutla Dumai Mulai Terkendali, Kapolda Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
27 Maret 2026 | 21:03:25

DUMAI-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Jumat (27/3/2026), untuk memastikan penanganan berjalan maksimal.

Berdasarkan data terbaru, terdapat 11 hotspot di wilayah Dumai dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 87,25 hektare, namun kondisi karhutla Dumai dilaporkan mulai terkendali berkat kolaborasi lintas sektor.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung, serta unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan, hingga pihak swasta yang terlibat dalam pemadaman.

Kapolda bahkan turun langsung ke titik api bersama tim gabungan untuk memastikan kondisi riil di lapangan. Ia menyebut jumlah hotspot di Dumai menunjukkan tren penurunan signifikan dibandingkan sebelumnya yang sempat mencapai puluhan titik.

iklan-view

“Hari ini saya hadir langsung di lokasi di Kecamatan Dumai Timur bersama seluruh unsur yang sejak beberapa hari terakhir terus bergerak, mulai dari Rupat, Pelalawan hingga Dumai,” ujar Herry.

Data terkini mencatat, dari total 11 hotspot, sebanyak 2 titik berada di Dumai Timur dan 9 titik di Medang Kampai dengan kategori sedang. Meski demikian, upaya pemadaman dinilai efektif menekan penyebaran api.

Menurut Herry, keberhasilan pengendalian karhutla Dumai tidak terlepas dari kerja sama lintas sektor yang solid dan respons cepat terhadap kendala di lapangan.

“Ini hasil kerja bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Damkar, Manggala Agni, MPA, relawan hingga dukungan swasta. Kita tidak bisa bekerja parsial, semua harus gotong royong,” tegasnya.

Ia menambahkan, berbagai langkah strategis terus dilakukan, mulai dari optimalisasi peralatan pemadaman, dukungan water bombing, hingga koordinasi modifikasi cuaca guna mengantisipasi meluasnya kebakaran.

Kapolda juga mengingatkan potensi peningkatan risiko karhutla memasuki puncak musim kemarau pada Juni hingga Agustus 2026, sehingga sinergi semua pihak harus terus diperkuat.

Sementara itu, Rocky Gerung menilai langkah cepat aparat di lapangan menjadi faktor penting dalam memutus siklus tahunan karhutla di Riau. Ia menyoroti pentingnya pendekatan tidak hanya teknis, tetapi juga kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.

“Teknologi seperti water bombing dan modifikasi cuaca bisa membantu, tetapi yang paling penting adalah kesadaran menjaga relasi dengan alam. Jika tidak, kebakaran akan terus berulang,” ujarnya.

Kunjungan ini menegaskan bahwa pengendalian karhutla Dumai tidak hanya bertumpu pada aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Dengan tren penurunan hotspot saat ini, diharapkan kebakaran dapat dikendalikan dan tidak berkembang menjadi bencana asap yang lebih luas di Riau. (*)

Home / News
Karhutla Dumai Mulai Terkendali, Kapolda Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: news | 27 Maret 2026 | 21:03:25
Karhutla Dumai Mulai Terkendali, Kapolda Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor
Kapolda Irjen Herry Heryawan meninjau langsung lokasi karhutla di Dumai. (Foto: Dok. Polda Riau)

DUMAI-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Jumat (27/3/2026), untuk memastikan penanganan berjalan maksimal.

Berdasarkan data terbaru, terdapat 11 hotspot di wilayah Dumai dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 87,25 hektare, namun kondisi karhutla Dumai dilaporkan mulai terkendali berkat kolaborasi lintas sektor.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung, serta unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan, hingga pihak swasta yang terlibat dalam pemadaman.

Kapolda bahkan turun langsung ke titik api bersama tim gabungan untuk memastikan kondisi riil di lapangan. Ia menyebut jumlah hotspot di Dumai menunjukkan tren penurunan signifikan dibandingkan sebelumnya yang sempat mencapai puluhan titik.

“Hari ini saya hadir langsung di lokasi di Kecamatan Dumai Timur bersama seluruh unsur yang sejak beberapa hari terakhir terus bergerak, mulai dari Rupat, Pelalawan hingga Dumai,” ujar Herry.

Data terkini mencatat, dari total 11 hotspot, sebanyak 2 titik berada di Dumai Timur dan 9 titik di Medang Kampai dengan kategori sedang. Meski demikian, upaya pemadaman dinilai efektif menekan penyebaran api.

Menurut Herry, keberhasilan pengendalian karhutla Dumai tidak terlepas dari kerja sama lintas sektor yang solid dan respons cepat terhadap kendala di lapangan.

“Ini hasil kerja bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Damkar, Manggala Agni, MPA, relawan hingga dukungan swasta. Kita tidak bisa bekerja parsial, semua harus gotong royong,” tegasnya.

Ia menambahkan, berbagai langkah strategis terus dilakukan, mulai dari optimalisasi peralatan pemadaman, dukungan water bombing, hingga koordinasi modifikasi cuaca guna mengantisipasi meluasnya kebakaran.

Kapolda juga mengingatkan potensi peningkatan risiko karhutla memasuki puncak musim kemarau pada Juni hingga Agustus 2026, sehingga sinergi semua pihak harus terus diperkuat.

Sementara itu, Rocky Gerung menilai langkah cepat aparat di lapangan menjadi faktor penting dalam memutus siklus tahunan karhutla di Riau. Ia menyoroti pentingnya pendekatan tidak hanya teknis, tetapi juga kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.

“Teknologi seperti water bombing dan modifikasi cuaca bisa membantu, tetapi yang paling penting adalah kesadaran menjaga relasi dengan alam. Jika tidak, kebakaran akan terus berulang,” ujarnya.

Kunjungan ini menegaskan bahwa pengendalian karhutla Dumai tidak hanya bertumpu pada aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Dengan tren penurunan hotspot saat ini, diharapkan kebakaran dapat dikendalikan dan tidak berkembang menjadi bencana asap yang lebih luas di Riau. (*)