logo
Riau dalam Kepungan Satwa Liar: Alarm yang Terlambat Kita Dengar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Senpai Vera Taurensa Wasit Terbaik Kejuaraan Kempo PORSENI XV Politeknik se-Indo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar Baik untuk Pemda, Menkeu Pastikan Tambahan Dana TKD Tinggal Tunggu Keputus Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menhut Raja Juli Belum Kunjung Dipanggil terkait Kasus Suhardiman, KPK: Kami Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Pantau 27 Hotspot di Riau, Dumai Dominasi Titik Panas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hujan Lebat Mengintai Riau, BMKG Minta Warga Pekanbaru Tingkatkan Kewaspadaan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Teror Monyet Liar di Inhil Belum Berakhir, Korban Kini Mencapai 10 Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Resep Kue Talam Ubi Kukus, Teksturnya Lembut dan Mudah Dibuat di Rumah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Harga Pupuk Melonjak Hingga 100 Persen, Petani Pelalawan Menjerit

news | 13 April 2026 | 21:01:00
Editor: Lingga Tualang Ramadhan | Videografer: Dikki Kinoi | Ditonton: 274 kali

Pekambaru TV - Harga pupuk di Kabupaten Pelalawan melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir, bahkan mendekati 100 persen untuk sejumlah jenis pupuk tunggal. Kondisi ini membuat petani sawit semakin tertekan, terlebih di saat produksi tengah menurun akibat fase berbunga. Di lapangan, petani mengaku kesulitan membeli pupuk karena harga yang tidak lagi terjangkau, sementara kebutuhan pemupukan tetap harus dilakukan untuk menjaga hasil panen.

Distributor pupuk di Pelalawan juga membenarkan adanya lonjakan harga signifikan yang dipicu oleh faktor global, termasuk terganggunya pasokan pupuk impor dan meningkatnya biaya distribusi. Situasi ini tidak hanya berdampak pada sektor perkebunan sawit, tetapi juga pada petani hortikultura yang ikut merasakan kenaikan harga sarana produksi. Para petani pun berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar harga pupuk kembali stabil dan keberlangsungan produksi pertanian tetap terjaga.

 

 

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT