logo
PIALA AFF 2026: Indonesia Pesta Gol ke Gawang Timor Leste, Thom Haye Bersinar da Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Ditutup Menguat 89 Poin Jelang Agustus 2026, Berikut Proyeksi Nilai Tukar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Fakta Baru Mangkraknya Pasar Bawah Pekanbaru: Kontraktor Diklaim Mundur Saat Pro Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Titik Api di Riau Bertambah Jadi 10, Manggala Agni Berjibaku Padamkan Karhutla 1 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tiga Dapur MBG di Riau Dihentikan, BGN Temukan Pelanggaran Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengelola Pasar Bawah Siap Audiensi, Klaim Masih Sanggup Lanjutkan Revitalisasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pendeta Diduga Bunuh Istri demi Uang Asuransi Rp10 Miliar, Dana Dipakai Biayai S Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPK Periksa Istri Suhardiman Amby, Mantan Sekda hingga 7 Tenaga Ahli dalam Kasus Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Harga Pupuk Melonjak Hingga 100 Persen, Petani Pelalawan Menjerit

news | 13 April 2026 | 21:01:00
Editor: Lingga Tualang Ramadhan | Videografer: Dikki Kinoi | Ditonton: 270 kali

Pekambaru TV - Harga pupuk di Kabupaten Pelalawan melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir, bahkan mendekati 100 persen untuk sejumlah jenis pupuk tunggal. Kondisi ini membuat petani sawit semakin tertekan, terlebih di saat produksi tengah menurun akibat fase berbunga. Di lapangan, petani mengaku kesulitan membeli pupuk karena harga yang tidak lagi terjangkau, sementara kebutuhan pemupukan tetap harus dilakukan untuk menjaga hasil panen.

Distributor pupuk di Pelalawan juga membenarkan adanya lonjakan harga signifikan yang dipicu oleh faktor global, termasuk terganggunya pasokan pupuk impor dan meningkatnya biaya distribusi. Situasi ini tidak hanya berdampak pada sektor perkebunan sawit, tetapi juga pada petani hortikultura yang ikut merasakan kenaikan harga sarana produksi. Para petani pun berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar harga pupuk kembali stabil dan keberlangsungan produksi pertanian tetap terjaga.

 

 

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT