logo
Mahasiswa UR Desak Masuk DPRD Riau, Polwan Ditarik dari Barisan Depan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Teluk Kuantan Bersolek Sambut MTQ Riau, Kawasan Astaka Kini Semakin Terang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Longsor Terjang Kuala Enok Inhil, Empat Rumah Hanyut ke Sungai, Belasan KK Mengu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Perayaan HUT Pekanbaru ke 242, Transmetro dan Parkir Gratis untuk Warga Pekanbar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi JPU KPK Klaim Dakwaan Abdul Wahid Cs Makin Kokoh, Ahli Sebut Unsur Pemerasan dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kurir dan Bandar dalam Satu Cinta: Sejoli Pengedar Sabu Diciduk di Tapung Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga Sawit Riau Menguat, TBS Tertinggi Mencapai Rp3.696 per Kg Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga Kubu dan Kuba Tagih Janji Bistamam-Jhony Charles, Jalan Rusak tak Kunjung Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Harga Sawit Terjun Bebas, Petani Menjerit

news | 31 Mei 2026 | 11:25:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Dikky Kinoi | Ditonton: 217 kali

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan, Riau, anjlok hingga hampir Rp2.000 per kilogram hanya dalam tiga hari. Kondisi ini membuat petani dan pengusaha peron merugi besar. Penurunan harga diduga dipicu kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam, termasuk CPO, yang akan dilakukan melalui satu pintu. Petani berharap pemerintah segera memberikan kepastian agar harga sawit kembali stabil dan tidak semakin membebani masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT