logo
● Malam Ini, Kapolri Suyudi Rombak Jajaran Polri: 27 Pejabat Dilantik, Irjen Arman Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Arman Achdiat Jadi Kapolda Riau, SF Hariyanto: Selamat Datang, Kami Siap Berkola Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Waduk Cipta Karya Ditata 2027, Pemko Pekanbaru Siapkan Ruang Olahraga dan UMKM Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Satpol PP Pekanbaru Perluas Razia, Lokasi Terindikasi Prostitusi Tak Luput dari Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Isu LGBT di Kalangan Pelajar Meranti, LAMR Dorong Penguatan Pendidikan Karakter Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Aktivitas Seksual Sesama Jenis di Kalangan Pelajar Meranti Terungkap, MKKS Doron Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rantai Sabu Kandis Terbongkar, Tiga Tersangka Dijerat Pasal Berlapis Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dari Polda Metro hingga BIN, Jejak Panjang Irjen Arman Achdiat Sebelum Pimpin Ri Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Harga Cabai Merah Picu Inflasi Riau

news | 2 Oktober 2026 | 20:10:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Abdul Haris | Ditonton: 237 kali

Harga cabai merah menjadi salah satu pemicu utama inflasi Provinsi Riau pada September 2026.

Badan Pusat Statistik atau BPS Riau mencatat inflasi bulanan Riau mencapai 0,64 persen. Secara tahunan, inflasi tercatat 2,79 persen, sementara inflasi tahun kalender mencapai 1,84 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar. Cabai merah memberikan andil 0,49 persen, dipengaruhi keterbatasan pasokan dan tingginya permintaan masyarakat.

Faktor cuaca dan hujan juga turut memengaruhi produksi cabai di sejumlah daerah penghasil.

Di sisi lain, ekspor Riau pada Agustus 2026 tumbuh 5,57 persen dibandingkan Agustus 2025. Pertumbuhan terutama ditopang ekspor nonmigas yang meningkat 10,09 persen, sementara ekspor migas turun 62,36 persen.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT