logo
Polres Pelalawan Gerebek Judi Sabung Ayam: 39 Orang Diamankan, Pemilik Lapak Dit Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Enam Dokter Magang Meninggal, 10.564 Peserta Internsip Bakal Jalani MCU dan Skri Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DKPP Hukum Anggota KPU RI dan KPU Jabar, Penggunaan Helikopter Dinilai Langgar E Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Mulai 30 Juli, Akses Keluar Tol Pekanbaru–Dumai Dialihkan, Pengendara Diminta Le Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pajero Sport Istri Kedua Suhardiman Disita KPK, Penyidik Dalami Lelang Jabatan h Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sempat Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat Jelang Keputusan The Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Teror Monyet Liar di Inhil: 7 Warga Luka-Luka Diserang Hingga Harus Dilarikan ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Uji Kekuatan Runway Bandara SSK II, Jam Operasional Berubah Sampai 11 Agustus Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / Siak
Keluarga Ikhlaskan Warga Siak Korban Penipuan Kerja Dimakamkan di Kamboja
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan. (Foto: MCR)
Keluarga Ikhlaskan Warga Siak Korban Penipuan Kerja Dimakamkan di Kamboja
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
17 April 2026 | 11:46:59

PEKANBARU - Susi Yanti Br Sinaga (22) seorang perempuan warga asal Lubuk Dalam, Siak yang menjadi korban penipuan kerja ke Kamboja meninggal dunia. Susi dilaporkan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif pada Minggu (8/3/2026).

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan mengatakan, sebelum diinformasikan meninggal dunia. Susi sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU di RS Khmer Soviet Friendship, Phnom Penh.

“Yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia tadi pagi,” kata Fanny.

Untuk pemulangan jenazah, disebutkan Fanny bahwa dari pihak KBRI menyerahkan kepada keluarga. Kemudian, pihak keluarga meminta bantuan dari KP2MI untuk proses pemulangan jenazahnya. 

iklan-view

“Untuk pemulangan jenazah nya pihak keluarga minta bantuan KP2MI. Karena biaya pemulangan jenazah ditanggung oleh pihak keluarga,” sebutnya.

Setelah dilakukan komunikasi, dan juga dikarenakan keterbatasan biaya. Akhirnya pihak keluarga mengikhlaskan jenazah di makamkan di Kamboja. 

“Pihak keluarga ikhlas jenazah di makamkan di Kamboja, dan juga sudah langsung komunikasi dengan pihak KBRI di Kamboja,” ujarnya. 

Untuk diketahui, saat itu Susi awalnya dijanjikan untuk bekerja di Malaysia. Namun akhirnya dibawa ke Kamboja. 

“Jadi yang bersangkutan berangkat hanya menggunakan paspor, sehingga tergolong ilegal,” ujarnya seperti dikutip mediacenter riau.

Fanny menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam dalam menangani persoalan pekerja migran nonprosedural. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri tanpa melalui mekanisme resmi. (mcr)

Home / Hukum
Keluarga Ikhlaskan Warga Siak Korban Penipuan Kerja Dimakamkan di Kamboja
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: hukum | 17 April 2026 | 11:46:59
Keluarga Ikhlaskan Warga Siak Korban Penipuan Kerja Dimakamkan di Kamboja
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan. (Foto: MCR)

PEKANBARU - Susi Yanti Br Sinaga (22) seorang perempuan warga asal Lubuk Dalam, Siak yang menjadi korban penipuan kerja ke Kamboja meninggal dunia. Susi dilaporkan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif pada Minggu (8/3/2026).

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan mengatakan, sebelum diinformasikan meninggal dunia. Susi sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU di RS Khmer Soviet Friendship, Phnom Penh.

“Yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia tadi pagi,” kata Fanny.

Untuk pemulangan jenazah, disebutkan Fanny bahwa dari pihak KBRI menyerahkan kepada keluarga. Kemudian, pihak keluarga meminta bantuan dari KP2MI untuk proses pemulangan jenazahnya. 

“Untuk pemulangan jenazah nya pihak keluarga minta bantuan KP2MI. Karena biaya pemulangan jenazah ditanggung oleh pihak keluarga,” sebutnya.

Setelah dilakukan komunikasi, dan juga dikarenakan keterbatasan biaya. Akhirnya pihak keluarga mengikhlaskan jenazah di makamkan di Kamboja. 

“Pihak keluarga ikhlas jenazah di makamkan di Kamboja, dan juga sudah langsung komunikasi dengan pihak KBRI di Kamboja,” ujarnya. 

Untuk diketahui, saat itu Susi awalnya dijanjikan untuk bekerja di Malaysia. Namun akhirnya dibawa ke Kamboja. 

“Jadi yang bersangkutan berangkat hanya menggunakan paspor, sehingga tergolong ilegal,” ujarnya seperti dikutip mediacenter riau.

Fanny menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam dalam menangani persoalan pekerja migran nonprosedural. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri tanpa melalui mekanisme resmi. (mcr)