logo
Kabar dari Tanah Suci: Hilang sejak 15 Mei, Calhaj Kloter JKG 27 Ditemukan Menin Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Blackout Pekanbaru, Dua Pria Kepergok Polisi Lagi Pesta Ganja di Kafe Naga Sakti Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sambangi Peternak Lokal di Tampan, Polsek Payung Sekaki Perkuat Ketahanan Pangan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cuaca Riau Hari Ini: BMKG Prediksi Hujan Lokal, Pekanbaru dan Dumai Berpotensi D Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Viral Isu Pocong Bawa Sajam di Manggala Rohil, Datuk Penghulu Tegaskan Hoaks! ‎ Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga Emas Hari Ini 23 Mei 2026 Turun Serentak, Antam di Pegadaian Tembus Rp2,8 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Blackout Sumatera! Sebagian Listrik Pekanbaru Masih Padam, Banyak Warga "Ngungsi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Blackout Sumatera, Ditlantas Polda Riau Siaga Penuh: Patroli Blue Light Ditingka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / PEKANBARU
Terjadi 70 Kasus dalam 4 Bulan, Tren Kebakaran di Pekanbaru Mengkhawatirkan
Tren kebakaran di Pekanbaru mengkhawatirkan. Terjadi 70 kasus dalam rentang waktu empat bulan. (Foto: MCR)
Terjadi 70 Kasus dalam 4 Bulan, Tren Kebakaran di Pekanbaru Mengkhawatirkan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
27 April 2026 | 14:56:27

PEKANBARU – Ancaman kebakaran bangunan di wilayah Kota Pekanbaru menunjukkan tren yang cukup mengkhawatirkan sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data terbaru, tercatat puluhan kasus kebakaran melanda ibu kota Provinsi Riau tersebut hanya dalam kurun waktu yang relatif singkat, empat bulan, sehingga menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru, Zarman Candra, membenarkan adanya kenaikan intensitas kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menangani sebanyak 70 kasus kebakaran bangunan yang tersebar di berbagai wilayah kecamatan selama periode empat bulan pertama di tahun ini.

“Terjadi sekitar 70 kejadian kebakaran selama empat bulan ini. Intensitas ini menunjukkan bahwa potensi bahaya kebakaran di permukiman maupun area komersial masih sangat tinggi,” ucap Zarman saat memberikan keterangan resmi kepada awak media, Senin (27/4/2026).

Mengenai pemicu utama, Zarman menjelaskan bahwa mayoritas musibah tersebut berawal dari masalah teknis pada jaringan energi di dalam bangunan. Berdasarkan hasil investigasi tim di lapangan, sebagian besar insiden kebakaran yang ditangani oleh DPKP Pekanbaru disebabkan oleh adanya arus pendek atau korsleting listrik.

iklan-view

Selain faktor kelistrikan, terdapat beberapa pemicu lain yang turut menyumbang angka kasus kebakaran di kota ini. Menurut Zarman, kelalaian dalam penggunaan peralatan dapur, seperti ledakan tabung kompor gas, masih menjadi faktor risiko signifikan yang menghanguskan bangunan milik warga.

Menyikapi data yang cukup tinggi tersebut, DPKP Kota Pekanbaru terus memberikan peringatan keras agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam aktivitas sehari-hari. Langkah pencegahan dinilai jauh lebih efektif daripada penanganan saat api sudah membesar dan sulit dikendalikan.

Zarman menekankan bahwa langkah pencegahan paling utama adalah dengan melakukan audit mandiri terhadap instalasi listrik, baik di rumah tinggal maupun tempat usaha. Ia menyarankan masyarakat untuk memastikan kabel dan perangkat listrik dalam kondisi aman, berkualitas standar, serta berfungsi dengan baik guna meminimalisir risiko arus pendek.

Pihaknya mengajak warga untuk tidak ragu melaporkan potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekitar kepada petugas. Melalui sinergi antara pencegahan mandiri oleh masyarakat dan kesiapsiagaan personel pemadam, diharapkan angka kebakaran di Pekanbaru dapat ditekan secara signifikan pada bulan-bulan mendatang. (mcr)

Home / News
Terjadi 70 Kasus dalam 4 Bulan, Tren Kebakaran di Pekanbaru Mengkhawatirkan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 27 April 2026 | 14:56:27
Terjadi 70 Kasus dalam 4 Bulan, Tren Kebakaran di Pekanbaru Mengkhawatirkan
Tren kebakaran di Pekanbaru mengkhawatirkan. Terjadi 70 kasus dalam rentang waktu empat bulan. (Foto: MCR)

PEKANBARU – Ancaman kebakaran bangunan di wilayah Kota Pekanbaru menunjukkan tren yang cukup mengkhawatirkan sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data terbaru, tercatat puluhan kasus kebakaran melanda ibu kota Provinsi Riau tersebut hanya dalam kurun waktu yang relatif singkat, empat bulan, sehingga menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru, Zarman Candra, membenarkan adanya kenaikan intensitas kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menangani sebanyak 70 kasus kebakaran bangunan yang tersebar di berbagai wilayah kecamatan selama periode empat bulan pertama di tahun ini.

“Terjadi sekitar 70 kejadian kebakaran selama empat bulan ini. Intensitas ini menunjukkan bahwa potensi bahaya kebakaran di permukiman maupun area komersial masih sangat tinggi,” ucap Zarman saat memberikan keterangan resmi kepada awak media, Senin (27/4/2026).

Mengenai pemicu utama, Zarman menjelaskan bahwa mayoritas musibah tersebut berawal dari masalah teknis pada jaringan energi di dalam bangunan. Berdasarkan hasil investigasi tim di lapangan, sebagian besar insiden kebakaran yang ditangani oleh DPKP Pekanbaru disebabkan oleh adanya arus pendek atau korsleting listrik.

Selain faktor kelistrikan, terdapat beberapa pemicu lain yang turut menyumbang angka kasus kebakaran di kota ini. Menurut Zarman, kelalaian dalam penggunaan peralatan dapur, seperti ledakan tabung kompor gas, masih menjadi faktor risiko signifikan yang menghanguskan bangunan milik warga.

Menyikapi data yang cukup tinggi tersebut, DPKP Kota Pekanbaru terus memberikan peringatan keras agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam aktivitas sehari-hari. Langkah pencegahan dinilai jauh lebih efektif daripada penanganan saat api sudah membesar dan sulit dikendalikan.

Zarman menekankan bahwa langkah pencegahan paling utama adalah dengan melakukan audit mandiri terhadap instalasi listrik, baik di rumah tinggal maupun tempat usaha. Ia menyarankan masyarakat untuk memastikan kabel dan perangkat listrik dalam kondisi aman, berkualitas standar, serta berfungsi dengan baik guna meminimalisir risiko arus pendek.

Pihaknya mengajak warga untuk tidak ragu melaporkan potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekitar kepada petugas. Melalui sinergi antara pencegahan mandiri oleh masyarakat dan kesiapsiagaan personel pemadam, diharapkan angka kebakaran di Pekanbaru dapat ditekan secara signifikan pada bulan-bulan mendatang. (mcr)