logo
● Warga Rumbai Silahkan Kunjungi Pasar Murah, Beras SPHP Dijual Rp60 Ribu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Pekanbaru Kian Mengkhawatirkan, PM2.5 Enam Kali Ambang Batas WHO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hujan Lebat Disertai Petir Malam Ini, BMKG Pantau 11 Titik Panas di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Adik Bacok Kakak Kandung Hingga Tewas di Ukui Pela Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Makin Terpuruk, Ditutup di Level Rp18.060 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Sita 2,1 Kg Sabu dan 284 Catridge Etomidate di Pekanbaru, Dua DPO Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pansel KPU 2027–2032 Segera Diumumkan, DPR Tekankan Integritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Pekanbaru
Sidak Minyakita Pekanbaru: Stok Distributor Kosong, Harga Tembus Rp20.000 per Liter
Satgas Saber Harga mendatangi gudang distributor minyak. (Foto: Istimewa)
Sidak Minyakita Pekanbaru: Stok Distributor Kosong, Harga Tembus Rp20.000 per Liter
Editor: Boy Surya Hamta
Rubrik: ekonomi | 1 Mei 2026 | 11:39:00

PEKANBARU – Satgas Sapu Bersih (Saber) Harga Pangan Kota Pekanbaru bergerak cepat menelusuri lonjakan harga minyak goreng bersubsidi Minyakita yang kini menembus Rp20.000 per liter.

Inspeksi mendadak (sidak) dilakukan ke tiga gudang distributor di Pergudangan Avian, Jalan Siak II, Kamis (30/4/2026), guna memastikan ada tidaknya praktik penimbunan di tengah kelangkaan pasokan.

Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindag, DPM-PTSP, Inspektorat, Tipiter Polresta, dan Kejaksaan Negeri Pekanbaru itu dipimpin Staf Ahli Wali Kota Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Abdul Jamal.

iklan-view

Hasilnya, tidak ditemukan indikasi penimbunan Minyakita di lokasi yang diperiksa.

“Dari hasil pengecekan, tidak ada penimbunan. Namun memang stok di beberapa distributor kosong,” ujar Abdul Jamal usai sidak.

Ia menjelaskan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari rapat pengendalian inflasi daerah yang menyoroti kenaikan harga Minyakita jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

Pemerintah kota ingin memastikan penyebab utama kenaikan harga tersebut agar tidak merugikan masyarakat.

Menurut Jamal, minyak goreng secara umum masih tersedia di pasaran, namun untuk merek Minyakita terjadi tekanan pasokan. Pemerintah Kota Pekanbaru sebelumnya telah berkoordinasi dengan produsen besar seperti Wilmar Nabati dan Musim Mas.

“Dari pihak pabrikan, harga sudah sesuai ketentuan. Karena itu, kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru, Dinal Husna, menyebutkan terdapat delapan distributor tingkat dua Minyakita di kota ini.

Dalam sidak kali ini, pihaknya mengambil sampel dua distributor, yang keduanya mengaku belum menerima pasokan baru.

Distributor menyebut pasokan dari produsen, khususnya Wilmar, saat ini difokuskan untuk kebutuhan penyaluran bantuan pangan melalui Perum Bulog. Bahkan selama April, sebagian besar produksi dialokasikan untuk program tersebut.

“Kondisi ini yang menyebabkan kekosongan di tingkat distributor,” kata Dinal.

Mengantisipasi dampak lebih luas, Pemko Pekanbaru akan menyurati Kementerian Perdagangan melalui Dinas Perindag untuk meminta tambahan alokasi Minyakita.

Langkah ini diharapkan mampu menstabilkan pasokan dan harga di tingkat konsumen.

Selain itu, Satgas juga mengingatkan para pedagang agar tetap menjual sesuai HET meski pasokan terbatas. Dalam waktu dekat, pengawasan akan diperluas hingga ke tingkat pengecer guna memastikan kepatuhan terhadap aturan harga. (pgi)

Home / Ekonomi
Sidak Minyakita Pekanbaru: Stok Distributor Kosong, Harga Tembus Rp20.000 per Liter
Editor: Boy Surya Hamta
Rubrik: ekonomi | 1 Mei 2026 | 11:39:00
Sidak Minyakita Pekanbaru: Stok Distributor Kosong, Harga Tembus Rp20.000 per Liter
Satgas Saber Harga mendatangi gudang distributor minyak. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU – Satgas Sapu Bersih (Saber) Harga Pangan Kota Pekanbaru bergerak cepat menelusuri lonjakan harga minyak goreng bersubsidi Minyakita yang kini menembus Rp20.000 per liter.

Inspeksi mendadak (sidak) dilakukan ke tiga gudang distributor di Pergudangan Avian, Jalan Siak II, Kamis (30/4/2026), guna memastikan ada tidaknya praktik penimbunan di tengah kelangkaan pasokan.

Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindag, DPM-PTSP, Inspektorat, Tipiter Polresta, dan Kejaksaan Negeri Pekanbaru itu dipimpin Staf Ahli Wali Kota Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Abdul Jamal.

Hasilnya, tidak ditemukan indikasi penimbunan Minyakita di lokasi yang diperiksa.

“Dari hasil pengecekan, tidak ada penimbunan. Namun memang stok di beberapa distributor kosong,” ujar Abdul Jamal usai sidak.

Ia menjelaskan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari rapat pengendalian inflasi daerah yang menyoroti kenaikan harga Minyakita jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

Pemerintah kota ingin memastikan penyebab utama kenaikan harga tersebut agar tidak merugikan masyarakat.

Menurut Jamal, minyak goreng secara umum masih tersedia di pasaran, namun untuk merek Minyakita terjadi tekanan pasokan. Pemerintah Kota Pekanbaru sebelumnya telah berkoordinasi dengan produsen besar seperti Wilmar Nabati dan Musim Mas.

“Dari pihak pabrikan, harga sudah sesuai ketentuan. Karena itu, kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru, Dinal Husna, menyebutkan terdapat delapan distributor tingkat dua Minyakita di kota ini.

Dalam sidak kali ini, pihaknya mengambil sampel dua distributor, yang keduanya mengaku belum menerima pasokan baru.

Distributor menyebut pasokan dari produsen, khususnya Wilmar, saat ini difokuskan untuk kebutuhan penyaluran bantuan pangan melalui Perum Bulog. Bahkan selama April, sebagian besar produksi dialokasikan untuk program tersebut.

“Kondisi ini yang menyebabkan kekosongan di tingkat distributor,” kata Dinal.

Mengantisipasi dampak lebih luas, Pemko Pekanbaru akan menyurati Kementerian Perdagangan melalui Dinas Perindag untuk meminta tambahan alokasi Minyakita.

Langkah ini diharapkan mampu menstabilkan pasokan dan harga di tingkat konsumen.

Selain itu, Satgas juga mengingatkan para pedagang agar tetap menjual sesuai HET meski pasokan terbatas. Dalam waktu dekat, pengawasan akan diperluas hingga ke tingkat pengecer guna memastikan kepatuhan terhadap aturan harga. (pgi)