
ISTANBUL – Sebuah kapal tanker raksasa milik Iran yang membawa minyak mentah bernilai hampir 220 juta dolar Amerika Serikat (sekitar Rp3,81 triliun) dilaporkan berhasil lolos dari pengawasan dan blokade laut Amerika Serikat, sebelum kini terdeteksi menuju perairan Indonesia.
Informasi tersebut diungkap oleh TankerTrackers, lembaga pemantau pergerakan kapal tanker global, pada Minggu (3/5/2026) seperti dilansir anadolu.
“Kami melacak sebuah supertanker milik Perusahaan Tanker Iran Nasional (NITC) yang mengangkut lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah. Kapal ini berhasil menghindari Angkatan Laut AS dan kini telah mencapai kawasan Timur Jauh,” tulis TankerTrackers.

Kapal tersebut teridentifikasi dengan nama HUGE (IMO 9357183). Berdasarkan pelacakan terakhir, tanker raksasa itu sempat terpantau di pesisir Sri Lanka lebih dari sepekan lalu sebelum menghilang dari radar.
Saat ini, kapal dilaporkan bergerak melalui Selat Lombok dan mengarah ke wilayah Kepulauan Riau.
Yang menjadi sorotan, kapal tersebut tidak memancarkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret lalu, tak lama setelah berlayar dari kawasan Selat Malaka menuju Iran. Praktik “gelap” ini kerap digunakan untuk menghindari pelacakan internasional.
Pergerakan tanker ini menambah ketegangan dalam dinamika perdagangan minyak global, khususnya terkait upaya pengawasan distribusi energi Iran di tengah tekanan sanksi Amerika Serikat. (ntr)







ISTANBUL – Sebuah kapal tanker raksasa milik Iran yang membawa minyak mentah bernilai hampir 220 juta dolar Amerika Serikat (sekitar Rp3,81 triliun) dilaporkan berhasil lolos dari pengawasan dan blokade laut Amerika Serikat, sebelum kini terdeteksi menuju perairan Indonesia.
Informasi tersebut diungkap oleh TankerTrackers, lembaga pemantau pergerakan kapal tanker global, pada Minggu (3/5/2026) seperti dilansir anadolu.
“Kami melacak sebuah supertanker milik Perusahaan Tanker Iran Nasional (NITC) yang mengangkut lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah. Kapal ini berhasil menghindari Angkatan Laut AS dan kini telah mencapai kawasan Timur Jauh,” tulis TankerTrackers.
Kapal tersebut teridentifikasi dengan nama HUGE (IMO 9357183). Berdasarkan pelacakan terakhir, tanker raksasa itu sempat terpantau di pesisir Sri Lanka lebih dari sepekan lalu sebelum menghilang dari radar.
Saat ini, kapal dilaporkan bergerak melalui Selat Lombok dan mengarah ke wilayah Kepulauan Riau.
Yang menjadi sorotan, kapal tersebut tidak memancarkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret lalu, tak lama setelah berlayar dari kawasan Selat Malaka menuju Iran. Praktik “gelap” ini kerap digunakan untuk menghindari pelacakan internasional.
Pergerakan tanker ini menambah ketegangan dalam dinamika perdagangan minyak global, khususnya terkait upaya pengawasan distribusi energi Iran di tengah tekanan sanksi Amerika Serikat. (ntr)