logo
● Sumpah Pemuda di Bundaran HI Memanas, 14 Ribu Polisi Kawal Aksi Mahasiswa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● DPRD Pekanbaru Bakal Panggil Kanwil BPN Terkait Warkah HGB 444/1971 CV.Cahaya Se Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● BEM UIR Kecam Kekerasan Polisi saat Demo Karhutla, Sejumlah Mahasiswa Terluka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dolar AS Tembus Rp18.184, Rupiah Dibayangi Risiko Perang dan Inflasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Perampingan OPD Bisa Dilakukan Tanpa Mengubah Perda, Sekdaprov Riau: Cukup Ubah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● DPKP Pekanbaru Catat 166 Kasus Kebakaran hingga 20 Oktober 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Alokasi Anggaran Rp 30 Miliar untuk Delapan Daerah di Riau Penanganan Karhutla Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Musnahkan 100,55 Kg Sabu dan Ganja Senilai Rp149,73 Miliar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Internasional
Blokade Jebol! Tanker Raksasa Iran Berlayar Diam-diam ke Arah Kepulauan Riau
Ilustrasi - Kapal tanker Iran. (Foto: Dok. Antara)
Blokade Jebol! Tanker Raksasa Iran Berlayar Diam-diam ke Arah Kepulauan Riau
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 3 Mei 2026 | 15:11:53

ISTANBUL – Sebuah kapal tanker raksasa milik Iran yang membawa minyak mentah bernilai hampir 220 juta dolar Amerika Serikat (sekitar Rp3,81 triliun) dilaporkan berhasil lolos dari pengawasan dan blokade laut Amerika Serikat, sebelum kini terdeteksi menuju perairan Indonesia.

Informasi tersebut diungkap oleh TankerTrackers, lembaga pemantau pergerakan kapal tanker global, pada Minggu (3/5/2026) seperti dilansir anadolu.

“Kami melacak sebuah supertanker milik Perusahaan Tanker Iran Nasional (NITC) yang mengangkut lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah. Kapal ini berhasil menghindari Angkatan Laut AS dan kini telah mencapai kawasan Timur Jauh,” tulis TankerTrackers.

iklan-view

Kapal tersebut teridentifikasi dengan nama HUGE (IMO 9357183). Berdasarkan pelacakan terakhir, tanker raksasa itu sempat terpantau di pesisir Sri Lanka lebih dari sepekan lalu sebelum menghilang dari radar.

Saat ini, kapal dilaporkan bergerak melalui Selat Lombok dan mengarah ke wilayah Kepulauan Riau.

Yang menjadi sorotan, kapal tersebut tidak memancarkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret lalu, tak lama setelah berlayar dari kawasan Selat Malaka menuju Iran. Praktik “gelap” ini kerap digunakan untuk menghindari pelacakan internasional.

Pergerakan tanker ini menambah ketegangan dalam dinamika perdagangan minyak global, khususnya terkait upaya pengawasan distribusi energi Iran di tengah tekanan sanksi Amerika Serikat. (ntr)

Home / News
Blokade Jebol! Tanker Raksasa Iran Berlayar Diam-diam ke Arah Kepulauan Riau
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 3 Mei 2026 | 15:11:53
Blokade Jebol! Tanker Raksasa Iran Berlayar Diam-diam ke Arah Kepulauan Riau
Ilustrasi - Kapal tanker Iran. (Foto: Dok. Antara)

ISTANBUL – Sebuah kapal tanker raksasa milik Iran yang membawa minyak mentah bernilai hampir 220 juta dolar Amerika Serikat (sekitar Rp3,81 triliun) dilaporkan berhasil lolos dari pengawasan dan blokade laut Amerika Serikat, sebelum kini terdeteksi menuju perairan Indonesia.

Informasi tersebut diungkap oleh TankerTrackers, lembaga pemantau pergerakan kapal tanker global, pada Minggu (3/5/2026) seperti dilansir anadolu.

“Kami melacak sebuah supertanker milik Perusahaan Tanker Iran Nasional (NITC) yang mengangkut lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah. Kapal ini berhasil menghindari Angkatan Laut AS dan kini telah mencapai kawasan Timur Jauh,” tulis TankerTrackers.

Kapal tersebut teridentifikasi dengan nama HUGE (IMO 9357183). Berdasarkan pelacakan terakhir, tanker raksasa itu sempat terpantau di pesisir Sri Lanka lebih dari sepekan lalu sebelum menghilang dari radar.

Saat ini, kapal dilaporkan bergerak melalui Selat Lombok dan mengarah ke wilayah Kepulauan Riau.

Yang menjadi sorotan, kapal tersebut tidak memancarkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret lalu, tak lama setelah berlayar dari kawasan Selat Malaka menuju Iran. Praktik “gelap” ini kerap digunakan untuk menghindari pelacakan internasional.

Pergerakan tanker ini menambah ketegangan dalam dinamika perdagangan minyak global, khususnya terkait upaya pengawasan distribusi energi Iran di tengah tekanan sanksi Amerika Serikat. (ntr)