
PEKANBARU – Pencarian terhadap Riko Rikardo (27), pemuda asal Desa Pulau Kumpai, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi, akhirnya membuahkan hasil. Korban yang tenggelam di Sungai Kuantan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (13/5/2026) pagi.
Tim SAR gabungan menemukan jasad korban sekitar pukul 07.20 WIB, berjarak kurang lebih satu kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan jatuh ke sungai.
Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi mengatakan, derasnya arus Sungai Kuantan menjadi kendala utama dalam proses pencarian.
“Korban berhasil ditemukan sekitar satu kilometer dari titik jatuh,” ujarnya.
Setelah dievakuasi, jenazah Riko langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan pihak keluarga.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pergi mandi seorang diri ke Sungai Kuantan.
Namun, belum diketahui pasti penyebabnya, Riko diduga terpeleset lalu jatuh ke sungai dengan kondisi arus yang sedang deras dan debit air meningkat.
“Arus sungai cukup deras dan air sedang naik, sehingga korban langsung hanyut. Warga yang melihat kejadian itu tidak sempat memberikan pertolongan,” kata Budi.
Warga bersama petugas BPBD dan tim SAR sempat melakukan pencarian hingga malam hari, namun korban belum berhasil ditemukan.
Pencarian kemudian dilanjutkan sejak pagi dan akhirnya membuahkan hasil setelah tubuh korban ditemukan mengapung di aliran sungai.
“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing,” tutupnya. (mcr)
PEKANBARU – Pencarian terhadap Riko Rikardo (27), pemuda asal Desa Pulau Kumpai, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi, akhirnya membuahkan hasil. Korban yang tenggelam di Sungai Kuantan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (13/5/2026) pagi.
Tim SAR gabungan menemukan jasad korban sekitar pukul 07.20 WIB, berjarak kurang lebih satu kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan jatuh ke sungai.
Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi mengatakan, derasnya arus Sungai Kuantan menjadi kendala utama dalam proses pencarian.
“Korban berhasil ditemukan sekitar satu kilometer dari titik jatuh,” ujarnya.
Setelah dievakuasi, jenazah Riko langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan pihak keluarga.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pergi mandi seorang diri ke Sungai Kuantan.
Namun, belum diketahui pasti penyebabnya, Riko diduga terpeleset lalu jatuh ke sungai dengan kondisi arus yang sedang deras dan debit air meningkat.
“Arus sungai cukup deras dan air sedang naik, sehingga korban langsung hanyut. Warga yang melihat kejadian itu tidak sempat memberikan pertolongan,” kata Budi.
Warga bersama petugas BPBD dan tim SAR sempat melakukan pencarian hingga malam hari, namun korban belum berhasil ditemukan.
Pencarian kemudian dilanjutkan sejak pagi dan akhirnya membuahkan hasil setelah tubuh korban ditemukan mengapung di aliran sungai.
“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing,” tutupnya. (mcr)