logo
Ratusan Tokoh Lima Daerah Gelar Musyawarah di Dumai, Bahas Pembentukan Provinsi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pejabat Pemko Pekanbaru Berkinerja Buruk Siap Diganti, Agung Nugroho Terapkan Ev Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pets Day Out 2026 Pekanbaru Jadi Magnet Pecinta Satwa, Edukasi Reptil hingga Vak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polsek Pangkalan Kerinci Ringkus Lima Pelaku Pengeroyokan di Terusan Baru, Motif Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Disembunyikan di Selangkangan, Penumpang di Bandara SSK II Kedapatan Bawa 2,2 Kg Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini Masih Mengancam Sejumlah Wilayah Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi APJII Riau Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Perluas Akses Internet Berkualit Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPD Golkar Riau Tunggu Putusan Pusat Terkait Perselisihan Iwan Fatah-Eet Indra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / PADANG
Dua Orang Tertembak di Kampus UNP Padang, Mahasiswi Jalani Operasi Angkat Proyektil
Korban tergeletak di depan Rektorat UNP setelah diduga terkena peluru nyasar. (Foto: Ist)
Dua Orang Tertembak di Kampus UNP Padang, Mahasiswi Jalani Operasi Angkat Proyektil
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
3 Juni 2026 | 08:02:26

PADANG – Insiden dugaan peluru nyasar menggegerkan lingkungan Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, Selasa (2/6/2026) petang. Dua orang dilaporkan terluka akibat tembakan saat berada di sekitar kawasan Gedung Rektorat dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun PekanbaruTV dari berbagai sumber, kedua korban diketahui merupakan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial UNP berinisial N dan seorang pria berinisial G yang merupakan keluarga mahasiswa, bukan mahasiswa UNP. Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ketika sejumlah mahasiswa sedang berfoto dan merayakan kelulusan seminar proposal serta ujian komprehensif di area lapangan depan rektorat.

Sekretaris UNP, Erianjoni, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, korban perempuan merupakan mahasiswa Jurusan Sosiologi, sementara korban lainnya adalah anggota keluarga mahasiswa yang tengah menunggu kerabatnya di kampus.

"Memang ada kejadian itu. Ada dua orang korban," kata Erianjoni.

iklan-view

Ia menjelaskan, kedua korban sempat mendapatkan penanganan di RS Hermina Padang sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Reksodiwiryo pada malam hari.

Korban N mengalami luka tembak di bagian paha dan harus menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil yang bersarang di tubuhnya. Sementara korban G mengalami luka pada bagian tangan dan saat ini masih menjalani perawatan medis.

Pasca-kejadian, aparat keamanan melakukan penjagaan ketat di lingkungan kampus maupun rumah sakit tempat korban dirawat. Hingga kini, asal peluru yang mengenai kedua korban masih dalam penyelidikan.

Insiden tersebut terjadi bersamaan dengan kegiatan latihan menembak yang berlangsung di markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 897/Singgalang. Lokasi latihan berada di kawasan Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti, yang berseberangan dengan kampus UNP.

Kepala Penerangan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kaveleri Taufiq, membenarkan adanya latihan menembak menggunakan senjata laras panjang pada waktu yang hampir bersamaan dengan kejadian.

"Memang benar pada saat bersamaan sedang berlangsung latihan menembak menggunakan laras panjang. Namun belum bisa dipastikan apakah peluru yang mengenai korban berasal dari anggota yang sedang melaksanakan latihan atau bukan. Saat ini masih dilakukan investigasi," ujarnya.

Menurut Taufiq, jarak antara lapangan tembak dan lokasi kejadian mencapai sekitar 800 meter. Secara teknis, kata dia, fasilitas latihan tersebut telah memenuhi standar keamanan yang berlaku. Meski demikian, evaluasi akan dilakukan setelah proses investigasi selesai.

"Kami akan mengevaluasi setelah investigasi. Saat ini fokus utama adalah penanganan korban," katanya.

Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol juga memastikan seluruh biaya pengobatan kedua korban ditanggung oleh TNI AD.

Kasus dugaan peluru nyasar di kawasan UNP bukan kali pertama terjadi. Pada 2020 lalu, sebuah peluru dilaporkan menghantam kaca Gedung Rektorat UNP hingga pecah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. (kum/cnn/gnt)

Home / News
Dua Orang Tertembak di Kampus UNP Padang, Mahasiswi Jalani Operasi Angkat Proyektil
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 3 Juni 2026 | 08:02:26
Dua Orang Tertembak di Kampus UNP Padang, Mahasiswi Jalani Operasi Angkat Proyektil
Korban tergeletak di depan Rektorat UNP setelah diduga terkena peluru nyasar. (Foto: Ist)

PADANG – Insiden dugaan peluru nyasar menggegerkan lingkungan Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, Selasa (2/6/2026) petang. Dua orang dilaporkan terluka akibat tembakan saat berada di sekitar kawasan Gedung Rektorat dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun PekanbaruTV dari berbagai sumber, kedua korban diketahui merupakan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial UNP berinisial N dan seorang pria berinisial G yang merupakan keluarga mahasiswa, bukan mahasiswa UNP. Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ketika sejumlah mahasiswa sedang berfoto dan merayakan kelulusan seminar proposal serta ujian komprehensif di area lapangan depan rektorat.

Sekretaris UNP, Erianjoni, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, korban perempuan merupakan mahasiswa Jurusan Sosiologi, sementara korban lainnya adalah anggota keluarga mahasiswa yang tengah menunggu kerabatnya di kampus.

"Memang ada kejadian itu. Ada dua orang korban," kata Erianjoni.

Ia menjelaskan, kedua korban sempat mendapatkan penanganan di RS Hermina Padang sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Reksodiwiryo pada malam hari.

Korban N mengalami luka tembak di bagian paha dan harus menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil yang bersarang di tubuhnya. Sementara korban G mengalami luka pada bagian tangan dan saat ini masih menjalani perawatan medis.

Pasca-kejadian, aparat keamanan melakukan penjagaan ketat di lingkungan kampus maupun rumah sakit tempat korban dirawat. Hingga kini, asal peluru yang mengenai kedua korban masih dalam penyelidikan.

Insiden tersebut terjadi bersamaan dengan kegiatan latihan menembak yang berlangsung di markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 897/Singgalang. Lokasi latihan berada di kawasan Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti, yang berseberangan dengan kampus UNP.

Kepala Penerangan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kaveleri Taufiq, membenarkan adanya latihan menembak menggunakan senjata laras panjang pada waktu yang hampir bersamaan dengan kejadian.

"Memang benar pada saat bersamaan sedang berlangsung latihan menembak menggunakan laras panjang. Namun belum bisa dipastikan apakah peluru yang mengenai korban berasal dari anggota yang sedang melaksanakan latihan atau bukan. Saat ini masih dilakukan investigasi," ujarnya.

Menurut Taufiq, jarak antara lapangan tembak dan lokasi kejadian mencapai sekitar 800 meter. Secara teknis, kata dia, fasilitas latihan tersebut telah memenuhi standar keamanan yang berlaku. Meski demikian, evaluasi akan dilakukan setelah proses investigasi selesai.

"Kami akan mengevaluasi setelah investigasi. Saat ini fokus utama adalah penanganan korban," katanya.

Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol juga memastikan seluruh biaya pengobatan kedua korban ditanggung oleh TNI AD.

Kasus dugaan peluru nyasar di kawasan UNP bukan kali pertama terjadi. Pada 2020 lalu, sebuah peluru dilaporkan menghantam kaca Gedung Rektorat UNP hingga pecah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. (kum/cnn/gnt)