
MADINAH – Proses kepulangan jamaah haji Indonesia dari Tanah Suci terus berlangsung. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan seluruh rangkaian pemulangan berjalan tertib, aman, nyaman, dan lancar, sembari mengingatkan jamaah untuk mematuhi ketentuan penerbangan serta menjaga kesehatan hingga tiba di Tanah Air.
Juru Bicara Kemenhaj RI, Ichsan Marsha, menyampaikan bahwa hingga Sabtu, sebanyak 59 kelompok terbang (kloter) dengan 23.129 jamaah dan 236 petugas telah diberangkatkan dari Arab Saudi menuju Indonesia. Dari jumlah tersebut, 56 kloter yang terdiri atas 21.948 jamaah dan 224 petugas telah tiba dengan selamat di Tanah Air.
Sementara itu, kepulangan jamaah haji khusus juga terus berjalan. Hingga saat ini tercatat 7.702 jamaah dan 368 petugas haji khusus telah kembali ke Indonesia.
“Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh proses kepulangan jamaah haji reguler maupun haji khusus terus dikawal secara intensif agar berjalan tertib, aman, nyaman, dan lancar,” kata Ichsan di Madinah.

Memasuki fase kepulangan, jamaah diingatkan untuk lebih cermat menjaga dokumen perjalanan. Paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, serta dokumen penting lainnya sebaiknya disimpan di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
“Paspor merupakan dokumen perjalanan yang sangat penting. Jika hilang, segera laporkan kepada ketua kloter atau petugas haji agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur,” ujarnya.
Kemenhaj juga mengingatkan ketentuan barang bawaan yang berlaku. Setiap jamaah diperbolehkan membawa tas paspor, satu koper kabin dengan berat maksimal 7 kilogram, serta satu koper bagasi dengan berat maksimal 32 kilogram.
Untuk mempercepat proses pemulangan, penimbangan koper bagasi telah dilakukan di hotel tempat jamaah menginap dua hari sebelum keberangkatan. Setelah diserahkan kepada petugas, koper akan melalui proses pemeriksaan sebelum disimpan di gudang maskapai hingga jadwal penerbangan.
Karena itu, jamaah diminta tidak lagi menambahkan barang ke dalam koper yang telah ditimbang dan diserahkan.
Selain itu, Kemenhaj kembali menegaskan bahwa air zamzam tidak diperbolehkan dibawa dalam koper bagasi maupun kabin. Keberadaan air zamzam di dalam koper dapat menghambat proses pemeriksaan dan berpotensi mengganggu kelancaran distribusi bagasi.
Jamaah tidak perlu khawatir, karena setiap peserta haji Indonesia akan menerima satu galon air zamzam berisi lima liter yang dibagikan di debarkasi setelah tiba di Tanah Air.
Di sisi lain, tingginya aktivitas penerbangan di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah membuat sebagian penerbangan Saudia Airlines yang mengangkut jamaah Indonesia dialihkan dari Terminal Haji ke Terminal Internasional (Terminal 1).
Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan baik, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menempatkan personel di Terminal 1 guna mendampingi dan membantu jamaah selama proses keberangkatan.
Jamaah diimbau untuk selalu mengikuti arahan petugas, memperhatikan informasi nomor gerbang keberangkatan, serta tetap berada di area tunggu yang telah ditentukan karena pengaturan gate dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan operasional bandara.
Bagi jamaah yang masih berada di Tanah Suci, Kemenhaj juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dengan memperbanyak minum air putih, makan teratur, beristirahat cukup, serta menggunakan payung atau pelindung kepala saat beraktivitas di luar ruangan.
“Mari terus menjaga kekompakan, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan hingga seluruh jamaah kembali ke Tanah Air dengan selamat,” ujar Ichsan. (ntr)




MADINAH – Proses kepulangan jamaah haji Indonesia dari Tanah Suci terus berlangsung. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan seluruh rangkaian pemulangan berjalan tertib, aman, nyaman, dan lancar, sembari mengingatkan jamaah untuk mematuhi ketentuan penerbangan serta menjaga kesehatan hingga tiba di Tanah Air.
Juru Bicara Kemenhaj RI, Ichsan Marsha, menyampaikan bahwa hingga Sabtu, sebanyak 59 kelompok terbang (kloter) dengan 23.129 jamaah dan 236 petugas telah diberangkatkan dari Arab Saudi menuju Indonesia. Dari jumlah tersebut, 56 kloter yang terdiri atas 21.948 jamaah dan 224 petugas telah tiba dengan selamat di Tanah Air.
Sementara itu, kepulangan jamaah haji khusus juga terus berjalan. Hingga saat ini tercatat 7.702 jamaah dan 368 petugas haji khusus telah kembali ke Indonesia.
“Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh proses kepulangan jamaah haji reguler maupun haji khusus terus dikawal secara intensif agar berjalan tertib, aman, nyaman, dan lancar,” kata Ichsan di Madinah.
Memasuki fase kepulangan, jamaah diingatkan untuk lebih cermat menjaga dokumen perjalanan. Paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, serta dokumen penting lainnya sebaiknya disimpan di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
“Paspor merupakan dokumen perjalanan yang sangat penting. Jika hilang, segera laporkan kepada ketua kloter atau petugas haji agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur,” ujarnya.
Kemenhaj juga mengingatkan ketentuan barang bawaan yang berlaku. Setiap jamaah diperbolehkan membawa tas paspor, satu koper kabin dengan berat maksimal 7 kilogram, serta satu koper bagasi dengan berat maksimal 32 kilogram.
Untuk mempercepat proses pemulangan, penimbangan koper bagasi telah dilakukan di hotel tempat jamaah menginap dua hari sebelum keberangkatan. Setelah diserahkan kepada petugas, koper akan melalui proses pemeriksaan sebelum disimpan di gudang maskapai hingga jadwal penerbangan.
Karena itu, jamaah diminta tidak lagi menambahkan barang ke dalam koper yang telah ditimbang dan diserahkan.
Selain itu, Kemenhaj kembali menegaskan bahwa air zamzam tidak diperbolehkan dibawa dalam koper bagasi maupun kabin. Keberadaan air zamzam di dalam koper dapat menghambat proses pemeriksaan dan berpotensi mengganggu kelancaran distribusi bagasi.
Jamaah tidak perlu khawatir, karena setiap peserta haji Indonesia akan menerima satu galon air zamzam berisi lima liter yang dibagikan di debarkasi setelah tiba di Tanah Air.
Di sisi lain, tingginya aktivitas penerbangan di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah membuat sebagian penerbangan Saudia Airlines yang mengangkut jamaah Indonesia dialihkan dari Terminal Haji ke Terminal Internasional (Terminal 1).
Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan baik, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menempatkan personel di Terminal 1 guna mendampingi dan membantu jamaah selama proses keberangkatan.
Jamaah diimbau untuk selalu mengikuti arahan petugas, memperhatikan informasi nomor gerbang keberangkatan, serta tetap berada di area tunggu yang telah ditentukan karena pengaturan gate dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan operasional bandara.
Bagi jamaah yang masih berada di Tanah Suci, Kemenhaj juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dengan memperbanyak minum air putih, makan teratur, beristirahat cukup, serta menggunakan payung atau pelindung kepala saat beraktivitas di luar ruangan.
“Mari terus menjaga kekompakan, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan hingga seluruh jamaah kembali ke Tanah Air dengan selamat,” ujar Ichsan. (ntr)