
PEKANBARU — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Riau menunjukkan hasil positif. Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, Regu Pemadam (Regdam) PT Sumatra Riang Lestari (SRL), TNI, Polri, BPBD, serta dukungan helikopter water bombing BNPB berhasil menekan dan mempersempit area kebakaran di Kabupaten Bengkalis dan Rokan Hilir.
Hingga Sabtu (6/6/2026) malam, operasi pemadaman masih difokuskan di tiga titik utama, yakni Tanjung Kapal di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, serta Rantau Bais dan Kepenghuluan Sungai Besar di Kabupaten Rokan Hilir.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan percepatan pengendalian api didukung penambahan personel dan optimalisasi sarana pemadaman di lapangan.

"Tiga lokasi yang ditangani yaitu Tanjung Kapal Rupat, Rantau Bais dan Sungai Besar Rohil menunjukkan progres yang sangat signifikan," kata Ferdian, Minggu (7/6/2026).
Di Tanjung Kapal, Manggala Agni memperkuat operasi dengan mendatangkan personel bantuan dari sejumlah daerah operasi, seperti Siak, Jambi, dan Muara Tebo. Mereka bergabung dengan tim yang telah lebih dahulu berjibaku memadamkan api di lahan gambut.
Di lapangan, tim gabungan menerapkan strategi pengepungan api melalui pembangunan sekat bakar dari berbagai arah. Regdam PT SRL bergerak dari area konsesi perusahaan untuk menyambung jalur sekat yang dikerjakan Manggala Agni, sehingga area kebakaran semakin terisolasi dan pergerakan api dapat ditekan.
"Regdam PT SRL maju ke arah yang dikerjakan Manggala Agni dan sudah hampir temu gelang tersekat di semua sisi," ujar Ferdian.
Operasi darat juga diperkuat dengan penggunaan alat berat untuk membuka jalur sekat bakar serta menggali embung sebagai sumber air pemadaman. Sementara itu, helikopter water bombing BNPB terus melakukan pengeboman air pada bagian kepala api yang sulit dijangkau personel di darat.
Langkah serupa dilakukan di Kabupaten Rokan Hilir. Tim Manggala Agni Dumai dan Pekanbaru bersama unsur satgas lainnya terus melakukan pemadaman dan pembasahan lahan di wilayah Kepenghuluan Sungai Besar. Sedangkan di Rantau Bais, upaya pengendalian api dipercepat melalui dukungan satu unit helikopter water bombing yang menyasar titik-titik kebakaran yang sulit ditembus.
Meski kondisi di seluruh lokasi menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, petugas belum menurunkan kewaspadaan. Saat ini tim masih bertahan di lapangan untuk melaksanakan pendinginan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa di bawah permukaan gambut dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Fokus utama petugas kini adalah menuntaskan pendinginan dan menjaga agar api tidak muncul kembali, sehingga seluruh area terdampak benar-benar dinyatakan aman. (mcr)


PEKANBARU — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Riau menunjukkan hasil positif. Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, Regu Pemadam (Regdam) PT Sumatra Riang Lestari (SRL), TNI, Polri, BPBD, serta dukungan helikopter water bombing BNPB berhasil menekan dan mempersempit area kebakaran di Kabupaten Bengkalis dan Rokan Hilir.
Hingga Sabtu (6/6/2026) malam, operasi pemadaman masih difokuskan di tiga titik utama, yakni Tanjung Kapal di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, serta Rantau Bais dan Kepenghuluan Sungai Besar di Kabupaten Rokan Hilir.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan percepatan pengendalian api didukung penambahan personel dan optimalisasi sarana pemadaman di lapangan.
"Tiga lokasi yang ditangani yaitu Tanjung Kapal Rupat, Rantau Bais dan Sungai Besar Rohil menunjukkan progres yang sangat signifikan," kata Ferdian, Minggu (7/6/2026).
Di Tanjung Kapal, Manggala Agni memperkuat operasi dengan mendatangkan personel bantuan dari sejumlah daerah operasi, seperti Siak, Jambi, dan Muara Tebo. Mereka bergabung dengan tim yang telah lebih dahulu berjibaku memadamkan api di lahan gambut.
Di lapangan, tim gabungan menerapkan strategi pengepungan api melalui pembangunan sekat bakar dari berbagai arah. Regdam PT SRL bergerak dari area konsesi perusahaan untuk menyambung jalur sekat yang dikerjakan Manggala Agni, sehingga area kebakaran semakin terisolasi dan pergerakan api dapat ditekan.
"Regdam PT SRL maju ke arah yang dikerjakan Manggala Agni dan sudah hampir temu gelang tersekat di semua sisi," ujar Ferdian.
Operasi darat juga diperkuat dengan penggunaan alat berat untuk membuka jalur sekat bakar serta menggali embung sebagai sumber air pemadaman. Sementara itu, helikopter water bombing BNPB terus melakukan pengeboman air pada bagian kepala api yang sulit dijangkau personel di darat.
Langkah serupa dilakukan di Kabupaten Rokan Hilir. Tim Manggala Agni Dumai dan Pekanbaru bersama unsur satgas lainnya terus melakukan pemadaman dan pembasahan lahan di wilayah Kepenghuluan Sungai Besar. Sedangkan di Rantau Bais, upaya pengendalian api dipercepat melalui dukungan satu unit helikopter water bombing yang menyasar titik-titik kebakaran yang sulit ditembus.
Meski kondisi di seluruh lokasi menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, petugas belum menurunkan kewaspadaan. Saat ini tim masih bertahan di lapangan untuk melaksanakan pendinginan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa di bawah permukaan gambut dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Fokus utama petugas kini adalah menuntaskan pendinginan dan menjaga agar api tidak muncul kembali, sehingga seluruh area terdampak benar-benar dinyatakan aman. (mcr)