
PEKANBARU – Semangat menjaga lingkungan ditunjukkan para siswa SMA Negeri 12 Pekanbaru saat mengikuti aksi bersih-bersih dalam rangka puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Provinsi Riau di kawasan Stadion Utama Riau, Sabtu (6/6/2026).
Berkat kerja sama dan kegigihan menyisir berbagai sudut kompleks stadion, para pelajar dari sekolah yang berada di Jalan Ketitiran, Garuda Sakti KM 3 itu berhasil mengumpulkan 106,6 kilogram sampah. Capaian tersebut mengantarkan SMAN 12 Pekanbaru menjadi juara pertama kategori pengumpulan sampah terbanyak.
Atas prestasi itu, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) memberikan penghargaan berupa piala dan uang pembinaan sebesar Rp1 juta yang diserahkan langsung oleh Kepala DLHK Riau, M Job Kurniawan.

Menurut Job, aksi yang dilakukan para pelajar tersebut menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya dipelajari di ruang kelas, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.
"Sebanyak 106,6 kilogram sampah yang berhasil dikumpulkan dalam satu pagi menunjukkan semangat dan kepedulian yang luar biasa. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dari diri sendiri dengan tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya.
Kebahagiaan juga dirasakan para siswa. Nadia, salah seorang perwakilan SMAN 12 Pekanbaru, mengaku tidak menyangka sekolahnya akan keluar sebagai pemenang.
"Kami sangat kaget saat diumumkan sebagai juara pertama. Pengalaman ini membuat kami sadar bahwa sampah yang terlihat sedikit jika dibiarkan dan dikumpulkan bisa menjadi sangat banyak. Semoga semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap lingkungan," katanya.
Dalam kategori pengumpulan sampah terbanyak, posisi kedua diraih Satpol PP Provinsi Riau dengan total 70,3 kilogram sampah, disusul kelompok masyarakat yang dipimpin Samsuar di peringkat ketiga dengan 65,6 kilogram.
Panitia juga memberikan penghargaan untuk kategori sampah anorganik terbanyak. Komunitas Green Generation menjadi juara pertama dengan 38,2 kilogram, diikuti SMAN 5 Pekanbaru dengan 26,8 kilogram dan SMAN 4 Pekanbaru dengan 23,6 kilogram.
Sementara pada kategori sampah organik terbanyak, SMP Negeri 42 Pekanbaru berhasil meraih juara pertama setelah mengumpulkan 28,2 kilogram sampah organik. Posisi kedua ditempati kelompok masyarakat atas nama Susilo dengan 21,7 kilogram, sedangkan SMAN 16 Pekanbaru berada di urutan ketiga dengan 20 kilogram. (mcr)


PEKANBARU – Semangat menjaga lingkungan ditunjukkan para siswa SMA Negeri 12 Pekanbaru saat mengikuti aksi bersih-bersih dalam rangka puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Provinsi Riau di kawasan Stadion Utama Riau, Sabtu (6/6/2026).
Berkat kerja sama dan kegigihan menyisir berbagai sudut kompleks stadion, para pelajar dari sekolah yang berada di Jalan Ketitiran, Garuda Sakti KM 3 itu berhasil mengumpulkan 106,6 kilogram sampah. Capaian tersebut mengantarkan SMAN 12 Pekanbaru menjadi juara pertama kategori pengumpulan sampah terbanyak.
Atas prestasi itu, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) memberikan penghargaan berupa piala dan uang pembinaan sebesar Rp1 juta yang diserahkan langsung oleh Kepala DLHK Riau, M Job Kurniawan.
Menurut Job, aksi yang dilakukan para pelajar tersebut menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya dipelajari di ruang kelas, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.
"Sebanyak 106,6 kilogram sampah yang berhasil dikumpulkan dalam satu pagi menunjukkan semangat dan kepedulian yang luar biasa. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dari diri sendiri dengan tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya.
Kebahagiaan juga dirasakan para siswa. Nadia, salah seorang perwakilan SMAN 12 Pekanbaru, mengaku tidak menyangka sekolahnya akan keluar sebagai pemenang.
"Kami sangat kaget saat diumumkan sebagai juara pertama. Pengalaman ini membuat kami sadar bahwa sampah yang terlihat sedikit jika dibiarkan dan dikumpulkan bisa menjadi sangat banyak. Semoga semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap lingkungan," katanya.
Dalam kategori pengumpulan sampah terbanyak, posisi kedua diraih Satpol PP Provinsi Riau dengan total 70,3 kilogram sampah, disusul kelompok masyarakat yang dipimpin Samsuar di peringkat ketiga dengan 65,6 kilogram.
Panitia juga memberikan penghargaan untuk kategori sampah anorganik terbanyak. Komunitas Green Generation menjadi juara pertama dengan 38,2 kilogram, diikuti SMAN 5 Pekanbaru dengan 26,8 kilogram dan SMAN 4 Pekanbaru dengan 23,6 kilogram.
Sementara pada kategori sampah organik terbanyak, SMP Negeri 42 Pekanbaru berhasil meraih juara pertama setelah mengumpulkan 28,2 kilogram sampah organik. Posisi kedua ditempati kelompok masyarakat atas nama Susilo dengan 21,7 kilogram, sedangkan SMAN 16 Pekanbaru berada di urutan ketiga dengan 20 kilogram. (mcr)