
JAKARTA – Spekulasi mengenai masuknya ekonom senior Muhammad Chatib Basri ke jajaran tim ekonomi Kabinet Merah Putih kian menghangat. Mantan Menteri Keuangan itu bahkan disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS.
Pemberitaan sejumlah media nasional yang dipantau PekanbaruTV, Sabtu (6/6/2026), mengabarkan tentang kemungkinan Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan atau reshuffle kabinet pada awal pekan depan. Nama Chatib Basri menjadi salah satu figur yang ramai dikaitkan dengan perubahan tersebut.
Spekulasi semakin menguat setelah Chatib diketahui pulang lebih cepat ke Indonesia dari Amerika Serikat. Saat ini ia tengah menjalani aktivitas sebagai Visiting Fellow di Harvard Kennedy School. Informasi yang beredar menyebutkan sejumlah agenda pertemuannya di Boston batal terlaksana karena ia lebih dahulu bertolak ke Jakarta.

Kepulangan ekonom yang akrab disapa Kang Dede itu kemudian memicu berbagai dugaan. Selain disebut berpeluang mengisi posisi Menteri Keuangan, beredar pula kabar bahwa Purbaya Yudhi Sadewa dipersiapkan untuk menempati jabatan Gubernur Bank Indonesia menggantikan Perry Warjiyo yang masa jabatannya akan berakhir.
Namun hingga kini seluruh kabar tersebut masih sebatas spekulasi. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah membantah adanya rencana reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Hingga Jumat malam, juga tidak terlihat agenda pelantikan menteri baru di Istana Kepresidenan Jakarta.
Purbaya sendiri menepis isu penggantian dirinya. Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menegaskan tidak memiliki rencana untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Nama Chatib Basri dinilai wajar menjadi sorotan mengingat rekam jejaknya yang kuat di bidang ekonomi. Ia pernah menjabat Menteri Keuangan pada 2013–2014 pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang saat itu dipercaya menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia.
Selain pernah memimpin Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Chatib juga dikenal sebagai ekonom yang memiliki keahlian di bidang makroekonomi, perdagangan internasional, dan ekonomi politik. Saat ini ia masih aktif sebagai akademisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia serta terlibat dalam berbagai forum ekonomi internasional.
Dengan pengalaman panjang di pemerintahan maupun dunia akademik, Chatib dianggap memiliki kapasitas untuk menghadapi tantangan ekonomi nasional. Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Istana yang mengonfirmasi masuknya Chatib Basri ke dalam kabinet ataupun rencana pergantian Menteri Keuangan. (rmol/src/enc)


JAKARTA – Spekulasi mengenai masuknya ekonom senior Muhammad Chatib Basri ke jajaran tim ekonomi Kabinet Merah Putih kian menghangat. Mantan Menteri Keuangan itu bahkan disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS.
Pemberitaan sejumlah media nasional yang dipantau PekanbaruTV, Sabtu (6/6/2026), mengabarkan tentang kemungkinan Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan atau reshuffle kabinet pada awal pekan depan. Nama Chatib Basri menjadi salah satu figur yang ramai dikaitkan dengan perubahan tersebut.
Spekulasi semakin menguat setelah Chatib diketahui pulang lebih cepat ke Indonesia dari Amerika Serikat. Saat ini ia tengah menjalani aktivitas sebagai Visiting Fellow di Harvard Kennedy School. Informasi yang beredar menyebutkan sejumlah agenda pertemuannya di Boston batal terlaksana karena ia lebih dahulu bertolak ke Jakarta.
Kepulangan ekonom yang akrab disapa Kang Dede itu kemudian memicu berbagai dugaan. Selain disebut berpeluang mengisi posisi Menteri Keuangan, beredar pula kabar bahwa Purbaya Yudhi Sadewa dipersiapkan untuk menempati jabatan Gubernur Bank Indonesia menggantikan Perry Warjiyo yang masa jabatannya akan berakhir.
Namun hingga kini seluruh kabar tersebut masih sebatas spekulasi. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah membantah adanya rencana reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Hingga Jumat malam, juga tidak terlihat agenda pelantikan menteri baru di Istana Kepresidenan Jakarta.
Purbaya sendiri menepis isu penggantian dirinya. Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menegaskan tidak memiliki rencana untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Nama Chatib Basri dinilai wajar menjadi sorotan mengingat rekam jejaknya yang kuat di bidang ekonomi. Ia pernah menjabat Menteri Keuangan pada 2013–2014 pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang saat itu dipercaya menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia.
Selain pernah memimpin Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Chatib juga dikenal sebagai ekonom yang memiliki keahlian di bidang makroekonomi, perdagangan internasional, dan ekonomi politik. Saat ini ia masih aktif sebagai akademisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia serta terlibat dalam berbagai forum ekonomi internasional.
Dengan pengalaman panjang di pemerintahan maupun dunia akademik, Chatib dianggap memiliki kapasitas untuk menghadapi tantangan ekonomi nasional. Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Istana yang mengonfirmasi masuknya Chatib Basri ke dalam kabinet ataupun rencana pergantian Menteri Keuangan. (rmol/src/enc)