logo
Pengawasan Diperketat, Satops Patnal Geledah Petugas dan Barang Bawaan di Lapas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Usai Direhabilitasi, Kucing Hutan hingga Owa Ungko Dilepasliarkan di Taman Nasio Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jaksa KPK Sebut Kesaksian Ahli Psikologi Forensik Menguatkan Pembuktian Kasus Ab Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi JMSI Riau Anugerahkan Amanah Leadership Award kepada Bupati Pelalawan Zukri Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Mutasi Polri: Kombes Pandra Tinggalkan Polda Riau, Kombes Akmadi Gantikan Posisi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Prediksi Hujan Masih Guyur Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ahli Psikologi Forensik: Atasan Tak Bisa Dipidana Hanya Karena Bawahan Berbuat K Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ahli Forensik Ungkap Titik Lemah Dakwaan Abdul Wahid: Motif dan Niat Jahat Belum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / SUMBAR
Musprov FMI Sumbar 2026: Didi Cahyadi Ningrat Terpilih Pimpin FMI Sumatera Barat Periode 2026–2030
Didi Cahyadi Ningrat terpilih sebagai Ketua FMI Pengprov Sumatera Barat periode 2026–2030. Ia menggantikan Ketua FMI Sumbar periode 2021–2025, Deni Prima Kurnia dalam Musprov FMI Sumbar yang digelar di Kota Padang, Sabtu (20/6/2026). (Foto: Ist)
Musprov FMI Sumbar 2026: Didi Cahyadi Ningrat Terpilih Pimpin FMI Sumatera Barat Periode 2026–2030
Editor: Arya Mahendra | Penulis: yudi saputra
21 Juni 2026 | 18:32:11

PADANG – Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) Pengurus Provinsi Sumatera Barat resmi memiliki nahkoda baru. Dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) FMI Sumbar yang digelar di Kota Padang, Sabtu (20/6/2026), Didi Cahyadi Ningrat terpilih sebagai Ketua FMI Pengprov Sumatera Barat periode 2026–2030. Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah baru pengembangan dunia mountaineering di Ranah Minang. 

Musprov yang dihadiri perwakilan komunitas, klub, dan pegiat kegiatan alam bebas dari berbagai daerah di Sumatera Barat berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan. Forum tersebut juga menjadi ajang evaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus penyusunan program strategis organisasi untuk empat tahun mendatang.

Ketua FMI Sumbar periode 2021–2025, Deni Prima Kurnia, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, komunitas, dan relawan yang selama ini turut membesarkan organisasi.

Menurut Deni, perjalanan FMI Sumbar selama empat tahun terakhir tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang memiliki komitmen sama dalam membangun budaya pendakian yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

iklan-view

"FMI Sumbar lahir dan tumbuh karena semangat kolektif. Kami berupaya menghadirkan organisasi yang bukan hanya dikenal di kalangan pendaki, tetapi juga mampu menjadi mitra strategis dalam edukasi keselamatan gunung, pelestarian lingkungan, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang mountaineering," ujarnya.

Ia menilai kepemimpinan baru merupakan bagian dari proses regenerasi yang sehat dalam organisasi. Karena itu, dirinya optimistis FMI Sumbar akan semakin berkembang di bawah kepemimpinan yang baru.

"Saya percaya estafet kepemimpinan ini berada di tangan yang tepat. Tantangan ke depan tentu semakin besar, namun saya yakin FMI Sumbar memiliki modal kuat berupa jaringan komunitas yang solid, semangat kolaborasi, dan kecintaan yang sama terhadap alam Indonesia," katanya.

Sementara itu, Ketua FMI Sumbar terpilih periode 2026–2030, Didi Cahyadi Ningrat, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan peserta Musprov.

Didi menegaskan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya akan melanjutkan fondasi organisasi yang telah dibangun sebelumnya, sekaligus memperkuat berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas pegiat alam bebas dan keselamatan aktivitas mountaineering.

"Amanah ini bukan tentang satu orang, melainkan tentang kerja bersama. FMI Sumbar harus menjadi rumah besar bagi seluruh pegiat mountaineering, tempat lahirnya kolaborasi, inovasi, dan kader-kader yang memiliki kompetensi serta integritas tinggi," ujarnya.

Menurutnya, perkembangan aktivitas pendakian gunung yang semakin pesat harus diimbangi dengan peningkatan edukasi keselamatan dan tanggung jawab lingkungan.

"Gunung bukan sekadar destinasi. Gunung adalah ruang belajar tentang disiplin, kepemimpinan, manajemen risiko, dan penghormatan terhadap alam. Karena itu, FMI Sumbar akan memperkuat kampanye Responsible Mountaineer agar menjadi budaya bersama, bukan sekadar slogan," tegasnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah, pengelola kawasan konservasi, komunitas pencinta alam, hingga sektor swasta guna memperluas manfaat organisasi bagi masyarakat.

Musprov FMI Sumbar 2026 menandai babak baru perjalanan organisasi mountaineering di Sumatera Barat. Dengan semangat regenerasi dan kolaborasi, FMI Sumbar diharapkan semakin berperan dalam mencetak pegiat alam yang profesional, beretika, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.

"Mendaki bukan hanya soal mencapai puncak. Yang lebih penting adalah bagaimana kita pulang dengan selamat, membawa nilai-nilai kebaikan, dan meninggalkan alam dalam kondisi yang lebih baik untuk generasi berikutnya," tutup Didi. (ysp)

Home / News
Musprov FMI Sumbar 2026: Didi Cahyadi Ningrat Terpilih Pimpin FMI Sumatera Barat Periode 2026–2030
Editor: Arya Mahendra | Penulis: yudi saputra
Rubrik: news | 21 Juni 2026 | 18:32:11
Musprov FMI Sumbar 2026: Didi Cahyadi Ningrat Terpilih Pimpin FMI Sumatera Barat Periode 2026–2030
Didi Cahyadi Ningrat terpilih sebagai Ketua FMI Pengprov Sumatera Barat periode 2026–2030. Ia menggantikan Ketua FMI Sumbar periode 2021–2025, Deni Prima Kurnia dalam Musprov FMI Sumbar yang digelar di Kota Padang, Sabtu (20/6/2026). (Foto: Ist)

PADANG – Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) Pengurus Provinsi Sumatera Barat resmi memiliki nahkoda baru. Dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) FMI Sumbar yang digelar di Kota Padang, Sabtu (20/6/2026), Didi Cahyadi Ningrat terpilih sebagai Ketua FMI Pengprov Sumatera Barat periode 2026–2030. Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah baru pengembangan dunia mountaineering di Ranah Minang. 

Musprov yang dihadiri perwakilan komunitas, klub, dan pegiat kegiatan alam bebas dari berbagai daerah di Sumatera Barat berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan. Forum tersebut juga menjadi ajang evaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus penyusunan program strategis organisasi untuk empat tahun mendatang.

Ketua FMI Sumbar periode 2021–2025, Deni Prima Kurnia, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, komunitas, dan relawan yang selama ini turut membesarkan organisasi.

Menurut Deni, perjalanan FMI Sumbar selama empat tahun terakhir tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang memiliki komitmen sama dalam membangun budaya pendakian yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

"FMI Sumbar lahir dan tumbuh karena semangat kolektif. Kami berupaya menghadirkan organisasi yang bukan hanya dikenal di kalangan pendaki, tetapi juga mampu menjadi mitra strategis dalam edukasi keselamatan gunung, pelestarian lingkungan, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang mountaineering," ujarnya.

Ia menilai kepemimpinan baru merupakan bagian dari proses regenerasi yang sehat dalam organisasi. Karena itu, dirinya optimistis FMI Sumbar akan semakin berkembang di bawah kepemimpinan yang baru.

"Saya percaya estafet kepemimpinan ini berada di tangan yang tepat. Tantangan ke depan tentu semakin besar, namun saya yakin FMI Sumbar memiliki modal kuat berupa jaringan komunitas yang solid, semangat kolaborasi, dan kecintaan yang sama terhadap alam Indonesia," katanya.

Sementara itu, Ketua FMI Sumbar terpilih periode 2026–2030, Didi Cahyadi Ningrat, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan peserta Musprov.

Didi menegaskan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya akan melanjutkan fondasi organisasi yang telah dibangun sebelumnya, sekaligus memperkuat berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas pegiat alam bebas dan keselamatan aktivitas mountaineering.

"Amanah ini bukan tentang satu orang, melainkan tentang kerja bersama. FMI Sumbar harus menjadi rumah besar bagi seluruh pegiat mountaineering, tempat lahirnya kolaborasi, inovasi, dan kader-kader yang memiliki kompetensi serta integritas tinggi," ujarnya.

Menurutnya, perkembangan aktivitas pendakian gunung yang semakin pesat harus diimbangi dengan peningkatan edukasi keselamatan dan tanggung jawab lingkungan.

"Gunung bukan sekadar destinasi. Gunung adalah ruang belajar tentang disiplin, kepemimpinan, manajemen risiko, dan penghormatan terhadap alam. Karena itu, FMI Sumbar akan memperkuat kampanye Responsible Mountaineer agar menjadi budaya bersama, bukan sekadar slogan," tegasnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah, pengelola kawasan konservasi, komunitas pencinta alam, hingga sektor swasta guna memperluas manfaat organisasi bagi masyarakat.

Musprov FMI Sumbar 2026 menandai babak baru perjalanan organisasi mountaineering di Sumatera Barat. Dengan semangat regenerasi dan kolaborasi, FMI Sumbar diharapkan semakin berperan dalam mencetak pegiat alam yang profesional, beretika, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.

"Mendaki bukan hanya soal mencapai puncak. Yang lebih penting adalah bagaimana kita pulang dengan selamat, membawa nilai-nilai kebaikan, dan meninggalkan alam dalam kondisi yang lebih baik untuk generasi berikutnya," tutup Didi. (ysp)