
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah kembali menggelar Operasi Pasar Murah di lima lokasi berbeda hingga awal Juli 2026. Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah menjaga ketersediaan sekaligus keterjangkauan harga bahan pokok di tengah masyarakat.
Direktur PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, mengatakan operasi pasar murah dilaksanakan secara bertahap mulai Senin (29/6/2026) hingga Jumat (3/7/2026) di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak.
"Untuk akhir Juni hingga awal Juli akan digelar lima kali. Pagi ini dilaksanakan di halaman Kantor Lurah Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru," kata Ade Putra, Senin.
Ia menjelaskan, kegiatan berikutnya akan berlangsung pada Selasa (30/6) di halaman Masjid Babussalam, Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru.

Selanjutnya, Rabu (1/7), operasi pasar murah digelar di halaman Kantor Lurah Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.
Kemudian pada Kamis (2/7), masyarakat kembali dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di halaman UPT Laboratorium Veteriner dan Klinik Hewan, Jalan Hang Tuah, Kota Pekanbaru.
Sementara pelaksanaan terakhir dijadwalkan pada Jumat (3/7) di Jalan Balai Pernikahan RT 01 RW 02, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, tepatnya di Posyandu Gemerincing Air Lembah Sari.
Ade mengatakan, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang telah ditetapkan selama operasi pasar berlangsung.
Beras SPHP dijual seharga Rp60.000 per kemasan lima kilogram. Sementara beras Anak Daro dan Sokan dipasarkan dengan harga Rp165.000 per kemasan 10 kilogram atau Rp83.000 per kemasan lima kilogram.
Selain beras, masyarakat juga dapat membeli gula pasir seharga Rp18.000 per kilogram dan minyak goreng kemasan Minyakita dengan harga Rp15.500 per bungkus.
Untuk kebutuhan lainnya, garam kristal dijual Rp2.000 per kemasan 200 gram, garam Nusantara Rp2.000 per kemasan 250 gram, sedangkan telur ayam dijual Rp49.000 per papan.
Menurut Ade, operasi pasar murah merupakan salah satu upaya pemerintah daerah memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Ia mengimbau masyarakat yang ingin berbelanja agar datang sesuai jadwal pelaksanaan dan mengikuti antrean secara tertib.
"Operasi pasar murah dimulai pukul 09.00 WIB. Kami mengharapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Selain itu, kami juga mengimbau agar membawa tas belanja dari rumah untuk mengurangi penggunaan kantong plastik," ujarnya.
Melalui pelaksanaan operasi pasar murah secara rutin di berbagai daerah, Pemprov Riau bersama TPID dan PT Riau Pangan Bertuah terus berupaya menjaga stabilitas pasokan serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama di tengah dinamika harga pangan menjelang awal Juli. (rac)






PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah kembali menggelar Operasi Pasar Murah di lima lokasi berbeda hingga awal Juli 2026. Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah menjaga ketersediaan sekaligus keterjangkauan harga bahan pokok di tengah masyarakat.
Direktur PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, mengatakan operasi pasar murah dilaksanakan secara bertahap mulai Senin (29/6/2026) hingga Jumat (3/7/2026) di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak.
"Untuk akhir Juni hingga awal Juli akan digelar lima kali. Pagi ini dilaksanakan di halaman Kantor Lurah Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru," kata Ade Putra, Senin.
Ia menjelaskan, kegiatan berikutnya akan berlangsung pada Selasa (30/6) di halaman Masjid Babussalam, Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru.
Selanjutnya, Rabu (1/7), operasi pasar murah digelar di halaman Kantor Lurah Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.
Kemudian pada Kamis (2/7), masyarakat kembali dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di halaman UPT Laboratorium Veteriner dan Klinik Hewan, Jalan Hang Tuah, Kota Pekanbaru.
Sementara pelaksanaan terakhir dijadwalkan pada Jumat (3/7) di Jalan Balai Pernikahan RT 01 RW 02, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, tepatnya di Posyandu Gemerincing Air Lembah Sari.
Ade mengatakan, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang telah ditetapkan selama operasi pasar berlangsung.
Beras SPHP dijual seharga Rp60.000 per kemasan lima kilogram. Sementara beras Anak Daro dan Sokan dipasarkan dengan harga Rp165.000 per kemasan 10 kilogram atau Rp83.000 per kemasan lima kilogram.
Selain beras, masyarakat juga dapat membeli gula pasir seharga Rp18.000 per kilogram dan minyak goreng kemasan Minyakita dengan harga Rp15.500 per bungkus.
Untuk kebutuhan lainnya, garam kristal dijual Rp2.000 per kemasan 200 gram, garam Nusantara Rp2.000 per kemasan 250 gram, sedangkan telur ayam dijual Rp49.000 per papan.
Menurut Ade, operasi pasar murah merupakan salah satu upaya pemerintah daerah memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Ia mengimbau masyarakat yang ingin berbelanja agar datang sesuai jadwal pelaksanaan dan mengikuti antrean secara tertib.
"Operasi pasar murah dimulai pukul 09.00 WIB. Kami mengharapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Selain itu, kami juga mengimbau agar membawa tas belanja dari rumah untuk mengurangi penggunaan kantong plastik," ujarnya.
Melalui pelaksanaan operasi pasar murah secara rutin di berbagai daerah, Pemprov Riau bersama TPID dan PT Riau Pangan Bertuah terus berupaya menjaga stabilitas pasokan serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama di tengah dinamika harga pangan menjelang awal Juli. (rac)