logo
Intan Sari Terpilih Jadi Ketua RT 02 Tobekgodang, Partisipasi Warga Capai 90 Per Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Hari Ini Guyur Rohul dan Kuansing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Riau Desak Pemprov Tetapkan Standar Harga Kelapa, Harga di Inhil Anjlok ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPU Pekanbaru dan PWI Teken MoU, Perkuat Publikasi Kepemiluan hingga Tangkal Hoa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Ubah Jam Operasional Sementara Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ditjenpas Riau Akui Kelalaian Pengawal Jadi Pemicu Napi Kabur, Usul Hukuman Bera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengakuan Tangan Kanan Ibnu: Napi Kabur Diduga Rutin Keluar Lapas, Sipir Disebut Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terungkap! Napi Kabur dari Lapas Pekanbaru Diduga "Otak" Penyelundupan Sabu ke B Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Jakarta
LPDP Targetkan 80 Persen Beasiswa Bidang STEM, Pendaftaran Tahap II 2026 Dibuka
Beasiswa LPDP mulai dibuka dengan target 80 persen penerima dari bidang Science, Technology, Engineering and Mathematics. (Foto: Ilustrasi)
LPDP Targetkan 80 Persen Beasiswa Bidang STEM, Pendaftaran Tahap II 2026 Dibuka
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
2 Juli 2026 | 09:25:26

JAKARTA-Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 resmi dibuka mulai 30 Juni sampai 31 Juli 2026. Seleksi tahun ini, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menetapkan arah baru dengan menargetkan sedikitnya 80 persen penerima beasiswa berasal dari bidang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) serta bidang yang berkaitan langsung dengan industri strategis nasional.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mendukung transformasi ekonomi nasional dan mewujudkan target Indonesia Emas 2045. Melalui fokus pada bidang-bidang prioritas, LPDP berharap investasi pendidikan dapat menghasilkan talenta yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri masa depan.

Direktur Utama LPDP, Yon Arsal mengatakan, peningkatan proporsi penerima beasiswa dari bidang STEM terus dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Tahun 2025, porsi penerima beasiswa STEM berada pada kisaran 66-69 persen, meningkat menjadi sekitar 74 persen tahun 2026 dan kini ditargetkan minimal 80 persen.

"Kita peningkatan STEM bergerak terus. Pada 2025 itu 66 sampai 69 persen, 2026 di 74 persen. Kita akan coba sampai minimal 80 persen ke STEM dan STEM related," kata Yon dalam media briefing LPDP di Gedung Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

iklan-view

Menurut Yon, peningkatan kuota tersebut didasarkan pada kebutuhan Indonesia terhadap tenaga ahli yang mampu mendorong penguasaan teknologi, inovasi, dan pengembangan industri strategis. Pemerintah menilai pembangunan ekonomi ke depan sangat bergantung pada ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang sains dan teknologi.

Adapun bidang STEM industri strategis yang menjadi prioritas LPDP meliputi sektor pangan, energi, pertahanan, digitalisasi termasuk kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan semikonduktor, kesehatan, hilirisasi industri, maritim, manufaktur dan material maju, hingga kewirausahaan serta industri kreatif.

Selain bidang STEM murni, LPDP juga tetap membuka kesempatan bagi pendaftar pada bidang STEM-related, yaitu disiplin ilmu yang tidak termasuk STEM secara langsung tetapi memiliki kontribusi terhadap pengembangan industri strategis. Bidang tersebut antara lain bisnis, ekonomi, hukum, serta kebijakan publik.

Sementara itu, sekitar 20 persen kuota beasiswa tetap dialokasikan bagi bidang SHARE yang mencakup Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, dan Economics. Menurut LPDP, bidang tersebut tetap memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sosial, pendidikan, budaya, keagamaan, ekonomi, hingga perumusan kebijakan publik.

Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso menjelaskan, mulai seleksi tahun 2026 terdapat perubahan dalam mekanisme pendaftaran. Jika sebelumnya peserta dikelompokkan berdasarkan kategori umum, afirmasi, maupun PNS/TNI/Polri, kini seluruh pendaftar diarahkan memilih jalur berdasarkan kebutuhan pembangunan nasional.

Pilihan tersebut meliputi jalur STEM, STEM-related, SHARE maupun skema lain, seperti co-funding dan program akselerasi. Perubahan ini diharapkan membuat distribusi penerima beasiswa lebih selaras dengan kebutuhan tenaga ahli di berbagai sektor prioritas pemerintah.

"Bangsa menyatakan kita butuh yang STEM, mendukung delapan industri strategis, ada industri kreatif, ada STEM related. Maka setiap pendaftar harus memilih menu STEM atau menu SHARE, karena ini yang dibutuhkan oleh bangsa," ujar Dwi.

Ia mengungkapkan minat masyarakat terhadap bidang STEM mulai menunjukkan peningkatan. Pada seleksi LPDP Tahap I Tahun 2026, dari total 32.794 pendaftar, sekitar 28.000 orang atau sekitar 86 persen memilih bidang STEM dan STEM-related. Angka tersebut telah melampaui target minimal yang ditetapkan pemerintah.

Data itu menunjukkan, perubahan preferensi calon penerima beasiswa terhadap bidang studi yang dinilai memiliki prospek besar dalam mendukung kebutuhan dunia kerja dan pembangunan nasional. LPDP berharap tren tersebut terus berlanjut pada seleksi Tahap II sehingga target komposisi penerima beasiswa dapat tercapai.

Pada periode pendaftaran Tahap II Tahun 2026, LPDP membuka sejumlah program beasiswa yang dapat dipilih sesuai bidang dan kebutuhan. Program tersebut meliputi Beasiswa STEM Industri Strategis, Beasiswa SHARE, Beasiswa Akselerasi pada Universitas Unggulan, Beasiswa Keolahragaan, serta Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional melalui jalur Doctor by Research.

Dengan dibukanya pendaftaran hingga 31 Juli 2026, calon peserta memiliki waktu sekitar satu bulan untuk melengkapi seluruh persyaratan administrasi dan memilih program yang sesuai. Kebijakan peningkatan porsi beasiswa bagi bidang STEM diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan industri strategis Indonesia sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global dalam menghadapi tantangan ekonomi berbasis teknologi. (cnbc)

Home / News
LPDP Targetkan 80 Persen Beasiswa Bidang STEM, Pendaftaran Tahap II 2026 Dibuka
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: news | 2 Juli 2026 | 09:25:26
LPDP Targetkan 80 Persen Beasiswa Bidang STEM, Pendaftaran Tahap II 2026 Dibuka
Beasiswa LPDP mulai dibuka dengan target 80 persen penerima dari bidang Science, Technology, Engineering and Mathematics. (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA-Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 resmi dibuka mulai 30 Juni sampai 31 Juli 2026. Seleksi tahun ini, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menetapkan arah baru dengan menargetkan sedikitnya 80 persen penerima beasiswa berasal dari bidang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) serta bidang yang berkaitan langsung dengan industri strategis nasional.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mendukung transformasi ekonomi nasional dan mewujudkan target Indonesia Emas 2045. Melalui fokus pada bidang-bidang prioritas, LPDP berharap investasi pendidikan dapat menghasilkan talenta yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri masa depan.

Direktur Utama LPDP, Yon Arsal mengatakan, peningkatan proporsi penerima beasiswa dari bidang STEM terus dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Tahun 2025, porsi penerima beasiswa STEM berada pada kisaran 66-69 persen, meningkat menjadi sekitar 74 persen tahun 2026 dan kini ditargetkan minimal 80 persen.

"Kita peningkatan STEM bergerak terus. Pada 2025 itu 66 sampai 69 persen, 2026 di 74 persen. Kita akan coba sampai minimal 80 persen ke STEM dan STEM related," kata Yon dalam media briefing LPDP di Gedung Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Menurut Yon, peningkatan kuota tersebut didasarkan pada kebutuhan Indonesia terhadap tenaga ahli yang mampu mendorong penguasaan teknologi, inovasi, dan pengembangan industri strategis. Pemerintah menilai pembangunan ekonomi ke depan sangat bergantung pada ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang sains dan teknologi.

Adapun bidang STEM industri strategis yang menjadi prioritas LPDP meliputi sektor pangan, energi, pertahanan, digitalisasi termasuk kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan semikonduktor, kesehatan, hilirisasi industri, maritim, manufaktur dan material maju, hingga kewirausahaan serta industri kreatif.

Selain bidang STEM murni, LPDP juga tetap membuka kesempatan bagi pendaftar pada bidang STEM-related, yaitu disiplin ilmu yang tidak termasuk STEM secara langsung tetapi memiliki kontribusi terhadap pengembangan industri strategis. Bidang tersebut antara lain bisnis, ekonomi, hukum, serta kebijakan publik.

Sementara itu, sekitar 20 persen kuota beasiswa tetap dialokasikan bagi bidang SHARE yang mencakup Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, dan Economics. Menurut LPDP, bidang tersebut tetap memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sosial, pendidikan, budaya, keagamaan, ekonomi, hingga perumusan kebijakan publik.

Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso menjelaskan, mulai seleksi tahun 2026 terdapat perubahan dalam mekanisme pendaftaran. Jika sebelumnya peserta dikelompokkan berdasarkan kategori umum, afirmasi, maupun PNS/TNI/Polri, kini seluruh pendaftar diarahkan memilih jalur berdasarkan kebutuhan pembangunan nasional.

Pilihan tersebut meliputi jalur STEM, STEM-related, SHARE maupun skema lain, seperti co-funding dan program akselerasi. Perubahan ini diharapkan membuat distribusi penerima beasiswa lebih selaras dengan kebutuhan tenaga ahli di berbagai sektor prioritas pemerintah.

"Bangsa menyatakan kita butuh yang STEM, mendukung delapan industri strategis, ada industri kreatif, ada STEM related. Maka setiap pendaftar harus memilih menu STEM atau menu SHARE, karena ini yang dibutuhkan oleh bangsa," ujar Dwi.

Ia mengungkapkan minat masyarakat terhadap bidang STEM mulai menunjukkan peningkatan. Pada seleksi LPDP Tahap I Tahun 2026, dari total 32.794 pendaftar, sekitar 28.000 orang atau sekitar 86 persen memilih bidang STEM dan STEM-related. Angka tersebut telah melampaui target minimal yang ditetapkan pemerintah.

Data itu menunjukkan, perubahan preferensi calon penerima beasiswa terhadap bidang studi yang dinilai memiliki prospek besar dalam mendukung kebutuhan dunia kerja dan pembangunan nasional. LPDP berharap tren tersebut terus berlanjut pada seleksi Tahap II sehingga target komposisi penerima beasiswa dapat tercapai.

Pada periode pendaftaran Tahap II Tahun 2026, LPDP membuka sejumlah program beasiswa yang dapat dipilih sesuai bidang dan kebutuhan. Program tersebut meliputi Beasiswa STEM Industri Strategis, Beasiswa SHARE, Beasiswa Akselerasi pada Universitas Unggulan, Beasiswa Keolahragaan, serta Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional melalui jalur Doctor by Research.

Dengan dibukanya pendaftaran hingga 31 Juli 2026, calon peserta memiliki waktu sekitar satu bulan untuk melengkapi seluruh persyaratan administrasi dan memilih program yang sesuai. Kebijakan peningkatan porsi beasiswa bagi bidang STEM diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan industri strategis Indonesia sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global dalam menghadapi tantangan ekonomi berbasis teknologi. (cnbc)