logo
Intan Sari Terpilih Jadi Ketua RT 02 Tobekgodang, Partisipasi Warga Capai 90 Per Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Hari Ini Guyur Rohul dan Kuansing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Riau Desak Pemprov Tetapkan Standar Harga Kelapa, Harga di Inhil Anjlok ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPU Pekanbaru dan PWI Teken MoU, Perkuat Publikasi Kepemiluan hingga Tangkal Hoa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Ubah Jam Operasional Sementara Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ditjenpas Riau Akui Kelalaian Pengawal Jadi Pemicu Napi Kabur, Usul Hukuman Bera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengakuan Tangan Kanan Ibnu: Napi Kabur Diduga Rutin Keluar Lapas, Sipir Disebut Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terungkap! Napi Kabur dari Lapas Pekanbaru Diduga "Otak" Penyelundupan Sabu ke B Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Pekanbaru
Hujan Disertai Petir Berpotensi Guyur Kuansing dan Kampar, BMKG: Riau Nihil Hotspot
BMKG memprakirakan hujan masih menyelimuti sebagian wilayah Riau. (Foto: Istimewa)
Hujan Disertai Petir Berpotensi Guyur Kuansing dan Kampar, BMKG: Riau Nihil Hotspot
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
3 Juli 2026 | 10:59:47

PEKANBARU-BMKG memprakirakan cuaca di Provinsi Riau pada Jumat (3/7/2026) didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah, terutama Kabupaten Kuantan Singingi dan Kabupaten Kampar pada sore hingga malam hari.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Elisa JS Kedang mengatakan, potensi hujan mulai muncul sejak siang dan diperkirakan meluas pada sore hingga malam di sejumlah daerah di Riau.

"Pada pagi hari cuaca di sebagian besar wilayah Riau diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Memasuki siang hingga malam hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di sebagian wilayah Kabupaten Kuantan Singingi dan Kabupaten Kampar pada sore hingga malam hari," ujar Elisa.

Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan pada siang hari berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Siak.

iklan-view

Memasuki sore hingga malam, wilayah yang berpotensi diguyur hujan semakin meluas. Kondisi tersebut diprakirakan meliputi sebagian Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hilir, serta Kabupaten Indragiri Hulu.

Sementara itu, pada dini hari kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Riau diperkirakan didominasi udara kabur hingga berawan.

BMKG mencatat suhu udara di Riau berada di kisaran 22-34 derajat Celcius dengan kelembapan udara mencapai 50-98 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga timur laut dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 30 kilometer per jam.

Selain prakiraan cuaca daratan, BMKG juga menyampaikan kondisi perairan di wilayah Riau relatif aman untuk aktivitas pelayaran. Tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah.

"Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut di perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah sehingga relatif aman bagi aktivitas pelayaran. Meski demikian, masyarakat yang beraktivitas di laut tetap diimbau untuk memantau perkembangan cuaca sebelum berlayar," kata Elisa.

Peringatan cuaca ini menjadi perhatian bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan, pelaku transportasi, petani, hingga pengguna jalan yang melakukan perjalanan antardaerah pada sore dan malam hari. Potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang dapat mengurangi jarak pandang serta meningkatkan risiko pohon tumbang maupun genangan di sejumlah titik.

Di sisi lain, BMKG juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait pemantauan titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera. Hingga pukul 23.00 WIB, tercatat sebanyak 121 hotspot tersebar di berbagai provinsi.

Sebaran hotspot tersebut meliputi Aceh sebanyak 15 titik, Jambi tujuh titik, Kepulauan Bangka Belitung 34 titik, Bengkulu tujuh titik, Sumatera Selatan 36 titik, Sumatera Barat empat titik, Sumatera Utara dua titik, dan Lampung 16 titik.

Sementara itu, untuk Riau tidak terdeteksi memiliki titik panas berdasarkan hasil pemantauan terbaru.

"Kabar baiknya, berdasarkan hasil pemantauan hingga pukul 23.00 WIB, Provinsi Riau tidak terdeteksi memiliki titik panas atau nihil hotspot. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau tidak melakukan pembakaran lahan agar kondisi ini dapat terus dipertahankan," ujar Elisa.

Kondisi nihil hotspot menjadi perkembangan positif di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau. Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa upaya pencegahan harus terus dilakukan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan maupun perjalanan antardaerah. Informasi tersebut dinilai penting mengingat potensi hujan disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Riau sepanjang sore hingga malam hari. (mcr)

Hujan Disertai Petir Berpotensi Guyur Kuansing dan Kampar, BMKG: Riau Nihil Hotspot
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: lingkungan | 3 Juli 2026 | 10:59:47
Hujan Disertai Petir Berpotensi Guyur Kuansing dan Kampar, BMKG: Riau Nihil Hotspot
BMKG memprakirakan hujan masih menyelimuti sebagian wilayah Riau. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-BMKG memprakirakan cuaca di Provinsi Riau pada Jumat (3/7/2026) didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah, terutama Kabupaten Kuantan Singingi dan Kabupaten Kampar pada sore hingga malam hari.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Elisa JS Kedang mengatakan, potensi hujan mulai muncul sejak siang dan diperkirakan meluas pada sore hingga malam di sejumlah daerah di Riau.

"Pada pagi hari cuaca di sebagian besar wilayah Riau diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Memasuki siang hingga malam hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di sebagian wilayah Kabupaten Kuantan Singingi dan Kabupaten Kampar pada sore hingga malam hari," ujar Elisa.

Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan pada siang hari berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Siak.

Memasuki sore hingga malam, wilayah yang berpotensi diguyur hujan semakin meluas. Kondisi tersebut diprakirakan meliputi sebagian Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hilir, serta Kabupaten Indragiri Hulu.

Sementara itu, pada dini hari kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Riau diperkirakan didominasi udara kabur hingga berawan.

BMKG mencatat suhu udara di Riau berada di kisaran 22-34 derajat Celcius dengan kelembapan udara mencapai 50-98 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga timur laut dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 30 kilometer per jam.

Selain prakiraan cuaca daratan, BMKG juga menyampaikan kondisi perairan di wilayah Riau relatif aman untuk aktivitas pelayaran. Tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah.

"Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut di perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah sehingga relatif aman bagi aktivitas pelayaran. Meski demikian, masyarakat yang beraktivitas di laut tetap diimbau untuk memantau perkembangan cuaca sebelum berlayar," kata Elisa.

Peringatan cuaca ini menjadi perhatian bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan, pelaku transportasi, petani, hingga pengguna jalan yang melakukan perjalanan antardaerah pada sore dan malam hari. Potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang dapat mengurangi jarak pandang serta meningkatkan risiko pohon tumbang maupun genangan di sejumlah titik.

Di sisi lain, BMKG juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait pemantauan titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera. Hingga pukul 23.00 WIB, tercatat sebanyak 121 hotspot tersebar di berbagai provinsi.

Sebaran hotspot tersebut meliputi Aceh sebanyak 15 titik, Jambi tujuh titik, Kepulauan Bangka Belitung 34 titik, Bengkulu tujuh titik, Sumatera Selatan 36 titik, Sumatera Barat empat titik, Sumatera Utara dua titik, dan Lampung 16 titik.

Sementara itu, untuk Riau tidak terdeteksi memiliki titik panas berdasarkan hasil pemantauan terbaru.

"Kabar baiknya, berdasarkan hasil pemantauan hingga pukul 23.00 WIB, Provinsi Riau tidak terdeteksi memiliki titik panas atau nihil hotspot. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau tidak melakukan pembakaran lahan agar kondisi ini dapat terus dipertahankan," ujar Elisa.

Kondisi nihil hotspot menjadi perkembangan positif di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau. Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa upaya pencegahan harus terus dilakukan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan maupun perjalanan antardaerah. Informasi tersebut dinilai penting mengingat potensi hujan disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Riau sepanjang sore hingga malam hari. (mcr)