logo
Intan Sari Terpilih Jadi Ketua RT 02 Tobekgodang, Partisipasi Warga Capai 90 Per Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Hari Ini Guyur Rohul dan Kuansing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Riau Desak Pemprov Tetapkan Standar Harga Kelapa, Harga di Inhil Anjlok ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPU Pekanbaru dan PWI Teken MoU, Perkuat Publikasi Kepemiluan hingga Tangkal Hoa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Ubah Jam Operasional Sementara Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ditjenpas Riau Akui Kelalaian Pengawal Jadi Pemicu Napi Kabur, Usul Hukuman Bera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengakuan Tangan Kanan Ibnu: Napi Kabur Diduga Rutin Keluar Lapas, Sipir Disebut Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terungkap! Napi Kabur dari Lapas Pekanbaru Diduga "Otak" Penyelundupan Sabu ke B Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir Mengancam Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini
Hujan masih mengguyur sejumlah wilayah di Riau. (Foto: Istimewa)
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir Mengancam Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
7 Juli 2026 | 11:17:35

PEKANBARU-BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini cuaca bagi masyarakat di Riau. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang diprakirakan masih terjadi di sejumlah kabupaten, Selasa (7/7/2026). Makanya, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas maupun melakukan perjalanan.

Berdasarkan pemantauan radar cuaca pada pagi hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang telah mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Kuantan Singingi, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir. Kondisi tersebut menjadi indikasi masih aktifnya pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Riau.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Bella R. Adelia, mengatakan potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi sejak pagi hingga malam hari.

"Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Rokan Hilir pada pagi, siang hingga sore, serta malam hari," ujar Bella.

iklan-view

BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang akan meluas pada siang hingga sore hari dan berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Riau. Kondisi tersebut diperkirakan masih berlanjut hingga malam dengan hujan mengguyur sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, serta Indragiri Hilir.

Sementara itu, memasuki dini hari cuaca di sebagian besar wilayah Riau diprediksi didominasi kondisi udara kabur hingga berawan.

BMKG mencatat suhu udara di Riau berada pada kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara diprakirakan mencapai 55 hingga 100 persen, sedangkan angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama pengguna jalan, pengendara roda dua, pekerja lapangan, hingga warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan. Hujan yang disertai petir dan angin kencang berpotensi mengganggu mobilitas serta meningkatkan risiko pohon tumbang maupun genangan di sejumlah lokasi.

Untuk wilayah perairan Riau, BMKG memperkirakan tinggi gelombang laut berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah. Meski demikian, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diminta memantau informasi cuaca terbaru sebelum berlayar guna mengantisipasi perubahan kondisi cuaca secara tiba-tiba.

Selain memantau kondisi cuaca, BMKG juga mengawasi perkembangan titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera. Berdasarkan hasil pemantauan hingga pukul 23.00 WIB, terdeteksi sebanyak 209 hotspot yang tersebar di berbagai provinsi.

Sebaran terbanyak tercatat di Aceh sebanyak 100 titik, Sumatera Selatan 54 titik, Lampung dan Kepulauan Bangka Belitung masing-masing 18 titik, Sumatera Utara sembilan titik, Jambi lima titik, Bengkulu empat titik, serta Provinsi Riau satu titik.

Bella mengatakan satu titik panas di Riau berada di Kabupaten Pelalawan. Meski jumlahnya masih rendah, masyarakat diminta tetap tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan apabila kondisi cuaca berubah menjadi lebih kering.

"Untuk Provinsi Riau, terpantau satu titik panas yang berada di Kabupaten Pelalawan. Meskipun jumlahnya relatif sedikit, masyarakat tetap diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah," katanya.

BMKG mengimbau masyarakat terus mengikuti informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi sebelum beraktivitas. Langkah tersebut dinilai penting mengingat potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Riau hingga malam hari. (mcr)

Home / News
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir Mengancam Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: news | 7 Juli 2026 | 11:17:35
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir Mengancam Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini
Hujan masih mengguyur sejumlah wilayah di Riau. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini cuaca bagi masyarakat di Riau. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang diprakirakan masih terjadi di sejumlah kabupaten, Selasa (7/7/2026). Makanya, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas maupun melakukan perjalanan.

Berdasarkan pemantauan radar cuaca pada pagi hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang telah mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Kuantan Singingi, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir. Kondisi tersebut menjadi indikasi masih aktifnya pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Riau.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Bella R. Adelia, mengatakan potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi sejak pagi hingga malam hari.

"Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Rokan Hilir pada pagi, siang hingga sore, serta malam hari," ujar Bella.

BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang akan meluas pada siang hingga sore hari dan berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Riau. Kondisi tersebut diperkirakan masih berlanjut hingga malam dengan hujan mengguyur sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, serta Indragiri Hilir.

Sementara itu, memasuki dini hari cuaca di sebagian besar wilayah Riau diprediksi didominasi kondisi udara kabur hingga berawan.

BMKG mencatat suhu udara di Riau berada pada kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara diprakirakan mencapai 55 hingga 100 persen, sedangkan angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama pengguna jalan, pengendara roda dua, pekerja lapangan, hingga warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan. Hujan yang disertai petir dan angin kencang berpotensi mengganggu mobilitas serta meningkatkan risiko pohon tumbang maupun genangan di sejumlah lokasi.

Untuk wilayah perairan Riau, BMKG memperkirakan tinggi gelombang laut berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah. Meski demikian, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diminta memantau informasi cuaca terbaru sebelum berlayar guna mengantisipasi perubahan kondisi cuaca secara tiba-tiba.

Selain memantau kondisi cuaca, BMKG juga mengawasi perkembangan titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera. Berdasarkan hasil pemantauan hingga pukul 23.00 WIB, terdeteksi sebanyak 209 hotspot yang tersebar di berbagai provinsi.

Sebaran terbanyak tercatat di Aceh sebanyak 100 titik, Sumatera Selatan 54 titik, Lampung dan Kepulauan Bangka Belitung masing-masing 18 titik, Sumatera Utara sembilan titik, Jambi lima titik, Bengkulu empat titik, serta Provinsi Riau satu titik.

Bella mengatakan satu titik panas di Riau berada di Kabupaten Pelalawan. Meski jumlahnya masih rendah, masyarakat diminta tetap tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan apabila kondisi cuaca berubah menjadi lebih kering.

"Untuk Provinsi Riau, terpantau satu titik panas yang berada di Kabupaten Pelalawan. Meskipun jumlahnya relatif sedikit, masyarakat tetap diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah," katanya.

BMKG mengimbau masyarakat terus mengikuti informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi sebelum beraktivitas. Langkah tersebut dinilai penting mengingat potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Riau hingga malam hari. (mcr)