logo
Intan Sari Terpilih Jadi Ketua RT 02 Tobekgodang, Partisipasi Warga Capai 90 Per Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Hari Ini Guyur Rohul dan Kuansing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Riau Desak Pemprov Tetapkan Standar Harga Kelapa, Harga di Inhil Anjlok ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPU Pekanbaru dan PWI Teken MoU, Perkuat Publikasi Kepemiluan hingga Tangkal Hoa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Ubah Jam Operasional Sementara Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ditjenpas Riau Akui Kelalaian Pengawal Jadi Pemicu Napi Kabur, Usul Hukuman Bera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengakuan Tangan Kanan Ibnu: Napi Kabur Diduga Rutin Keluar Lapas, Sipir Disebut Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terungkap! Napi Kabur dari Lapas Pekanbaru Diduga "Otak" Penyelundupan Sabu ke B Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / PEKANBARU
232 Siswa Baru SMPN 34 Pekanbaru Jalani Tes Baca Al-Qur'an dan Praktik Shalat Saat Daftar Ulang
Seorang siswa baru SMPN 34 Pekanbaru didampingi orangtua mengikuti tes membaca Al-Qur'an di hadapan guru sekolah tersebut saat mendaftar ulang. (Foto: Wahyu)
232 Siswa Baru SMPN 34 Pekanbaru Jalani Tes Baca Al-Qur'an dan Praktik Shalat Saat Daftar Ulang
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
7 Juli 2026 | 19:55:13

PEKANBARU – Suasana daftar ulang di SMP Negeri 34 Pekanbaru tahun ini terasa berbeda. Selain menyerahkan berkas administrasi, sebanyak 232 calon peserta didik baru yang dinyatakan lulus Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 juga mengikuti tes membaca Al-Qur'an dan praktik shalat.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memetakan kemampuan dasar siswa sejak hari pertama diterima. Untuk mendukung pelaksanaannya, sekolah menyiapkan ruang khusus yang dipandu empat orang guru.

Bagi peserta didik beragama Islam, tes meliputi kemampuan membaca Al-Qur'an serta praktik shalat. Sementara itu, peserta didik nonmuslim mengikuti tes kemampuan membaca sesuai materi yang telah disiapkan sekolah.

Kepala SMP Negeri 34 Pekanbaru, Sri Tuti Wahyuni, mengatakan tes tersebut bukan untuk menentukan kelulusan, melainkan sebagai langkah awal pembinaan agar tidak ada siswa yang mengalami buta huruf Al-Qur'an.

iklan-view

"Anak-anak yang belum bisa mengaji nantinya akan kami masukkan ke program Bengkel Al-Qur'an. Harapannya, tidak ada lagi siswa kami yang tidak bisa membaca Al-Qur'an," ujar Sri.

Menurutnya, kegiatan ini sekaligus mendukung Program Pekanbaru Cinta Al-Qur'an yang tengah digalakkan. Melalui pemetaan kemampuan sejak awal, sekolah dapat memberikan pembinaan yang lebih tepat kepada siswa yang masih belum lancar mengenal huruf maupun membaca Al-Qur'an.

Hasil tes nantinya menjadi dasar penyusunan program pembinaan melalui Bengkel Al-Qur'an, sehingga setiap siswa mendapatkan pendampingan sesuai tingkat kemampuannya.

Sri menambahkan, pelaksanaan tes sengaja digelar bersamaan dengan proses daftar ulang agar para orang tua mengetahui kemampuan anak sejak awal. Dengan demikian, pembinaan dapat dilakukan sejak sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, sehingga siswa memiliki bekal yang lebih baik, baik dalam bidang akademik maupun pembinaan karakter dan keagamaan. (why)

Home / News
232 Siswa Baru SMPN 34 Pekanbaru Jalani Tes Baca Al-Qur'an dan Praktik Shalat Saat Daftar Ulang
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 7 Juli 2026 | 19:55:13
232 Siswa Baru SMPN 34 Pekanbaru Jalani Tes Baca Al-Qur'an dan Praktik Shalat Saat Daftar Ulang
Seorang siswa baru SMPN 34 Pekanbaru didampingi orangtua mengikuti tes membaca Al-Qur'an di hadapan guru sekolah tersebut saat mendaftar ulang. (Foto: Wahyu)

PEKANBARU – Suasana daftar ulang di SMP Negeri 34 Pekanbaru tahun ini terasa berbeda. Selain menyerahkan berkas administrasi, sebanyak 232 calon peserta didik baru yang dinyatakan lulus Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 juga mengikuti tes membaca Al-Qur'an dan praktik shalat.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memetakan kemampuan dasar siswa sejak hari pertama diterima. Untuk mendukung pelaksanaannya, sekolah menyiapkan ruang khusus yang dipandu empat orang guru.

Bagi peserta didik beragama Islam, tes meliputi kemampuan membaca Al-Qur'an serta praktik shalat. Sementara itu, peserta didik nonmuslim mengikuti tes kemampuan membaca sesuai materi yang telah disiapkan sekolah.

Kepala SMP Negeri 34 Pekanbaru, Sri Tuti Wahyuni, mengatakan tes tersebut bukan untuk menentukan kelulusan, melainkan sebagai langkah awal pembinaan agar tidak ada siswa yang mengalami buta huruf Al-Qur'an.

"Anak-anak yang belum bisa mengaji nantinya akan kami masukkan ke program Bengkel Al-Qur'an. Harapannya, tidak ada lagi siswa kami yang tidak bisa membaca Al-Qur'an," ujar Sri.

Menurutnya, kegiatan ini sekaligus mendukung Program Pekanbaru Cinta Al-Qur'an yang tengah digalakkan. Melalui pemetaan kemampuan sejak awal, sekolah dapat memberikan pembinaan yang lebih tepat kepada siswa yang masih belum lancar mengenal huruf maupun membaca Al-Qur'an.

Hasil tes nantinya menjadi dasar penyusunan program pembinaan melalui Bengkel Al-Qur'an, sehingga setiap siswa mendapatkan pendampingan sesuai tingkat kemampuannya.

Sri menambahkan, pelaksanaan tes sengaja digelar bersamaan dengan proses daftar ulang agar para orang tua mengetahui kemampuan anak sejak awal. Dengan demikian, pembinaan dapat dilakukan sejak sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, sehingga siswa memiliki bekal yang lebih baik, baik dalam bidang akademik maupun pembinaan karakter dan keagamaan. (why)