
PEKANBARU – Suasana daftar ulang di SMP Negeri 34 Pekanbaru tahun ini terasa berbeda. Selain menyerahkan berkas administrasi, sebanyak 232 calon peserta didik baru yang dinyatakan lulus Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 juga mengikuti tes membaca Al-Qur'an dan praktik shalat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memetakan kemampuan dasar siswa sejak hari pertama diterima. Untuk mendukung pelaksanaannya, sekolah menyiapkan ruang khusus yang dipandu empat orang guru.
Bagi peserta didik beragama Islam, tes meliputi kemampuan membaca Al-Qur'an serta praktik shalat. Sementara itu, peserta didik nonmuslim mengikuti tes kemampuan membaca sesuai materi yang telah disiapkan sekolah.
Kepala SMP Negeri 34 Pekanbaru, Sri Tuti Wahyuni, mengatakan tes tersebut bukan untuk menentukan kelulusan, melainkan sebagai langkah awal pembinaan agar tidak ada siswa yang mengalami buta huruf Al-Qur'an.

"Anak-anak yang belum bisa mengaji nantinya akan kami masukkan ke program Bengkel Al-Qur'an. Harapannya, tidak ada lagi siswa kami yang tidak bisa membaca Al-Qur'an," ujar Sri.
Menurutnya, kegiatan ini sekaligus mendukung Program Pekanbaru Cinta Al-Qur'an yang tengah digalakkan. Melalui pemetaan kemampuan sejak awal, sekolah dapat memberikan pembinaan yang lebih tepat kepada siswa yang masih belum lancar mengenal huruf maupun membaca Al-Qur'an.

Hasil tes nantinya menjadi dasar penyusunan program pembinaan melalui Bengkel Al-Qur'an, sehingga setiap siswa mendapatkan pendampingan sesuai tingkat kemampuannya.
Sri menambahkan, pelaksanaan tes sengaja digelar bersamaan dengan proses daftar ulang agar para orang tua mengetahui kemampuan anak sejak awal. Dengan demikian, pembinaan dapat dilakukan sejak sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, sehingga siswa memiliki bekal yang lebih baik, baik dalam bidang akademik maupun pembinaan karakter dan keagamaan. (why)






PEKANBARU – Suasana daftar ulang di SMP Negeri 34 Pekanbaru tahun ini terasa berbeda. Selain menyerahkan berkas administrasi, sebanyak 232 calon peserta didik baru yang dinyatakan lulus Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 juga mengikuti tes membaca Al-Qur'an dan praktik shalat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memetakan kemampuan dasar siswa sejak hari pertama diterima. Untuk mendukung pelaksanaannya, sekolah menyiapkan ruang khusus yang dipandu empat orang guru.
Bagi peserta didik beragama Islam, tes meliputi kemampuan membaca Al-Qur'an serta praktik shalat. Sementara itu, peserta didik nonmuslim mengikuti tes kemampuan membaca sesuai materi yang telah disiapkan sekolah.
Kepala SMP Negeri 34 Pekanbaru, Sri Tuti Wahyuni, mengatakan tes tersebut bukan untuk menentukan kelulusan, melainkan sebagai langkah awal pembinaan agar tidak ada siswa yang mengalami buta huruf Al-Qur'an.
"Anak-anak yang belum bisa mengaji nantinya akan kami masukkan ke program Bengkel Al-Qur'an. Harapannya, tidak ada lagi siswa kami yang tidak bisa membaca Al-Qur'an," ujar Sri.
Menurutnya, kegiatan ini sekaligus mendukung Program Pekanbaru Cinta Al-Qur'an yang tengah digalakkan. Melalui pemetaan kemampuan sejak awal, sekolah dapat memberikan pembinaan yang lebih tepat kepada siswa yang masih belum lancar mengenal huruf maupun membaca Al-Qur'an.

Hasil tes nantinya menjadi dasar penyusunan program pembinaan melalui Bengkel Al-Qur'an, sehingga setiap siswa mendapatkan pendampingan sesuai tingkat kemampuannya.
Sri menambahkan, pelaksanaan tes sengaja digelar bersamaan dengan proses daftar ulang agar para orang tua mengetahui kemampuan anak sejak awal. Dengan demikian, pembinaan dapat dilakukan sejak sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, sehingga siswa memiliki bekal yang lebih baik, baik dalam bidang akademik maupun pembinaan karakter dan keagamaan. (why)