logo
DPD Riau Tunggu Putusan Pusat Terkait Perselisihan Iwan Fatah-Eet Indra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polsek Ukui Amankan Pelaku Pencurian Motor, Yamaha Jupiter Disembunyikan di Sema Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Serangan Tanker di Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Bongkar Jaringan Sabu di Pangkalan Lesung, 29 Paket Disita Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Catat 7 Hotspot di Riau Meski Hujan Masih Mengguyur Sejumlah Daerah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Gagal Lolos X-Ray di Bandara Pekanbaru, Kurir Asal Aceh Ditangkap Bawa 2 Kilogra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Usai Diperiksa 13 Jam, Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung dan Dititipkan d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Lahan Sudah Masuk Proyek Flyover, Warga Simpang Baru Belum Terima Ganti Rugi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Hotspot Terpantau 14 Titik, BMKG: Hujan Berpotensi Guyur Pekanbaru dan 9 Daerah di Riau
Hujan masih mengguyur sejumlah wilayah di Riau. (Foto: Istimewa)
Hotspot Terpantau 14 Titik, BMKG: Hujan Berpotensi Guyur Pekanbaru dan 9 Daerah di Riau
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
9 Juli 2026 | 09:46:33

PEKANBARU-Jumlah hotspot Riau kembali meningkat menjadi 14 titik dan tersebar di lima kabupaten dan kota. Meski demikian, hujan diperkirakan masih mengguyur sejumlah wilayah, Kamis (9/7/2026). Kondisi ini membuat masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah cuaca yang masih berubah-ubah.

Berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru hingga pukul 23.00 WIB, terdapat 293 hotspot di Pulau Sumatera. Sumatera Utara mencatat jumlah titik panas terbanyak dengan 107 titik, disusul Sumatera Selatan sebanyak 58 titik, Aceh 33 titik, Kepulauan Bangka Belitung 30 titik, Lampung 24 titik, Sumatera Barat 14 titik, Jambi delapan titik, Bengkulu lima titik, dan Riau 14 titik.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Mari Frystine, mengatakan 14 titik panas di Riau tersebar di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak tujuh titik, Kabupaten Bengkalis tiga titik, Kabupaten Rokan Hulu dua titik, Kabupaten Pelalawan satu titik, dan Kota Pekanbaru satu titik.

"Di Provinsi Riau terpantau 14 titik panas yang tersebar di lima kabupaten dan kota. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitarnya," kata Mari Frystine.

iklan-view

Di saat bersamaan, kondisi cuaca di Riau masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Berdasarkan citra radar cuaca, hujan yang disertai petir dan angin kencang telah terjadi sejak pagi di sebagian wilayah Kabupaten Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

Menurut BMKG, hujan diprakirakan masih berlanjut hingga siang hari sebelum meluas ke wilayah lain, meliputi Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Siak, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, hingga Kota Pekanbaru.

Pada malam hingga dini hari, hujan masih berpotensi mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kota Dumai, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir, dan Indragiri Hulu.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Pada pagi hari, potensi cuaca ekstrem diprakirakan terjadi di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Sementara siang hingga sore, wilayah yang berpotensi terdampak bertambah meliputi Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Siak, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, serta Kota Pekanbaru.

Kondisi ini menjadi perhatian karena hujan yang masih turun tidak serta-merta menghilangkan potensi munculnya titik panas. Oleh sebab itu, masyarakat tetap diminta tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di wilayah yang masih terpantau memiliki hotspot.

Selain itu, BMKG memperkirakan suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celcius dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.

Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut umumnya berada pada kategori rendah, yakni 0,5 hingga 1,25 meter.

Namun BMKG mengingatkan adanya potensi gelombang kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Dumai-Bengkalis dan perairan Kepulauan Meranti-Pelalawan. Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca di laut.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca, khususnya bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun pelaku transportasi laut. Kewaspadaan terhadap karhutla juga dinilai tetap penting meski sebagian besar wilayah Riau masih berpotensi diguyur hujan. (mcr)

Home / News
Hotspot Terpantau 14 Titik, BMKG: Hujan Berpotensi Guyur Pekanbaru dan 9 Daerah di Riau
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: news | 9 Juli 2026 | 09:46:33
Hotspot Terpantau 14 Titik, BMKG: Hujan Berpotensi Guyur Pekanbaru dan 9 Daerah di Riau
Hujan masih mengguyur sejumlah wilayah di Riau. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Jumlah hotspot Riau kembali meningkat menjadi 14 titik dan tersebar di lima kabupaten dan kota. Meski demikian, hujan diperkirakan masih mengguyur sejumlah wilayah, Kamis (9/7/2026). Kondisi ini membuat masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah cuaca yang masih berubah-ubah.

Berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru hingga pukul 23.00 WIB, terdapat 293 hotspot di Pulau Sumatera. Sumatera Utara mencatat jumlah titik panas terbanyak dengan 107 titik, disusul Sumatera Selatan sebanyak 58 titik, Aceh 33 titik, Kepulauan Bangka Belitung 30 titik, Lampung 24 titik, Sumatera Barat 14 titik, Jambi delapan titik, Bengkulu lima titik, dan Riau 14 titik.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Mari Frystine, mengatakan 14 titik panas di Riau tersebar di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak tujuh titik, Kabupaten Bengkalis tiga titik, Kabupaten Rokan Hulu dua titik, Kabupaten Pelalawan satu titik, dan Kota Pekanbaru satu titik.

"Di Provinsi Riau terpantau 14 titik panas yang tersebar di lima kabupaten dan kota. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitarnya," kata Mari Frystine.

Di saat bersamaan, kondisi cuaca di Riau masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Berdasarkan citra radar cuaca, hujan yang disertai petir dan angin kencang telah terjadi sejak pagi di sebagian wilayah Kabupaten Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

Menurut BMKG, hujan diprakirakan masih berlanjut hingga siang hari sebelum meluas ke wilayah lain, meliputi Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Siak, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, hingga Kota Pekanbaru.

Pada malam hingga dini hari, hujan masih berpotensi mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kota Dumai, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir, dan Indragiri Hulu.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Pada pagi hari, potensi cuaca ekstrem diprakirakan terjadi di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Sementara siang hingga sore, wilayah yang berpotensi terdampak bertambah meliputi Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Siak, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, serta Kota Pekanbaru.

Kondisi ini menjadi perhatian karena hujan yang masih turun tidak serta-merta menghilangkan potensi munculnya titik panas. Oleh sebab itu, masyarakat tetap diminta tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di wilayah yang masih terpantau memiliki hotspot.

Selain itu, BMKG memperkirakan suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celcius dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.

Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut umumnya berada pada kategori rendah, yakni 0,5 hingga 1,25 meter.

Namun BMKG mengingatkan adanya potensi gelombang kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Dumai-Bengkalis dan perairan Kepulauan Meranti-Pelalawan. Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca di laut.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca, khususnya bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun pelaku transportasi laut. Kewaspadaan terhadap karhutla juga dinilai tetap penting meski sebagian besar wilayah Riau masih berpotensi diguyur hujan. (mcr)