logo
DPD Riau Tunggu Putusan Pusat Terkait Perselisihan Iwan Fatah-Eet Indra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polsek Ukui Amankan Pelaku Pencurian Motor, Yamaha Jupiter Disembunyikan di Sema Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Serangan Tanker di Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Bongkar Jaringan Sabu di Pangkalan Lesung, 29 Paket Disita Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Catat 7 Hotspot di Riau Meski Hujan Masih Mengguyur Sejumlah Daerah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Gagal Lolos X-Ray di Bandara Pekanbaru, Kurir Asal Aceh Ditangkap Bawa 2 Kilogra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Usai Diperiksa 13 Jam, Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung dan Dititipkan d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Lahan Sudah Masuk Proyek Flyover, Warga Simpang Baru Belum Terima Ganti Rugi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Hotspot Riau Naik Jadi 22 Titik, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla Meski Hujan Masih Berpotensi Turun
Sebanyak 22 titik panas terpantau di Riau. Ini menandakan potensi karhutla kembali meningkat. (Foto: Istimewa)
Hotspot Riau Naik Jadi 22 Titik, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla Meski Hujan Masih Berpotensi Turun
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
10 Juli 2026 | 09:33:24

PEKANBARU-Jumlah hotspot Riau kembali mengalami peningkatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sebanyak 22 titik panas terpantau di Riau sampai pukul 23.00 WIB. Kondisi ini menjadi peringatan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun hujan masih diprakirakan turun di sejumlah daerah dalam beberapa waktu ke depan.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Anggun R. mengatakan, peningkatan jumlah hotspot perlu menjadi perhatian seluruh pihak karena memasuki periode yang rawan terhadap munculnya titik api.

Sebaran 22 hotspot di Riau meliputi Kabupaten Rokan Hilir sebanyak sembilan titik, Kota Dumai tujuh titik, Kabupaten Siak tiga titik, Kabupaten Kuantan Singingi dua titik, serta Kabupaten Pelalawan satu titik.

iklan-view

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan agar dapat segera ditangani," kata Anggun.

Data BMKG juga menunjukkan bahwa secara keseluruhan terdapat 297 hotspot di Pulau Sumatera. Aceh menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 76 titik, disusul Sumatera Utara 60 titik, Sumatera Selatan 52 titik, Kepulauan Bangka Belitung 42 titik, Lampung 34 titik, dan Riau 22 titik. Sementara Kepulauan Riau dan Bengkulu masing-masing mencatat empat titik, Sumatera Barat dua titik, serta Jambi satu titik.

Di sisi lain, BMKG menegaskan bahwa meningkatnya hotspot tidak berarti seluruh wilayah Riau berada dalam kondisi tanpa hujan. Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di berbagai daerah sepanjang hari.

Sejak pagi, hujan disertai petir dan angin kencang telah terpantau terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir berdasarkan pengamatan radar cuaca.

"Berdasarkan pengamatan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sepanjang hari," ujar Anggun.

Pada siang hingga sore hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

Memasuki malam, potensi hujan bergeser ke Kabupaten Rokan Hulu, Kuantan Singingi, Kampar, Pelalawan, dan Rokan Hilir.

Sementara itu, pada dini hari hujan diperkirakan masih terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Kota Dumai, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, serta Indragiri Hulu.

Meski hujan diprakirakan masih terjadi, BMKG mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem di beberapa daerah. Warga diminta mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada sore, malam hingga dini hari.

Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut meliputi Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Indragiri Hilir.

BMKG menilai kondisi ini perlu diantisipasi karena cuaca yang berubah cepat dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama yang bekerja di luar ruangan, sektor transportasi, hingga masyarakat pesisir.

Selain itu, meningkatnya hotspot juga menjadi perhatian karena dapat menjadi indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan apabila kondisi cuaca kering terus berlanjut di beberapa lokasi.

Untuk kondisi meteorologi, suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celcius dengan kelembapan udara antara 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.

Sementara di wilayah perairan, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah sehingga relatif aman bagi aktivitas pelayaran.

BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi cuaca terbaru dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca maupun risiko karhutla. Upaya pencegahan, termasuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, dinilai menjadi langkah penting untuk menekan potensi munculnya kebakaran di tengah meningkatnya jumlah hotspot di Riau. (mcr)

Home / News
Hotspot Riau Naik Jadi 22 Titik, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla Meski Hujan Masih Berpotensi Turun
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: news | 10 Juli 2026 | 09:33:24
Hotspot Riau Naik Jadi 22 Titik, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla Meski Hujan Masih Berpotensi Turun
Sebanyak 22 titik panas terpantau di Riau. Ini menandakan potensi karhutla kembali meningkat. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Jumlah hotspot Riau kembali mengalami peningkatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sebanyak 22 titik panas terpantau di Riau sampai pukul 23.00 WIB. Kondisi ini menjadi peringatan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun hujan masih diprakirakan turun di sejumlah daerah dalam beberapa waktu ke depan.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Anggun R. mengatakan, peningkatan jumlah hotspot perlu menjadi perhatian seluruh pihak karena memasuki periode yang rawan terhadap munculnya titik api.

Sebaran 22 hotspot di Riau meliputi Kabupaten Rokan Hilir sebanyak sembilan titik, Kota Dumai tujuh titik, Kabupaten Siak tiga titik, Kabupaten Kuantan Singingi dua titik, serta Kabupaten Pelalawan satu titik.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan agar dapat segera ditangani," kata Anggun.

Data BMKG juga menunjukkan bahwa secara keseluruhan terdapat 297 hotspot di Pulau Sumatera. Aceh menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 76 titik, disusul Sumatera Utara 60 titik, Sumatera Selatan 52 titik, Kepulauan Bangka Belitung 42 titik, Lampung 34 titik, dan Riau 22 titik. Sementara Kepulauan Riau dan Bengkulu masing-masing mencatat empat titik, Sumatera Barat dua titik, serta Jambi satu titik.

Di sisi lain, BMKG menegaskan bahwa meningkatnya hotspot tidak berarti seluruh wilayah Riau berada dalam kondisi tanpa hujan. Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di berbagai daerah sepanjang hari.

Sejak pagi, hujan disertai petir dan angin kencang telah terpantau terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir berdasarkan pengamatan radar cuaca.

"Berdasarkan pengamatan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sepanjang hari," ujar Anggun.

Pada siang hingga sore hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

Memasuki malam, potensi hujan bergeser ke Kabupaten Rokan Hulu, Kuantan Singingi, Kampar, Pelalawan, dan Rokan Hilir.

Sementara itu, pada dini hari hujan diperkirakan masih terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Kota Dumai, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, serta Indragiri Hulu.

Meski hujan diprakirakan masih terjadi, BMKG mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem di beberapa daerah. Warga diminta mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada sore, malam hingga dini hari.

Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut meliputi Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Indragiri Hilir.

BMKG menilai kondisi ini perlu diantisipasi karena cuaca yang berubah cepat dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama yang bekerja di luar ruangan, sektor transportasi, hingga masyarakat pesisir.

Selain itu, meningkatnya hotspot juga menjadi perhatian karena dapat menjadi indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan apabila kondisi cuaca kering terus berlanjut di beberapa lokasi.

Untuk kondisi meteorologi, suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celcius dengan kelembapan udara antara 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.

Sementara di wilayah perairan, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah sehingga relatif aman bagi aktivitas pelayaran.

BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi cuaca terbaru dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca maupun risiko karhutla. Upaya pencegahan, termasuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, dinilai menjadi langkah penting untuk menekan potensi munculnya kebakaran di tengah meningkatnya jumlah hotspot di Riau. (mcr)