
CARACAS – Duka Venezuela yang pernah dijuluki sebagai negeri telenovela, kini kian mendalam. Lebih dari dua pekan setelah diguncang gempa bumi kembar dahsyat, jumlah korban meninggal terus bertambah hingga mencapai 4.118 orang, sementara 16.740 lainnya mengalami luka-luka. Ribuan warga masih dinyatakan hilang, menjadikan bencana ini sebagai salah satu tragedi alam paling mematikan dalam sejarah modern negara tersebut.
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengumumkan data terbaru tersebut melalui akun Telegram resminya, Sabtu (11/7/2026). Di tengah bertambahnya korban, harapan menemukan penyintas praktis telah pupus.
Tim penyelamat resmi menghentikan operasi pencarian korban selamat, namun ribuan keluarga masih bertahan di antara puing-puing bangunan, mencari orang-orang tercinta agar setidaknya dapat dimakamkan secara layak.
Gempa kembar yang terjadi pada 24 Juni 2026 mengguncang Venezuela hanya dalam selang 39 detik. Gempa pertama berkekuatan Magnitudo 7,2, disusul gempa kedua yang lebih dahsyat dengan Magnitudo 7,5, menjadikannya gempa terbesar yang melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad.

Guncangan dahsyat tersebut meluluhlantakkan distrik-distrik di negara bagian pesisir La Guaira, merobohkan blok-blok apartemen bertingkat menjadi hamparan puing dan menghancurkan berbagai fasilitas publik.
Bencana ini juga memperparah krisis ekonomi yang telah lama membelit Venezuela. Pemerintah sementara di bawah Presiden Delcy Rodriguez mendesak pencairan aset-aset Venezuela yang dibekukan di luar negeri agar dapat digunakan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak.
Rodriguez bahkan telah mengirim surat kepada Raja Charles III untuk meminta pencairan sekitar 30 ton cadangan emas Venezuela yang selama ini dibekukan akibat sanksi Inggris. Menurutnya, aset tersebut sangat dibutuhkan guna membiayai pembangunan kembali daerah-daerah yang luluh lantak akibat gempa.
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah mengajukan permohonan bantuan darurat hampir USD300 juta atau sekitar Rp5,4 triliun untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan dan mempercepat pemulihan para korban.
Gelombang solidaritas internasional pun terus mengalir. FIFA Foundation mengumumkan penyaluran dana kemanusiaan sebesar USD1 juta melalui FIFA Foundation Humanitarian Fund untuk membantu penanganan darurat sekaligus mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak.
Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan keluarga besar sepak bola dunia berdiri bersama rakyat Venezuela dalam menghadapi salah satu masa paling sulit dalam sejarah negara tersebut.
Menurutnya, sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi juga memiliki kekuatan menyatukan masyarakat dan menghadirkan harapan di tengah krisis kemanusiaan.
Senada dengan itu, Ketua Eksekutif FIFA Foundation Mauricio Macri menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan memastikan organisasinya akan terus mendukung lembaga-lembaga kemanusiaan yang berada di garis depan memberikan bantuan.
Selain dukungan FIFA Foundation, Federasi Sepak Bola Venezuela (FVF) juga menggerakkan komunitas sepak bola nasional untuk ikut menggalang bantuan bagi para korban.
Di tengah berhentinya operasi penyelamatan, perjuangan Venezuela kini memasuki babak baru. Bukan lagi sekadar mencari korban yang selamat, tetapi membangun kembali kehidupan ribuan keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta, tempat tinggal, dan harapan akibat salah satu bencana paling mematikan yang pernah melanda negeri itu. (**)
Dari berbagai sumber






CARACAS – Duka Venezuela yang pernah dijuluki sebagai negeri telenovela, kini kian mendalam. Lebih dari dua pekan setelah diguncang gempa bumi kembar dahsyat, jumlah korban meninggal terus bertambah hingga mencapai 4.118 orang, sementara 16.740 lainnya mengalami luka-luka. Ribuan warga masih dinyatakan hilang, menjadikan bencana ini sebagai salah satu tragedi alam paling mematikan dalam sejarah modern negara tersebut.
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengumumkan data terbaru tersebut melalui akun Telegram resminya, Sabtu (11/7/2026). Di tengah bertambahnya korban, harapan menemukan penyintas praktis telah pupus.
Tim penyelamat resmi menghentikan operasi pencarian korban selamat, namun ribuan keluarga masih bertahan di antara puing-puing bangunan, mencari orang-orang tercinta agar setidaknya dapat dimakamkan secara layak.
Gempa kembar yang terjadi pada 24 Juni 2026 mengguncang Venezuela hanya dalam selang 39 detik. Gempa pertama berkekuatan Magnitudo 7,2, disusul gempa kedua yang lebih dahsyat dengan Magnitudo 7,5, menjadikannya gempa terbesar yang melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad.
Guncangan dahsyat tersebut meluluhlantakkan distrik-distrik di negara bagian pesisir La Guaira, merobohkan blok-blok apartemen bertingkat menjadi hamparan puing dan menghancurkan berbagai fasilitas publik.
Bencana ini juga memperparah krisis ekonomi yang telah lama membelit Venezuela. Pemerintah sementara di bawah Presiden Delcy Rodriguez mendesak pencairan aset-aset Venezuela yang dibekukan di luar negeri agar dapat digunakan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak.
Rodriguez bahkan telah mengirim surat kepada Raja Charles III untuk meminta pencairan sekitar 30 ton cadangan emas Venezuela yang selama ini dibekukan akibat sanksi Inggris. Menurutnya, aset tersebut sangat dibutuhkan guna membiayai pembangunan kembali daerah-daerah yang luluh lantak akibat gempa.
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah mengajukan permohonan bantuan darurat hampir USD300 juta atau sekitar Rp5,4 triliun untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan dan mempercepat pemulihan para korban.
Gelombang solidaritas internasional pun terus mengalir. FIFA Foundation mengumumkan penyaluran dana kemanusiaan sebesar USD1 juta melalui FIFA Foundation Humanitarian Fund untuk membantu penanganan darurat sekaligus mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak.
Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan keluarga besar sepak bola dunia berdiri bersama rakyat Venezuela dalam menghadapi salah satu masa paling sulit dalam sejarah negara tersebut.
Menurutnya, sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi juga memiliki kekuatan menyatukan masyarakat dan menghadirkan harapan di tengah krisis kemanusiaan.
Senada dengan itu, Ketua Eksekutif FIFA Foundation Mauricio Macri menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan memastikan organisasinya akan terus mendukung lembaga-lembaga kemanusiaan yang berada di garis depan memberikan bantuan.
Selain dukungan FIFA Foundation, Federasi Sepak Bola Venezuela (FVF) juga menggerakkan komunitas sepak bola nasional untuk ikut menggalang bantuan bagi para korban.
Di tengah berhentinya operasi penyelamatan, perjuangan Venezuela kini memasuki babak baru. Bukan lagi sekadar mencari korban yang selamat, tetapi membangun kembali kehidupan ribuan keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta, tempat tinggal, dan harapan akibat salah satu bencana paling mematikan yang pernah melanda negeri itu. (**)
Dari berbagai sumber