
PEKANBARU-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Riau didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan, Minggu (12/7/2026). Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan dan sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah, bahkan disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby C, mengatakan masyarakat perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem terutama di Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada siang hingga sore hari. Kondisi tersebut diprakirakan masih berlanjut hingga malam hari di sebagian wilayah kedua kabupaten tersebut.
Pada pagi hari, kondisi cuaca di Riau diprakirakan udara kabur hingga cerah berawan.

Berdasarkan pantauan radar cuaca, hujan ringan hingga sedang telah terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Pelalawan.
Memasuki siang hingga sore, cuaca secara umum diperkirakan cerah berawan hingga berawan. Namun hujan ringan berpotensi turun di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, serta Indragiri Hilir.
Sementara pada malam hingga dini hari, udara kabur hingga berawan masih mendominasi dengan peluang hujan ringan di sebagian wilayah Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi.
"Suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam," ujar Deby.
BMKG juga memprakirakan tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah.
Dengan kondisi tersebut, aktivitas pelayaran secara umum masih dinilai relatif aman. Namun operator kapal dan masyarakat yang beraktivitas di perairan tetap diminta memantau perkembangan informasi cuaca karena kondisi dapat berubah sewaktu-waktu.
Selain prakiraan cuaca, BMKG turut memantau kondisi titik panas di Pulau Sumatera. Berdasarkan citra satelit, terdapat 179 hotspot yang tersebar di sejumlah provinsi.
Di Provinsi Riau sendiri hanya terdeteksi satu titik panas yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu.
Informasi prakiraan cuaca menjadi penting bagi masyarakat, khususnya petani, nelayan, pelaku transportasi, hingga warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan agar dapat mengantisipasi potensi hujan maupun cuaca ekstrem selama berlangsungnya aktivitas. (mcr)






PEKANBARU-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Riau didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan, Minggu (12/7/2026). Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan dan sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah, bahkan disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby C, mengatakan masyarakat perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem terutama di Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada siang hingga sore hari. Kondisi tersebut diprakirakan masih berlanjut hingga malam hari di sebagian wilayah kedua kabupaten tersebut.
Pada pagi hari, kondisi cuaca di Riau diprakirakan udara kabur hingga cerah berawan.
Berdasarkan pantauan radar cuaca, hujan ringan hingga sedang telah terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Pelalawan.
Memasuki siang hingga sore, cuaca secara umum diperkirakan cerah berawan hingga berawan. Namun hujan ringan berpotensi turun di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, serta Indragiri Hilir.
Sementara pada malam hingga dini hari, udara kabur hingga berawan masih mendominasi dengan peluang hujan ringan di sebagian wilayah Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi.
"Suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam," ujar Deby.
BMKG juga memprakirakan tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah.
Dengan kondisi tersebut, aktivitas pelayaran secara umum masih dinilai relatif aman. Namun operator kapal dan masyarakat yang beraktivitas di perairan tetap diminta memantau perkembangan informasi cuaca karena kondisi dapat berubah sewaktu-waktu.
Selain prakiraan cuaca, BMKG turut memantau kondisi titik panas di Pulau Sumatera. Berdasarkan citra satelit, terdapat 179 hotspot yang tersebar di sejumlah provinsi.
Di Provinsi Riau sendiri hanya terdeteksi satu titik panas yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu.
Informasi prakiraan cuaca menjadi penting bagi masyarakat, khususnya petani, nelayan, pelaku transportasi, hingga warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan agar dapat mengantisipasi potensi hujan maupun cuaca ekstrem selama berlangsungnya aktivitas. (mcr)