
PEKANBARU-Sepanjang Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Kota Pekanbaru mencatatkan kinerja keuangan yang positif. Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Riau, realisasi PAD menyentuh target yang telah ditetapkan.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyampaikan bahwa target pendapatan daerah pada APBD 2025 ditetapkan sebesar Rp3,227 triliun. Hingga akhir tahun anggaran, pendapatan yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp3,225 triliun atau setara 99,93 persen dari target.
"Realisasi tersebut meningkat sekitar Rp444,9 miliar atau 16 persen dibandingkan pendapatan daerah tahun 2024 yang sebesar Rp2,7 triliun," ujar Markarius saat rapat paripurna penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025.
Menurutnya, peningkatan pendapatan daerah terutama ditopang oleh capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melampaui target. Dari target sebesar Rp1,2 triliun, PAD berhasil dibukukan sebesar Rp1,3 triliun atau mencapai 100,14 persen.

Markarius menjelaskan, capaian tersebut mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp377,408 miliar atau 40,85 persen dibandingkan realisasi PAD tahun 2024 yang tercatat Rp923,858 miliar. Sementara itu, pendapatan transfer juga menunjukkan kinerja yang baik dengan realisasi Rp1,92 triliun atau 99,79 persen dari target. Nilai tersebut meningkat Rp67,55 miliar atau 3,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain dua sumber pendapatan utama tersebut, Pemko Pekanbaru juga memperoleh penerimaan dari pos lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp11,228 juta. Pendapatan itu berasal dari hibah dan penerimaan lain yang diterima sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan meski tidak dianggarkan dalam APBD.
Di sisi belanja, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,24 triliun. Hingga tutup tahun anggaran, realisasi belanja mencapai Rp2,98 triliun atau 92,06 persen. Capaian itu meningkat Rp228,49 miliar atau 8,28 persen dibandingkan realisasi belanja pada 2024.
Belanja operasi masih menjadi komponen terbesar dengan realisasi Rp2,58 triliun atau 94,44 persen dari pagu anggaran. Sementara belanja modal terealisasi sebesar Rp401,40 miliar atau 86,22 persen, naik Rp106,154 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya investasi pemerintah daerah untuk pembangunan infrastruktur serta pengadaan aset pendukung pelayanan publik.
Adapun belanja tidak terduga hanya terserap Rp64,665 juta atau 0,16 persen dari anggaran Rp41,21 miliar. Dana itu digunakan untuk pengembalian kelebihan pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Tahun Anggaran 2024 yang dibebankan pada APBD 2025.
Pada sektor pembiayaan, penerimaan pembiayaan terealisasi 73,35 persen dari pagu Rp28,08 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp5 miliar terserap seluruhnya. Dengan capaian tersebut, pembiayaan neto Pemko Pekanbaru pada Tahun Anggaran 2025 tercatat sebesar Rp15,60 miliar dengan tingkat realisasi mencapai 67,57 persen.(*)






PEKANBARU-Sepanjang Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Kota Pekanbaru mencatatkan kinerja keuangan yang positif. Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Riau, realisasi PAD menyentuh target yang telah ditetapkan.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyampaikan bahwa target pendapatan daerah pada APBD 2025 ditetapkan sebesar Rp3,227 triliun. Hingga akhir tahun anggaran, pendapatan yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp3,225 triliun atau setara 99,93 persen dari target.
"Realisasi tersebut meningkat sekitar Rp444,9 miliar atau 16 persen dibandingkan pendapatan daerah tahun 2024 yang sebesar Rp2,7 triliun," ujar Markarius saat rapat paripurna penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025.
Menurutnya, peningkatan pendapatan daerah terutama ditopang oleh capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melampaui target. Dari target sebesar Rp1,2 triliun, PAD berhasil dibukukan sebesar Rp1,3 triliun atau mencapai 100,14 persen.
Markarius menjelaskan, capaian tersebut mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp377,408 miliar atau 40,85 persen dibandingkan realisasi PAD tahun 2024 yang tercatat Rp923,858 miliar. Sementara itu, pendapatan transfer juga menunjukkan kinerja yang baik dengan realisasi Rp1,92 triliun atau 99,79 persen dari target. Nilai tersebut meningkat Rp67,55 miliar atau 3,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain dua sumber pendapatan utama tersebut, Pemko Pekanbaru juga memperoleh penerimaan dari pos lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp11,228 juta. Pendapatan itu berasal dari hibah dan penerimaan lain yang diterima sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan meski tidak dianggarkan dalam APBD.
Di sisi belanja, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,24 triliun. Hingga tutup tahun anggaran, realisasi belanja mencapai Rp2,98 triliun atau 92,06 persen. Capaian itu meningkat Rp228,49 miliar atau 8,28 persen dibandingkan realisasi belanja pada 2024.
Belanja operasi masih menjadi komponen terbesar dengan realisasi Rp2,58 triliun atau 94,44 persen dari pagu anggaran. Sementara belanja modal terealisasi sebesar Rp401,40 miliar atau 86,22 persen, naik Rp106,154 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya investasi pemerintah daerah untuk pembangunan infrastruktur serta pengadaan aset pendukung pelayanan publik.
Adapun belanja tidak terduga hanya terserap Rp64,665 juta atau 0,16 persen dari anggaran Rp41,21 miliar. Dana itu digunakan untuk pengembalian kelebihan pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Tahun Anggaran 2024 yang dibebankan pada APBD 2025.
Pada sektor pembiayaan, penerimaan pembiayaan terealisasi 73,35 persen dari pagu Rp28,08 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp5 miliar terserap seluruhnya. Dengan capaian tersebut, pembiayaan neto Pemko Pekanbaru pada Tahun Anggaran 2025 tercatat sebesar Rp15,60 miliar dengan tingkat realisasi mencapai 67,57 persen.(*)