logo
Intan Sari Terpilih Jadi Ketua RT 02 Tobekgodang, Partisipasi Warga Capai 90 Per Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Hari Ini Guyur Rohul dan Kuansing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Riau Desak Pemprov Tetapkan Standar Harga Kelapa, Harga di Inhil Anjlok ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPU Pekanbaru dan PWI Teken MoU, Perkuat Publikasi Kepemiluan hingga Tangkal Hoa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Ubah Jam Operasional Sementara Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ditjenpas Riau Akui Kelalaian Pengawal Jadi Pemicu Napi Kabur, Usul Hukuman Bera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengakuan Tangan Kanan Ibnu: Napi Kabur Diduga Rutin Keluar Lapas, Sipir Disebut Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terungkap! Napi Kabur dari Lapas Pekanbaru Diduga "Otak" Penyelundupan Sabu ke B Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / BISNIS
Cabai Turun hingga Rp30 Ribu per Kg, Tomat Tetap Rp20 Ribu Meski Banjir Pasokan di Pekanbaru
Harga cabai merah berangsur turun di pasar-pasar tradisional di Pekanbaru. (Foto: Wahyu)
Cabai Turun hingga Rp30 Ribu per Kg, Tomat Tetap Rp20 Ribu Meski Banjir Pasokan di Pekanbaru
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
14 Juli 2026 | 17:11:16

PEKANBARU - Harga cabai merah di Pasar Cik Puan, Kota Pekanbaru, mulai berangsur turun setelah sempat melonjak dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, penurunan harga belum mampu mendongkrak daya beli masyarakat. Sebaliknya, harga tomat masih bertahan tinggi meski pasokannya melimpah.

Pedagang cabai, Edi Manik, mengatakan harga cabai merah asal Jawa kini dijual Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Sementara cabai bukit dibanderol Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram.

"Hari ini harga cabai sudah turun. Sebelumnya sempat mencapai Rp45.000 sampai Rp60.000 per kilogram," kata Edi kepada Pekanbarutv.com, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, turunnya harga belum diikuti peningkatan jumlah pembeli. Aktivitas jual beli di pasar justru masih lesu.

iklan-view

Edi menilai kondisi tersebut dipengaruhi kebutuhan masyarakat yang saat ini lebih memprioritaskan pengeluaran untuk keperluan masuk sekolah.

"Sepertinya orang tua sekarang lebih fokus membeli perlengkapan sekolah, jadi belanja kebutuhan dapur agak berkurang," ujarnya.

Ia mengaku penurunan jumlah pembeli sudah terasa sejak sepekan terakhir. Padahal, pasokan cabai dari daerah sentra produksi dalam kondisi melimpah sehingga stok di Pasar Cik Puan dipastikan aman.

Berbeda dengan cabai, komoditas tomat justru masih dijual dengan harga tinggi. Pedagang tomat, Armiati, mengatakan harga tomat matang bertahan di Rp20.000 per kilogram, sedangkan tomat hijau mencapai Rp22.000 per kilogram.

"Harga ini sudah lebih dari sebulan belum turun," katanya.

Armiati mengaku tidak mengetahui penyebab tingginya harga tomat. Sebab, pasokan di pasar tidak mengalami kendala, bahkan cenderung berlimpah.

"Biasanya tomat hanya Rp8.000 sampai Rp10.000 per kilogram. Sekarang stok banyak, tapi harganya tetap tinggi," ujarnya.

Kondisi tersebut berdampak pada pola belanja masyarakat. Jika sebelumnya pembeli rata-rata membeli dua kilogram tomat, kini sebagian besar hanya membeli satu kilogram untuk menghemat pengeluaran.

Para pedagang berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan di pasar tradisional. Dengan harga yang lebih terkendali, mereka optimistis daya beli masyarakat akan kembali pulih dan aktivitas perdagangan kembali bergairah. (why)

Home / Ekonomi
Cabai Turun hingga Rp30 Ribu per Kg, Tomat Tetap Rp20 Ribu Meski Banjir Pasokan di Pekanbaru
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: ekonomi | 14 Juli 2026 | 17:11:16
Cabai Turun hingga Rp30 Ribu per Kg, Tomat Tetap Rp20 Ribu Meski Banjir Pasokan di Pekanbaru
Harga cabai merah berangsur turun di pasar-pasar tradisional di Pekanbaru. (Foto: Wahyu)

PEKANBARU - Harga cabai merah di Pasar Cik Puan, Kota Pekanbaru, mulai berangsur turun setelah sempat melonjak dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, penurunan harga belum mampu mendongkrak daya beli masyarakat. Sebaliknya, harga tomat masih bertahan tinggi meski pasokannya melimpah.

Pedagang cabai, Edi Manik, mengatakan harga cabai merah asal Jawa kini dijual Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Sementara cabai bukit dibanderol Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram.

"Hari ini harga cabai sudah turun. Sebelumnya sempat mencapai Rp45.000 sampai Rp60.000 per kilogram," kata Edi kepada Pekanbarutv.com, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, turunnya harga belum diikuti peningkatan jumlah pembeli. Aktivitas jual beli di pasar justru masih lesu.

Edi menilai kondisi tersebut dipengaruhi kebutuhan masyarakat yang saat ini lebih memprioritaskan pengeluaran untuk keperluan masuk sekolah.

"Sepertinya orang tua sekarang lebih fokus membeli perlengkapan sekolah, jadi belanja kebutuhan dapur agak berkurang," ujarnya.

Ia mengaku penurunan jumlah pembeli sudah terasa sejak sepekan terakhir. Padahal, pasokan cabai dari daerah sentra produksi dalam kondisi melimpah sehingga stok di Pasar Cik Puan dipastikan aman.

Berbeda dengan cabai, komoditas tomat justru masih dijual dengan harga tinggi. Pedagang tomat, Armiati, mengatakan harga tomat matang bertahan di Rp20.000 per kilogram, sedangkan tomat hijau mencapai Rp22.000 per kilogram.

"Harga ini sudah lebih dari sebulan belum turun," katanya.

Armiati mengaku tidak mengetahui penyebab tingginya harga tomat. Sebab, pasokan di pasar tidak mengalami kendala, bahkan cenderung berlimpah.

"Biasanya tomat hanya Rp8.000 sampai Rp10.000 per kilogram. Sekarang stok banyak, tapi harganya tetap tinggi," ujarnya.

Kondisi tersebut berdampak pada pola belanja masyarakat. Jika sebelumnya pembeli rata-rata membeli dua kilogram tomat, kini sebagian besar hanya membeli satu kilogram untuk menghemat pengeluaran.

Para pedagang berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan di pasar tradisional. Dengan harga yang lebih terkendali, mereka optimistis daya beli masyarakat akan kembali pulih dan aktivitas perdagangan kembali bergairah. (why)