
PEKANBARU - Suasana tahun ajaran baru di SDN 127 Pekanbaru, Jalan Tanjung Batu, Kecamatan Lima Puluh, terasa berbeda. Hingga proses penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026, sekolah tersebut baru menerima empat calon siswa.
Dari empat pendaftar tersebut, baru satu siswa yang telah melengkapi seluruh persyaratan administrasi, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), akta kelahiran, dan KTP orang tua. Sementara tiga calon siswa lainnya masih mendaftar secara offline dan tengah melengkapi berkas.
Jumlah itu tidak jauh berbeda dibandingkan tahun lalu yang hanya menerima 11 siswa baru.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 127 Pekanbaru, Etniyenti, mengatakan minimnya jumlah peserta didik baru dipengaruhi oleh perubahan kondisi demografi di lingkungan sekitar sekolah.

"Daerah sini termasuk kampung lama. Penduduknya sebagian besar sudah berusia lanjut, sedangkan keluarga muda yang masih produktif banyak yang pindah ke kawasan Panam dan daerah berkembang lainnya," ujarnya kepada Pekanbarutv.com, Rabu (15/7/2026).

Beberapa murid SDN 127 sedang belajar di kelasnya. (Foto: Wahyu).
Menurut Etniyenti, penurunan jumlah siswa mulai terasa sejak 2024. Saat itu total siswa di SDN 127 tercatat hanya 74 orang. Padahal pada periode 2021 hingga 2022, sekolah ini masih memiliki sekitar 149 siswa.
Meski jumlah pendaftar terus menurun, pihak sekolah tetap berupaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik. Salah satunya dengan menerapkan program sekolah ramah anak, di mana para guru menyambut setiap siswa di pintu gerbang setiap pagi untuk menciptakan suasana belajar yang hangat, aman, dan menyenangkan.
Etniyenti berharap jumlah peserta didik baru pada tahun ajaran mendatang dapat meningkat seiring bertambahnya minat masyarakat menyekolahkan anak-anaknya di SDN 127 Pekanbaru.
"Kami tetap optimistis. Semoga tahun depan semakin banyak orang tua yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya di SDN 127," harapnya. (why)






PEKANBARU - Suasana tahun ajaran baru di SDN 127 Pekanbaru, Jalan Tanjung Batu, Kecamatan Lima Puluh, terasa berbeda. Hingga proses penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026, sekolah tersebut baru menerima empat calon siswa.
Dari empat pendaftar tersebut, baru satu siswa yang telah melengkapi seluruh persyaratan administrasi, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), akta kelahiran, dan KTP orang tua. Sementara tiga calon siswa lainnya masih mendaftar secara offline dan tengah melengkapi berkas.
Jumlah itu tidak jauh berbeda dibandingkan tahun lalu yang hanya menerima 11 siswa baru.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 127 Pekanbaru, Etniyenti, mengatakan minimnya jumlah peserta didik baru dipengaruhi oleh perubahan kondisi demografi di lingkungan sekitar sekolah.
"Daerah sini termasuk kampung lama. Penduduknya sebagian besar sudah berusia lanjut, sedangkan keluarga muda yang masih produktif banyak yang pindah ke kawasan Panam dan daerah berkembang lainnya," ujarnya kepada Pekanbarutv.com, Rabu (15/7/2026).

Beberapa murid SDN 127 sedang belajar di kelasnya. (Foto: Wahyu).
Menurut Etniyenti, penurunan jumlah siswa mulai terasa sejak 2024. Saat itu total siswa di SDN 127 tercatat hanya 74 orang. Padahal pada periode 2021 hingga 2022, sekolah ini masih memiliki sekitar 149 siswa.
Meski jumlah pendaftar terus menurun, pihak sekolah tetap berupaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik. Salah satunya dengan menerapkan program sekolah ramah anak, di mana para guru menyambut setiap siswa di pintu gerbang setiap pagi untuk menciptakan suasana belajar yang hangat, aman, dan menyenangkan.
Etniyenti berharap jumlah peserta didik baru pada tahun ajaran mendatang dapat meningkat seiring bertambahnya minat masyarakat menyekolahkan anak-anaknya di SDN 127 Pekanbaru.
"Kami tetap optimistis. Semoga tahun depan semakin banyak orang tua yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya di SDN 127," harapnya. (why)