logo
Intan Sari Terpilih Jadi Ketua RT 02 Tobekgodang, Partisipasi Warga Capai 90 Per Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Hari Ini Guyur Rohul dan Kuansing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Riau Desak Pemprov Tetapkan Standar Harga Kelapa, Harga di Inhil Anjlok ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPU Pekanbaru dan PWI Teken MoU, Perkuat Publikasi Kepemiluan hingga Tangkal Hoa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Ubah Jam Operasional Sementara Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ditjenpas Riau Akui Kelalaian Pengawal Jadi Pemicu Napi Kabur, Usul Hukuman Bera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengakuan Tangan Kanan Ibnu: Napi Kabur Diduga Rutin Keluar Lapas, Sipir Disebut Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terungkap! Napi Kabur dari Lapas Pekanbaru Diduga "Otak" Penyelundupan Sabu ke B Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / PEKANBARU
Fenomena Kampung Tua Berdampak ke Sekolah, Hanya 4 Murid Baru Mendaftar Masuk SDN 127 Pekanbaru
Beberapa murid SDN.127 sedang bermain di teras sekolahnya. (Foto: Wahyu)
Fenomena Kampung Tua Berdampak ke Sekolah, Hanya 4 Murid Baru Mendaftar Masuk SDN 127 Pekanbaru
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
15 Juli 2026 | 16:31:25

PEKANBARU - Suasana tahun ajaran baru di SDN 127 Pekanbaru, Jalan Tanjung Batu, Kecamatan Lima Puluh, terasa berbeda. Hingga proses penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026, sekolah tersebut baru menerima empat calon siswa.

Dari empat pendaftar tersebut, baru satu siswa yang telah melengkapi seluruh persyaratan administrasi, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), akta kelahiran, dan KTP orang tua. Sementara tiga calon siswa lainnya masih mendaftar secara offline dan tengah melengkapi berkas.

Jumlah itu tidak jauh berbeda dibandingkan tahun lalu yang hanya menerima 11 siswa baru.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 127 Pekanbaru, Etniyenti, mengatakan minimnya jumlah peserta didik baru dipengaruhi oleh perubahan kondisi demografi di lingkungan sekitar sekolah.

iklan-view

"Daerah sini termasuk kampung lama. Penduduknya sebagian besar sudah berusia lanjut, sedangkan keluarga muda yang masih produktif banyak yang pindah ke kawasan Panam dan daerah berkembang lainnya," ujarnya kepada Pekanbarutv.com, Rabu (15/7/2026).

Beberapa murid SDN 127 sedang belajar di kelasnya. (Foto: Wahyu).

Menurut Etniyenti, penurunan jumlah siswa mulai terasa sejak 2024. Saat itu total siswa di SDN 127 tercatat hanya 74 orang. Padahal pada periode 2021 hingga 2022, sekolah ini masih memiliki sekitar 149 siswa.

Meski jumlah pendaftar terus menurun, pihak sekolah tetap berupaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik. Salah satunya dengan menerapkan program sekolah ramah anak, di mana para guru menyambut setiap siswa di pintu gerbang setiap pagi untuk menciptakan suasana belajar yang hangat, aman, dan menyenangkan.

Etniyenti berharap jumlah peserta didik baru pada tahun ajaran mendatang dapat meningkat seiring bertambahnya minat masyarakat menyekolahkan anak-anaknya di SDN 127 Pekanbaru.

"Kami tetap optimistis. Semoga tahun depan semakin banyak orang tua yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya di SDN 127," harapnya. (why)

Home / News
Fenomena Kampung Tua Berdampak ke Sekolah, Hanya 4 Murid Baru Mendaftar Masuk SDN 127 Pekanbaru
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 15 Juli 2026 | 16:31:25
Fenomena Kampung Tua Berdampak ke Sekolah, Hanya 4 Murid Baru Mendaftar Masuk SDN 127 Pekanbaru
Beberapa murid SDN.127 sedang bermain di teras sekolahnya. (Foto: Wahyu)

PEKANBARU - Suasana tahun ajaran baru di SDN 127 Pekanbaru, Jalan Tanjung Batu, Kecamatan Lima Puluh, terasa berbeda. Hingga proses penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026, sekolah tersebut baru menerima empat calon siswa.

Dari empat pendaftar tersebut, baru satu siswa yang telah melengkapi seluruh persyaratan administrasi, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), akta kelahiran, dan KTP orang tua. Sementara tiga calon siswa lainnya masih mendaftar secara offline dan tengah melengkapi berkas.

Jumlah itu tidak jauh berbeda dibandingkan tahun lalu yang hanya menerima 11 siswa baru.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 127 Pekanbaru, Etniyenti, mengatakan minimnya jumlah peserta didik baru dipengaruhi oleh perubahan kondisi demografi di lingkungan sekitar sekolah.

"Daerah sini termasuk kampung lama. Penduduknya sebagian besar sudah berusia lanjut, sedangkan keluarga muda yang masih produktif banyak yang pindah ke kawasan Panam dan daerah berkembang lainnya," ujarnya kepada Pekanbarutv.com, Rabu (15/7/2026).

Beberapa murid SDN 127 sedang belajar di kelasnya. (Foto: Wahyu).

Menurut Etniyenti, penurunan jumlah siswa mulai terasa sejak 2024. Saat itu total siswa di SDN 127 tercatat hanya 74 orang. Padahal pada periode 2021 hingga 2022, sekolah ini masih memiliki sekitar 149 siswa.

Meski jumlah pendaftar terus menurun, pihak sekolah tetap berupaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik. Salah satunya dengan menerapkan program sekolah ramah anak, di mana para guru menyambut setiap siswa di pintu gerbang setiap pagi untuk menciptakan suasana belajar yang hangat, aman, dan menyenangkan.

Etniyenti berharap jumlah peserta didik baru pada tahun ajaran mendatang dapat meningkat seiring bertambahnya minat masyarakat menyekolahkan anak-anaknya di SDN 127 Pekanbaru.

"Kami tetap optimistis. Semoga tahun depan semakin banyak orang tua yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya di SDN 127," harapnya. (why)