
PEKANBARU-Jumlah titik panas atau hotspot di Riau meningkat menjadi 28 titik berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sampai pukul 23.00 WIB. Saat yang sama, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Riau berpotensi diguyur hujan sedang dan lebat disertai petir dan angin kencang, Kamis (16/7/2026).
Data BMKG menunjukkan Riau menjadi salah satu provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi di Pulau Sumatera bersama Sumatera Barat yang masing-masing mencatat 28 titik panas. Jumlah tersebut masih berada di bawah Sumatera Selatan dengan 60 titik dan Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 51 titik.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Mari Frystine, mengatakan titik panas di Riau tersebar di delapan kabupaten dan kota.
Sebaran terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis dengan 12 titik. Selanjutnya Kabupaten Rokan Hulu, Kuantan Singingi, Pelalawan dan Siak masing-masing tiga titik. Kabupaten Kampar tercatat dua titik, sedangkan Indragiri Hilir dan Kota Pekanbaru masing-masing satu titik.

"Di Provinsi Riau terpantau 28 titik panas yang tersebar di delapan kabupaten dan kota. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan maupun lahan," ujar Mari.
Selain memantau perkembangan hotspot, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem.
Pada pagi hari, kondisi cuaca diprakirakan didominasi udara kabur hingga cerah berawan. Memasuki siang hingga sore, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai, Siak, Pelalawan, Kampar, Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti.
BMKG memperingatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Riau pada siang hingga sore serta malam hingga dini hari.
Pada malam hari, hujan diprakirakan masih mengguyur sebagian wilayah Rokan Hulu, Kampar, Pelalawan, Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti dan Kota Pekanbaru.
Sementara pada dini hari, cakupan hujan diprediksi semakin meluas hingga sebagian besar wilayah Provinsi Riau.
BMKG memperkirakan suhu udara berkisar 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan 55 sampai 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.
Di wilayah perairan, tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah sehingga aktivitas pelayaran dinilai relatif aman.
Meski demikian, BMKG meminta masyarakat yang beraktivitas di laut tetap memantau perkembangan cuaca sebelum berlayar karena perubahan kondisi atmosfer dapat terjadi sewaktu-waktu.
Secara keseluruhan, BMKG mencatat terdapat 236 hotspot di Pulau Sumatera. Selain Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau, titik panas juga terdeteksi di Jambi sebanyak 13 titik, Lampung delapan titik, Aceh tujuh titik, Bengkulu tujuh titik serta Kepulauan Riau tiga titik.
Peningkatan hotspot di tengah prakiraan hujan menunjukkan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan masih perlu diantisipasi. Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan dampaknya tidak meluas. (mcr)






PEKANBARU-Jumlah titik panas atau hotspot di Riau meningkat menjadi 28 titik berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sampai pukul 23.00 WIB. Saat yang sama, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Riau berpotensi diguyur hujan sedang dan lebat disertai petir dan angin kencang, Kamis (16/7/2026).
Data BMKG menunjukkan Riau menjadi salah satu provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi di Pulau Sumatera bersama Sumatera Barat yang masing-masing mencatat 28 titik panas. Jumlah tersebut masih berada di bawah Sumatera Selatan dengan 60 titik dan Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 51 titik.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Mari Frystine, mengatakan titik panas di Riau tersebar di delapan kabupaten dan kota.
Sebaran terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis dengan 12 titik. Selanjutnya Kabupaten Rokan Hulu, Kuantan Singingi, Pelalawan dan Siak masing-masing tiga titik. Kabupaten Kampar tercatat dua titik, sedangkan Indragiri Hilir dan Kota Pekanbaru masing-masing satu titik.
"Di Provinsi Riau terpantau 28 titik panas yang tersebar di delapan kabupaten dan kota. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan maupun lahan," ujar Mari.
Selain memantau perkembangan hotspot, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem.
Pada pagi hari, kondisi cuaca diprakirakan didominasi udara kabur hingga cerah berawan. Memasuki siang hingga sore, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai, Siak, Pelalawan, Kampar, Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti.
BMKG memperingatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Riau pada siang hingga sore serta malam hingga dini hari.
Pada malam hari, hujan diprakirakan masih mengguyur sebagian wilayah Rokan Hulu, Kampar, Pelalawan, Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti dan Kota Pekanbaru.
Sementara pada dini hari, cakupan hujan diprediksi semakin meluas hingga sebagian besar wilayah Provinsi Riau.
BMKG memperkirakan suhu udara berkisar 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan 55 sampai 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.
Di wilayah perairan, tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah sehingga aktivitas pelayaran dinilai relatif aman.
Meski demikian, BMKG meminta masyarakat yang beraktivitas di laut tetap memantau perkembangan cuaca sebelum berlayar karena perubahan kondisi atmosfer dapat terjadi sewaktu-waktu.
Secara keseluruhan, BMKG mencatat terdapat 236 hotspot di Pulau Sumatera. Selain Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau, titik panas juga terdeteksi di Jambi sebanyak 13 titik, Lampung delapan titik, Aceh tujuh titik, Bengkulu tujuh titik serta Kepulauan Riau tiga titik.
Peningkatan hotspot di tengah prakiraan hujan menunjukkan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan masih perlu diantisipasi. Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan dampaknya tidak meluas. (mcr)