logo
Pemko Pekanbaru Tegaskan Rumah Sakit Tak Boleh Bedakan Pasien BPJS dan Umum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemko Pekanbaru Buka Peluang Bangun Waste Station di Kampus UNRI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kapal Berbendera Tanzania Disergap di Bengkalis, Diduga Bawa Lebih 2 Ton Methamp Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Penanganan Gempa NTT, Pemerintah Masih Mampu Belum Buka Bantuan Asing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Gempa NTT Rusak 19.297 Rumah, Lebih dari 6.000 Bangunan Masuk Kategori Berat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Desa Sungai Gantang Sukses Bentangkan Bendera 1.081 Meter di Jembatan Rumbai Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 133 HGB Pedagang STC Dipersoalkan, Pemko Pekanbaru Didesak Buka Dasar Kebijakan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Pekanbaru Soroti Data Desil Warga: Salah Klasifikasi Bisa Bikin Bantuan Ter Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / KAMPAR
Basarnas Akhiri Operasi SAR di Sungai Kampar, Korban Ditemukan Meninggal Dunia 4,5 Km dari Lokasi Awal
Tim SAR mengevakuasi jenazah korban yang terjatuh dari Jembatan Rantau Berangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar. (Foto: MCR)
Basarnas Akhiri Operasi SAR di Sungai Kampar, Korban Ditemukan Meninggal Dunia 4,5 Km dari Lokasi Awal
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 16 Juli 2026 | 13:22:44

PEKANBARU - Setelah tiga hari berpacu dengan waktu dan derasnya arus Sungai Kampar, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan pemuda yang dilaporkan terjatuh dari Jembatan Rantau Berangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (16/7/2026) pagi.

Memasuki hari ketiga operasi pencarian, seluruh personel terlebih dahulu menggelar briefing di posko SAR untuk mengevaluasi hasil pencarian sebelumnya sekaligus menyusun strategi penyisiran terbaru berdasarkan Rencana Operasi (Renops).

Kepala Kantor Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan pencarian dilakukan dengan membagi personel ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Masing-masing tim menggunakan perahu karet untuk menyisir aliran Sungai Kampar dengan memperluas area pencarian hingga sekitar enam kilometer ke arah hilir dari titik korban diduga terjatuh.

iklan-view

Upaya tersebut membuahkan hasil sekitar pukul 09.40 WIB. Salah satu tim menemukan sesosok jasad yang mengapung di sungai. Setelah dilakukan pemeriksaan, dipastikan jasad tersebut merupakan korban yang selama tiga hari terakhir menjadi fokus pencarian.

"Korban ditemukan sekitar 5,4 kilometer dari titik awal kejadian atau Last Known Position (LKP)," ujar Budi Cahyadi.

Jenazah kemudian dievakuasi dari sungai menggunakan perahu karet dan dibawa ke Puskesmas Kuok untuk proses identifikasi serta penanganan medis. Setelah seluruh prosedur selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Dengan ditemukannya korban, Basarnas resmi mengakhiri Operasi SAR terhadap peristiwa tersebut.

"Dengan telah ditemukannya korban, Operasi SAR terhadap kondisi membahayakan manusia berupa satu orang terjatuh dari Jembatan Rantau Berangin secara resmi kami usulkan untuk ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing," kata Budi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut, mulai dari TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, relawan hingga masyarakat yang ikut membantu proses pencarian.

"Terima kasih atas sinergi dan kerja sama seluruh pihak selama tiga hari pelaksanaan operasi. Semoga kolaborasi ini menjadi wujud nyata pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat," tutupnya. (**)

sumber: mediacenter riau

Home / News
Basarnas Akhiri Operasi SAR di Sungai Kampar, Korban Ditemukan Meninggal Dunia 4,5 Km dari Lokasi Awal
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 16 Juli 2026 | 13:22:44
Basarnas Akhiri Operasi SAR di Sungai Kampar, Korban Ditemukan Meninggal Dunia 4,5 Km dari Lokasi Awal
Tim SAR mengevakuasi jenazah korban yang terjatuh dari Jembatan Rantau Berangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar. (Foto: MCR)

PEKANBARU - Setelah tiga hari berpacu dengan waktu dan derasnya arus Sungai Kampar, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan pemuda yang dilaporkan terjatuh dari Jembatan Rantau Berangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (16/7/2026) pagi.

Memasuki hari ketiga operasi pencarian, seluruh personel terlebih dahulu menggelar briefing di posko SAR untuk mengevaluasi hasil pencarian sebelumnya sekaligus menyusun strategi penyisiran terbaru berdasarkan Rencana Operasi (Renops).

Kepala Kantor Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan pencarian dilakukan dengan membagi personel ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Masing-masing tim menggunakan perahu karet untuk menyisir aliran Sungai Kampar dengan memperluas area pencarian hingga sekitar enam kilometer ke arah hilir dari titik korban diduga terjatuh.

Upaya tersebut membuahkan hasil sekitar pukul 09.40 WIB. Salah satu tim menemukan sesosok jasad yang mengapung di sungai. Setelah dilakukan pemeriksaan, dipastikan jasad tersebut merupakan korban yang selama tiga hari terakhir menjadi fokus pencarian.

"Korban ditemukan sekitar 5,4 kilometer dari titik awal kejadian atau Last Known Position (LKP)," ujar Budi Cahyadi.

Jenazah kemudian dievakuasi dari sungai menggunakan perahu karet dan dibawa ke Puskesmas Kuok untuk proses identifikasi serta penanganan medis. Setelah seluruh prosedur selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Dengan ditemukannya korban, Basarnas resmi mengakhiri Operasi SAR terhadap peristiwa tersebut.

"Dengan telah ditemukannya korban, Operasi SAR terhadap kondisi membahayakan manusia berupa satu orang terjatuh dari Jembatan Rantau Berangin secara resmi kami usulkan untuk ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing," kata Budi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut, mulai dari TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, relawan hingga masyarakat yang ikut membantu proses pencarian.

"Terima kasih atas sinergi dan kerja sama seluruh pihak selama tiga hari pelaksanaan operasi. Semoga kolaborasi ini menjadi wujud nyata pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat," tutupnya. (**)

sumber: mediacenter riau