logo
DPD Riau Tunggu Putusan Pusat Terkait Perselisihan Iwan Fatah-Eet Indra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polsek Ukui Amankan Pelaku Pencurian Motor, Yamaha Jupiter Disembunyikan di Sema Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Serangan Tanker di Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Bongkar Jaringan Sabu di Pangkalan Lesung, 29 Paket Disita Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Catat 7 Hotspot di Riau Meski Hujan Masih Mengguyur Sejumlah Daerah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Gagal Lolos X-Ray di Bandara Pekanbaru, Kurir Asal Aceh Ditangkap Bawa 2 Kilogra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Usai Diperiksa 13 Jam, Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung dan Dititipkan d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Lahan Sudah Masuk Proyek Flyover, Warga Simpang Baru Belum Terima Ganti Rugi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / DUMAI
Basarnas Temukan Jasad Pemancing yang Diduga Diterkam Buaya di Dumai, Warga Diminta Waspada
Tim Basarnas Pekanbaru melaksanakan pencarian satu orang diduga diterkam buaya di Muara Sungai Mampu, Kota Dumai, Sabtu (18/7/2026). (Foto: MCR)
Basarnas Temukan Jasad Pemancing yang Diduga Diterkam Buaya di Dumai, Warga Diminta Waspada
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
19 Juli 2026 | 14:24:25

PEKANBARU - Duka menyelimuti keluarga IK alias Ajib (21), warga Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai. Pemuda yang dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya saat memancing akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (19/7/2026) pagi.

Korban ditemukan Tim SAR Gabungan sekitar pukul 09.13 WIB setelah pencarian memasuki hari kedua. Jasad Ajib mengapung sekitar 600 meter dari lokasi terakhir ia diduga diserang buaya di Muara Sungai Mampu, Kelurahan Lubuk Gaung.

Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan pencarian diawali dengan apel dan briefing sebelum tim menyisir permukaan sungai sesuai rencana operasi.

"Korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 600 meter dari lokasi kejadian," ujar Budi.

iklan-view

Jenazah kemudian dievakuasi menuju Puskesmas Sungai Sembilan untuk penanganan awal sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup. Seluruh personel SAR gabungan dikembalikan ke instansi masing-masing setelah menyelesaikan misi kemanusiaan tersebut.

Peristiwa tragis itu bermula pada Sabtu (18/7/2026) ketika Ajib memancing bersama seorang rekannya di kawasan Muara Sungai Mampu, dekat PT SDO, saat kondisi air sedang pasang.

Menurut informasi yang diterima Basarnas dari Polsek Sungai Sembilan, korban berniat menyeberangi sungai. Rekannya sempat melarang karena kondisi dinilai berbahaya, namun peringatan tersebut tidak dihiraukan.

Saat berada di tengah penyeberangan, seekor buaya diduga tiba-tiba muncul dari semak-semak di tepi sungai dan langsung menerkam korban. Ajib sempat berteriak meminta tolong sebelum akhirnya menghilang ke dalam air.

Rekan korban sempat nekat terjun ke sungai untuk memberikan pertolongan, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada keluarga dan Polsek Sungai Sembilan, yang selanjutnya diteruskan ke Basarnas Pekanbaru.

Menerima laporan tersebut, Basarnas langsung mengerahkan lima personel Unit Siaga SAR Dumai ke lokasi yang berjarak sekitar 18 kilometer. Pencarian dilakukan bersama Polsek Sungai Sembilan, Pemadam Kebakaran, petugas keamanan PT SDO, masyarakat, serta sejumlah unsur SAR lainnya.

Budi Cahyadi mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat hingga korban berhasil ditemukan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan perairan yang menjadi habitat satwa liar.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan yang berpotensi menjadi habitat buaya maupun satwa liar lainnya," tutupnya. (mcr)

Home / News
Basarnas Temukan Jasad Pemancing yang Diduga Diterkam Buaya di Dumai, Warga Diminta Waspada
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 19 Juli 2026 | 14:24:25
Basarnas Temukan Jasad Pemancing yang Diduga Diterkam Buaya di Dumai, Warga Diminta Waspada
Tim Basarnas Pekanbaru melaksanakan pencarian satu orang diduga diterkam buaya di Muara Sungai Mampu, Kota Dumai, Sabtu (18/7/2026). (Foto: MCR)

PEKANBARU - Duka menyelimuti keluarga IK alias Ajib (21), warga Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai. Pemuda yang dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya saat memancing akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (19/7/2026) pagi.

Korban ditemukan Tim SAR Gabungan sekitar pukul 09.13 WIB setelah pencarian memasuki hari kedua. Jasad Ajib mengapung sekitar 600 meter dari lokasi terakhir ia diduga diserang buaya di Muara Sungai Mampu, Kelurahan Lubuk Gaung.

Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan pencarian diawali dengan apel dan briefing sebelum tim menyisir permukaan sungai sesuai rencana operasi.

"Korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 600 meter dari lokasi kejadian," ujar Budi.

Jenazah kemudian dievakuasi menuju Puskesmas Sungai Sembilan untuk penanganan awal sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup. Seluruh personel SAR gabungan dikembalikan ke instansi masing-masing setelah menyelesaikan misi kemanusiaan tersebut.

Peristiwa tragis itu bermula pada Sabtu (18/7/2026) ketika Ajib memancing bersama seorang rekannya di kawasan Muara Sungai Mampu, dekat PT SDO, saat kondisi air sedang pasang.

Menurut informasi yang diterima Basarnas dari Polsek Sungai Sembilan, korban berniat menyeberangi sungai. Rekannya sempat melarang karena kondisi dinilai berbahaya, namun peringatan tersebut tidak dihiraukan.

Saat berada di tengah penyeberangan, seekor buaya diduga tiba-tiba muncul dari semak-semak di tepi sungai dan langsung menerkam korban. Ajib sempat berteriak meminta tolong sebelum akhirnya menghilang ke dalam air.

Rekan korban sempat nekat terjun ke sungai untuk memberikan pertolongan, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada keluarga dan Polsek Sungai Sembilan, yang selanjutnya diteruskan ke Basarnas Pekanbaru.

Menerima laporan tersebut, Basarnas langsung mengerahkan lima personel Unit Siaga SAR Dumai ke lokasi yang berjarak sekitar 18 kilometer. Pencarian dilakukan bersama Polsek Sungai Sembilan, Pemadam Kebakaran, petugas keamanan PT SDO, masyarakat, serta sejumlah unsur SAR lainnya.

Budi Cahyadi mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat hingga korban berhasil ditemukan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan perairan yang menjadi habitat satwa liar.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan yang berpotensi menjadi habitat buaya maupun satwa liar lainnya," tutupnya. (mcr)