logo
Intan Sari Terpilih Jadi Ketua RT 02 Tobekgodang, Partisipasi Warga Capai 90 Per Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Hari Ini Guyur Rohul dan Kuansing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Riau Desak Pemprov Tetapkan Standar Harga Kelapa, Harga di Inhil Anjlok ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPU Pekanbaru dan PWI Teken MoU, Perkuat Publikasi Kepemiluan hingga Tangkal Hoa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Ubah Jam Operasional Sementara Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ditjenpas Riau Akui Kelalaian Pengawal Jadi Pemicu Napi Kabur, Usul Hukuman Bera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengakuan Tangan Kanan Ibnu: Napi Kabur Diduga Rutin Keluar Lapas, Sipir Disebut Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terungkap! Napi Kabur dari Lapas Pekanbaru Diduga "Otak" Penyelundupan Sabu ke B Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / POLITIK
Sekwan Renaldi Tegaskan Keributan DPRD Riau Akan Diproses Hukum, Pengamanan Jadi Sorotan
Sekretaris DPRD Riau, Renaldi. (Foto: Ist)
Sekwan Renaldi Tegaskan Keributan DPRD Riau Akan Diproses Hukum, Pengamanan Jadi Sorotan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
16 Juli 2026 | 20:20:45

PEKANBARU - Sekretariat DPRD Provinsi Riau memastikan akan membawa insiden keributan yang terjadi di lingkungan Gedung DPRD Riau, Kamis (16/7/2026), ke ranah hukum. Selain melaporkannya kepada kepolisian, evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan gedung juga segera dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sekretaris DPRD Riau, Renaldi, mengatakan situasi di lingkungan DPRD kini telah kembali kondusif setelah keributan yang terjadi usai rapat Badan Anggaran (Banggar).

Meski demikian, pihaknya menyayangkan munculnya kericuhan tersebut karena tidak pernah diperkirakan sebelumnya.

"Kejadian ini sebenarnya sudah selesai setelah rapat. Kami tidak menyangka ada niat dari oknum untuk membuat kerusuhan," ujar Renaldi.

iklan-view

Menurutnya, perdebatan maupun adu argumentasi dalam forum rapat merupakan bagian dari dinamika politik yang lazim terjadi di lembaga legislatif. Namun, dinamika tersebut seharusnya tidak berkembang menjadi tindakan yang mengganggu ketertiban.

"Kalau dalam rapat terjadi perdebatan, saya rasa itu hal yang biasa. Dinamika politik antaranggota DPRD memang sering terjadi," katanya.

Renaldi mengaku pihak Sekretariat DPRD hingga kini belum mengetahui identitas pihak yang diduga memicu kericuhan tersebut.

"Kami tidak mengenali pelaku yang membuat rusuh ini," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Sekretariat DPRD Riau akan menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum melalui laporan resmi yang segera disampaikan.

"Kami akan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib," tegas Renaldi.

Selain proses hukum, Sekretariat DPRD juga akan mengevaluasi prosedur pengamanan di kompleks gedung dewan. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat sistem keamanan sekaligus mencegah insiden serupa kembali terjadi pada agenda-agenda DPRD berikutnya.

"Kami juga akan melakukan evaluasi ke depan, terutama terkait pengamanan dan keamanan Gedung DPRD Riau," pungkasnya.

Rapat LKPJ APBD Riau 2025

Seperti diberitakan sebelumnya, insiden itu bermula dari rapat Banggar DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang membahas LKPJ APBD Riau 2025. Rapat yang semula berlangsung normal berubah tegang ketika anggota Banggar, Indra Gunawan Eet, menyampaikan pandangan yang menyinggung dugaan pergeseran anggaran APBD Riau 2025 dan menyebut keterlibatan unsur pimpinan DPRD.

Pernyataan tersebut memicu reaksi Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ihwan, yang merasa pernyataan itu mengarah kepadanya. Adu argumentasi pun tak terhindarkan. Kedua kader Partai Golkar itu saling berdebat dengan nada tinggi, saling menunjuk, memukul meja, hingga sempat menantang satu sama lain.

Ketegangan yang semula terjadi di ruang rapat kemudian berlanjut di luar ruangan. Masing-masing pihak disebut membawa puluhan pendukung ke Gedung DPRD Riau.

Sekitar pukul 14.30 WIB, kedua kubu akhirnya bertemu dan bentrokan fisik tak lagi dapat dihindari. Aksi saling pukul terjadi selama sekitar 10 menit. Sejumlah benda, termasuk asbak rokok dan kursi, dilaporkan sempat beterbangan di lokasi.

Sejumlah anggota DPRD Riau lainnya berupaya meredakan situasi dengan meminta kedua kubu meninggalkan gedung dan menyelesaikan persoalan di luar area rapat. Namun, kericuhan baru benar-benar mereda setelah kedua kelompok membubarkan diri. (rin/ary)

Home / News
Sekwan Renaldi Tegaskan Keributan DPRD Riau Akan Diproses Hukum, Pengamanan Jadi Sorotan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 16 Juli 2026 | 20:20:45
Sekwan Renaldi Tegaskan Keributan DPRD Riau Akan Diproses Hukum, Pengamanan Jadi Sorotan
Sekretaris DPRD Riau, Renaldi. (Foto: Ist)

PEKANBARU - Sekretariat DPRD Provinsi Riau memastikan akan membawa insiden keributan yang terjadi di lingkungan Gedung DPRD Riau, Kamis (16/7/2026), ke ranah hukum. Selain melaporkannya kepada kepolisian, evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan gedung juga segera dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sekretaris DPRD Riau, Renaldi, mengatakan situasi di lingkungan DPRD kini telah kembali kondusif setelah keributan yang terjadi usai rapat Badan Anggaran (Banggar).

Meski demikian, pihaknya menyayangkan munculnya kericuhan tersebut karena tidak pernah diperkirakan sebelumnya.

"Kejadian ini sebenarnya sudah selesai setelah rapat. Kami tidak menyangka ada niat dari oknum untuk membuat kerusuhan," ujar Renaldi.

Menurutnya, perdebatan maupun adu argumentasi dalam forum rapat merupakan bagian dari dinamika politik yang lazim terjadi di lembaga legislatif. Namun, dinamika tersebut seharusnya tidak berkembang menjadi tindakan yang mengganggu ketertiban.

"Kalau dalam rapat terjadi perdebatan, saya rasa itu hal yang biasa. Dinamika politik antaranggota DPRD memang sering terjadi," katanya.

Renaldi mengaku pihak Sekretariat DPRD hingga kini belum mengetahui identitas pihak yang diduga memicu kericuhan tersebut.

"Kami tidak mengenali pelaku yang membuat rusuh ini," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Sekretariat DPRD Riau akan menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum melalui laporan resmi yang segera disampaikan.

"Kami akan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib," tegas Renaldi.

Selain proses hukum, Sekretariat DPRD juga akan mengevaluasi prosedur pengamanan di kompleks gedung dewan. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat sistem keamanan sekaligus mencegah insiden serupa kembali terjadi pada agenda-agenda DPRD berikutnya.

"Kami juga akan melakukan evaluasi ke depan, terutama terkait pengamanan dan keamanan Gedung DPRD Riau," pungkasnya.

Rapat LKPJ APBD Riau 2025

Seperti diberitakan sebelumnya, insiden itu bermula dari rapat Banggar DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang membahas LKPJ APBD Riau 2025. Rapat yang semula berlangsung normal berubah tegang ketika anggota Banggar, Indra Gunawan Eet, menyampaikan pandangan yang menyinggung dugaan pergeseran anggaran APBD Riau 2025 dan menyebut keterlibatan unsur pimpinan DPRD.

Pernyataan tersebut memicu reaksi Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ihwan, yang merasa pernyataan itu mengarah kepadanya. Adu argumentasi pun tak terhindarkan. Kedua kader Partai Golkar itu saling berdebat dengan nada tinggi, saling menunjuk, memukul meja, hingga sempat menantang satu sama lain.

Ketegangan yang semula terjadi di ruang rapat kemudian berlanjut di luar ruangan. Masing-masing pihak disebut membawa puluhan pendukung ke Gedung DPRD Riau.

Sekitar pukul 14.30 WIB, kedua kubu akhirnya bertemu dan bentrokan fisik tak lagi dapat dihindari. Aksi saling pukul terjadi selama sekitar 10 menit. Sejumlah benda, termasuk asbak rokok dan kursi, dilaporkan sempat beterbangan di lokasi.

Sejumlah anggota DPRD Riau lainnya berupaya meredakan situasi dengan meminta kedua kubu meninggalkan gedung dan menyelesaikan persoalan di luar area rapat. Namun, kericuhan baru benar-benar mereda setelah kedua kelompok membubarkan diri. (rin/ary)