
MEKSIKO CITY - Gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo (M) 7,4 mengguncang wilayah pesisir Pasifik selatan Meksiko, Jumat (17/7/2026), pukul 21:48:41 WIB. Guncangan yang berpusat di negara bagian Chiapas itu terasa hingga Guatemala dan El Salvador, memicu peringatan tsunami yang akhirnya dicabut setelah ancamannya dinyatakan rendah.
Berdasarkan data United States Geological Survey (USGS) yang diperoleh, gempa terjadi sekitar pukul 08.48 waktu setempat dengan pusat berada di kawasan pesisir Chiapas, dekat perbatasan Guatemala.
Sementara Pusat Seismologi Nasional Meksiko mencatat gempa utama diikuti sedikitnya satu gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,2. USGS juga melaporkan sejumlah gempa susulan lainnya, termasuk satu gempa berkekuatan magnitudo 6,0.
Sesaat setelah gempa terjadi, Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) mengeluarkan peringatan potensi tsunami dengan kemungkinan gelombang berbahaya dalam radius sekitar 300 kilometer dari episentrum. Namun, setelah dilakukan pemantauan, ancaman tersebut dinyatakan berakhir.

Di Guatemala, otoritas hanya mencatat gelombang tsunami kecil dengan ketinggian kurang dari satu meter di atas permukaan pasang normal laut sehingga dinilai tidak membahayakan.
Pemerintah Meksiko mengimbau masyarakat untuk sementara menjauhi kawasan pantai sebagai langkah antisipasi. Menteri Angkatan Laut Meksiko, Laksamana Raymundo Pedro Morales Ángeles, memastikan situasi masih terkendali dan kenaikan permukaan air laut diperkirakan hanya sekitar 0,5 meter di beberapa wilayah pesisir.
"Tidak ada masalah serius. Tidak ada kerusakan besar. Masyarakat diimbau untuk sementara menjauhi kawasan pantai, namun tidak ada alasan untuk khawatir," ujar Morales Ángeles usai konferensi pers harian Presiden Claudia Sheinbaum.
Hingga kini, pemerintah Meksiko belum menerima laporan korban jiwa akibat gempa tersebut. Meski demikian, layanan perlindungan sipil Chiapas melaporkan sedikitnya empat orang mengalami luka-luka.
Petugas juga menangani sejumlah insiden seperti kebocoran gas, tembok bangunan yang runtuh, panel plafon yang terlepas, retakan pada bangunan, serta beberapa kerusakan struktural ringan.
Koordinasi Nasional Perlindungan Sipil Meksiko menyebut wilayah Hidalgo di Chiapas yang berada dekat pusat gempa menjadi daerah yang mengalami guncangan paling kuat. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah melakukan evakuasi preventif di sejumlah lokasi dan menyiagakan aparat keamanan untuk membantu masyarakat.
Di negara bagian Oaxaca, Gubernur Salomón Jara Cruz mengatakan gempa dirasakan dengan intensitas sedang di ibu kota negara bagian, namun tidak ditemukan kerusakan signifikan.
Dampak gempa juga dirasakan di Guatemala. Presiden Bernardo Arévalo menyatakan belum ada laporan korban meninggal dunia, meski sedikitnya satu orang harus menjalani perawatan di rumah sakit dan beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan.
Pemerintah Guatemala langsung mengaktifkan rencana tanggap darurat dan menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar di sejumlah wilayah bagian barat sebagai langkah pencegahan.
El Salvador juga merasakan guncangan gempa. Namun, dinas pemadam kebakaran setempat memastikan hingga kini tidak ditemukan kerusakan maupun dampak signifikan.
Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, berdasarkan hasil analisis, gempa bumi tersebut memiliki kedalaman 30 kilometer (km). Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 14,62 derajat lintang utara; 92,78 derajat bujur barat, atau tepatnya berlokasi di laut 59 km Barat Daya Tapachula, Meksiko.
Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia," ucap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).
Meski peringatan tsunami telah dicabut dan situasi dinilai terkendali, otoritas di Meksiko, Guatemala, dan El Salvador tetap mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (**)






MEKSIKO CITY - Gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo (M) 7,4 mengguncang wilayah pesisir Pasifik selatan Meksiko, Jumat (17/7/2026), pukul 21:48:41 WIB. Guncangan yang berpusat di negara bagian Chiapas itu terasa hingga Guatemala dan El Salvador, memicu peringatan tsunami yang akhirnya dicabut setelah ancamannya dinyatakan rendah.
Berdasarkan data United States Geological Survey (USGS) yang diperoleh, gempa terjadi sekitar pukul 08.48 waktu setempat dengan pusat berada di kawasan pesisir Chiapas, dekat perbatasan Guatemala.
Sementara Pusat Seismologi Nasional Meksiko mencatat gempa utama diikuti sedikitnya satu gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,2. USGS juga melaporkan sejumlah gempa susulan lainnya, termasuk satu gempa berkekuatan magnitudo 6,0.
Sesaat setelah gempa terjadi, Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) mengeluarkan peringatan potensi tsunami dengan kemungkinan gelombang berbahaya dalam radius sekitar 300 kilometer dari episentrum. Namun, setelah dilakukan pemantauan, ancaman tersebut dinyatakan berakhir.
Di Guatemala, otoritas hanya mencatat gelombang tsunami kecil dengan ketinggian kurang dari satu meter di atas permukaan pasang normal laut sehingga dinilai tidak membahayakan.
Pemerintah Meksiko mengimbau masyarakat untuk sementara menjauhi kawasan pantai sebagai langkah antisipasi. Menteri Angkatan Laut Meksiko, Laksamana Raymundo Pedro Morales Ángeles, memastikan situasi masih terkendali dan kenaikan permukaan air laut diperkirakan hanya sekitar 0,5 meter di beberapa wilayah pesisir.
"Tidak ada masalah serius. Tidak ada kerusakan besar. Masyarakat diimbau untuk sementara menjauhi kawasan pantai, namun tidak ada alasan untuk khawatir," ujar Morales Ángeles usai konferensi pers harian Presiden Claudia Sheinbaum.
Hingga kini, pemerintah Meksiko belum menerima laporan korban jiwa akibat gempa tersebut. Meski demikian, layanan perlindungan sipil Chiapas melaporkan sedikitnya empat orang mengalami luka-luka.
Petugas juga menangani sejumlah insiden seperti kebocoran gas, tembok bangunan yang runtuh, panel plafon yang terlepas, retakan pada bangunan, serta beberapa kerusakan struktural ringan.
Koordinasi Nasional Perlindungan Sipil Meksiko menyebut wilayah Hidalgo di Chiapas yang berada dekat pusat gempa menjadi daerah yang mengalami guncangan paling kuat. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah melakukan evakuasi preventif di sejumlah lokasi dan menyiagakan aparat keamanan untuk membantu masyarakat.
Di negara bagian Oaxaca, Gubernur Salomón Jara Cruz mengatakan gempa dirasakan dengan intensitas sedang di ibu kota negara bagian, namun tidak ditemukan kerusakan signifikan.
Dampak gempa juga dirasakan di Guatemala. Presiden Bernardo Arévalo menyatakan belum ada laporan korban meninggal dunia, meski sedikitnya satu orang harus menjalani perawatan di rumah sakit dan beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan.
Pemerintah Guatemala langsung mengaktifkan rencana tanggap darurat dan menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar di sejumlah wilayah bagian barat sebagai langkah pencegahan.
El Salvador juga merasakan guncangan gempa. Namun, dinas pemadam kebakaran setempat memastikan hingga kini tidak ditemukan kerusakan maupun dampak signifikan.
Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, berdasarkan hasil analisis, gempa bumi tersebut memiliki kedalaman 30 kilometer (km). Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 14,62 derajat lintang utara; 92,78 derajat bujur barat, atau tepatnya berlokasi di laut 59 km Barat Daya Tapachula, Meksiko.
Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia," ucap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).
Meski peringatan tsunami telah dicabut dan situasi dinilai terkendali, otoritas di Meksiko, Guatemala, dan El Salvador tetap mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (**)