logo
DPD Riau Tunggu Putusan Pusat Terkait Perselisihan Iwan Fatah-Eet Indra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polsek Ukui Amankan Pelaku Pencurian Motor, Yamaha Jupiter Disembunyikan di Sema Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Serangan Tanker di Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Bongkar Jaringan Sabu di Pangkalan Lesung, 29 Paket Disita Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Catat 7 Hotspot di Riau Meski Hujan Masih Mengguyur Sejumlah Daerah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Gagal Lolos X-Ray di Bandara Pekanbaru, Kurir Asal Aceh Ditangkap Bawa 2 Kilogra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Usai Diperiksa 13 Jam, Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung dan Dititipkan d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Lahan Sudah Masuk Proyek Flyover, Warga Simpang Baru Belum Terima Ganti Rugi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Internasional
Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Tembus 5.069 Jiwa, Ribuan Warga Masih Bertahan di Pengungsian
Kehancuran dahsyat di kota pesisir La Guaira, Venezuela, wilayah yang paling parah terdampak gempa bumi kembar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 pada 24 Juni 2026 silam. (Foto: Anadolu)
Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Tembus 5.069 Jiwa, Ribuan Warga Masih Bertahan di Pengungsian
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
18 Juli 2026 | 15:31:16

CARACAS - Sebulan setelah diguncang gempa bumi kembar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5, Venezuela masih bergulat dengan krisis kemanusiaan yang belum berakhir. Jumlah korban tewas kini mencapai 5.069 orang, sementara puluhan ribu warga masih kehilangan tempat tinggal dan bergantung pada bantuan di kamp-kamp pengungsian.

Pemerintah Venezuela melalui Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez, Jumat (17/7/2026) waktu setempat mengungkapkan, selain ribuan korban meninggal, 16.740 orang mengalami luka-luka, sedangkan 6.462 korban berhasil diselamatkan dari reruntuhan. Sebagian besar korban luka telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan.

Bencana yang terjadi pada 24 Juni 2026 itu menghancurkan wilayah pesisir Negara Bagian La Guaira, di utara Caracas. Dua gempa kuat yang terjadi hanya dalam selang 39 detik merobohkan ratusan bangunan dan memaksa ribuan keluarga meninggalkan rumah mereka.

Hingga kini, 17.907 warga masih kehilangan tempat tinggal, sementara 21.210 orang bertahan di 107 lokasi penampungan sementara. Kondisi pengungsian dilaporkan memprihatinkan karena keterbatasan air bersih, sanitasi, dan kebutuhan dasar lainnya.

iklan-view

Kerusakan akibat gempa juga sangat besar. Pemerintah mencatat 856 bangunan mengalami kerusakan, dengan 190 bangunan runtuh total.

Upaya penyelamatan dan pemulihan melibatkan kekuatan besar, termasuk 30.989 personel pemerintah, 31.745 relawan, serta 2.278 personel penyelamat dari berbagai negara yang datang membawa bantuan kemanusiaan.

Untuk mempercepat rekonstruksi, Pemerintah Venezuela mencairkan dana darurat sebesar US$346 juta atau sekitar Rp6,2 triliun dari Dana Moneter Internasional (IMF). Presiden Interim Delcy Rodriguez mengatakan dana tersebut akan difokuskan pada pemulihan infrastruktur dan penanganan kebutuhan mendesak para penyintas.

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, turut mengonfirmasi pencairan dana tersebut. Menurutnya, IMF bekerja sama dengan berbagai mitra internasional agar Venezuela dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan dan mempercepat proses pemulihan.

Pencairan dana ini menjadi bagian dari membaiknya hubungan Venezuela dengan IMF dan Bank Dunia setelah bertahun-tahun mengalami kebuntuan. Kini, di tengah duka yang masih menyelimuti ribuan keluarga korban, bantuan internasional diharapkan mampu mempercepat langkah Venezuela untuk bangkit dari salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah negara tersebut. (cnn/ntr)

Home / News
Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Tembus 5.069 Jiwa, Ribuan Warga Masih Bertahan di Pengungsian
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 18 Juli 2026 | 15:31:16
Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Tembus 5.069 Jiwa, Ribuan Warga Masih Bertahan di Pengungsian
Kehancuran dahsyat di kota pesisir La Guaira, Venezuela, wilayah yang paling parah terdampak gempa bumi kembar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 pada 24 Juni 2026 silam. (Foto: Anadolu)

CARACAS - Sebulan setelah diguncang gempa bumi kembar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5, Venezuela masih bergulat dengan krisis kemanusiaan yang belum berakhir. Jumlah korban tewas kini mencapai 5.069 orang, sementara puluhan ribu warga masih kehilangan tempat tinggal dan bergantung pada bantuan di kamp-kamp pengungsian.

Pemerintah Venezuela melalui Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez, Jumat (17/7/2026) waktu setempat mengungkapkan, selain ribuan korban meninggal, 16.740 orang mengalami luka-luka, sedangkan 6.462 korban berhasil diselamatkan dari reruntuhan. Sebagian besar korban luka telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan.

Bencana yang terjadi pada 24 Juni 2026 itu menghancurkan wilayah pesisir Negara Bagian La Guaira, di utara Caracas. Dua gempa kuat yang terjadi hanya dalam selang 39 detik merobohkan ratusan bangunan dan memaksa ribuan keluarga meninggalkan rumah mereka.

Hingga kini, 17.907 warga masih kehilangan tempat tinggal, sementara 21.210 orang bertahan di 107 lokasi penampungan sementara. Kondisi pengungsian dilaporkan memprihatinkan karena keterbatasan air bersih, sanitasi, dan kebutuhan dasar lainnya.

Kerusakan akibat gempa juga sangat besar. Pemerintah mencatat 856 bangunan mengalami kerusakan, dengan 190 bangunan runtuh total.

Upaya penyelamatan dan pemulihan melibatkan kekuatan besar, termasuk 30.989 personel pemerintah, 31.745 relawan, serta 2.278 personel penyelamat dari berbagai negara yang datang membawa bantuan kemanusiaan.

Untuk mempercepat rekonstruksi, Pemerintah Venezuela mencairkan dana darurat sebesar US$346 juta atau sekitar Rp6,2 triliun dari Dana Moneter Internasional (IMF). Presiden Interim Delcy Rodriguez mengatakan dana tersebut akan difokuskan pada pemulihan infrastruktur dan penanganan kebutuhan mendesak para penyintas.

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, turut mengonfirmasi pencairan dana tersebut. Menurutnya, IMF bekerja sama dengan berbagai mitra internasional agar Venezuela dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan dan mempercepat proses pemulihan.

Pencairan dana ini menjadi bagian dari membaiknya hubungan Venezuela dengan IMF dan Bank Dunia setelah bertahun-tahun mengalami kebuntuan. Kini, di tengah duka yang masih menyelimuti ribuan keluarga korban, bantuan internasional diharapkan mampu mempercepat langkah Venezuela untuk bangkit dari salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah negara tersebut. (cnn/ntr)