
PEKANBARU - Acara puncak Bakarin Ride 2026 resmi berakhir dengan sukses dan meriah di Riau Creative Hub, Pekanbaru pada Sabtu, (11/7/2026). Mengusung tema besar "Lift Up Built Up", penutupan acara ini meninggalkan rekam jejak positif bagi komunitas otomotif serta memberikan dorongan nyata bagi pergerakan ekonomi kreatif lokal.
Di bawah arahan Dedi Alisman sebagai ketua pelaksana, gelaran tahun ini berhasil menyatukan pecinta roda dua dan pecinta skateboard dari tingkat lokal hingga nasional. Dibuka pada pukul 14.00 WIB, para pengunjung memadati area acara untuk menikmati rangkaian kegiatan penutup, mulai dari Fun Games, Exhibition Motorcycle, Talk Show, hingga Live Bakar-Bakar dan panggung musik. Aksi dari komunitas skateboard juga turut menyemarakkan malam puncak tersebut.
Kesuksesan penutupan event akbar ini tidak lepas dari akar sejarahnya yang kental dengan nilai kekeluargaan. Menurut narasumber acara, Defgi, Bakarin Ride bermula di tahun 2023 hanya sebagai acara perpisahan untuk salah seorang teman di komunitas The Lancank yang beralih profesi dan melanjutkan pendidikan.
"Awalnya dibentuk hanya untuk acara perpisahan... Konsepnya ya bakar-bakaran pada umumnya, melibatkan teman-teman motor di sekitaran Pekanbaru," tutur Defgi.

Berkat antusiasme skena otomotif yang tinggi, acara yang awalnya digagas sederhana ini terus berevolusi. Pada tahun 2024, di bawah komando Darma Panjaitan, event ini mulai membesar dengan mengundang musisi lokal Norman Berry serta peserta dari Padang.
Kesuksesan berlanjut di tahun 2025 bersama Bariq Maulana melalui tema "After Burned" yang semakin inklusif memadukan berbagai elemen komunitas, band, dan kesenian.
Rampungnya rangkaian Bakarin Ride 2026 menegaskan keberhasilan misi utama penyelenggara, yakni mengikis stigma negatif yang kerap disematkan masyarakat pada klub motor. Seluruh rangkaian kegiatan yang disuguhkan terbukti edukatif, tertib, dan terus mempertahankan agenda sosialnya dari tahun ke tahun.
Lebih dari sekadar ajang unjuk gigi motor custom, hadirnya Bazaar UMKM di sepanjang acara telah membuka peluang promosi yang luas bagi para pelaku usaha kecil. Hal ini membuktikan bahwa riuhnya suara mesin motor di Pekanbaru malam itu tidak hanya sekadar perayaan hobi, tetapi juga sebuah kolaborasi yang berhasil menggerakkan roda ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (fer)






PEKANBARU - Acara puncak Bakarin Ride 2026 resmi berakhir dengan sukses dan meriah di Riau Creative Hub, Pekanbaru pada Sabtu, (11/7/2026). Mengusung tema besar "Lift Up Built Up", penutupan acara ini meninggalkan rekam jejak positif bagi komunitas otomotif serta memberikan dorongan nyata bagi pergerakan ekonomi kreatif lokal.
Di bawah arahan Dedi Alisman sebagai ketua pelaksana, gelaran tahun ini berhasil menyatukan pecinta roda dua dan pecinta skateboard dari tingkat lokal hingga nasional. Dibuka pada pukul 14.00 WIB, para pengunjung memadati area acara untuk menikmati rangkaian kegiatan penutup, mulai dari Fun Games, Exhibition Motorcycle, Talk Show, hingga Live Bakar-Bakar dan panggung musik. Aksi dari komunitas skateboard juga turut menyemarakkan malam puncak tersebut.
Kesuksesan penutupan event akbar ini tidak lepas dari akar sejarahnya yang kental dengan nilai kekeluargaan. Menurut narasumber acara, Defgi, Bakarin Ride bermula di tahun 2023 hanya sebagai acara perpisahan untuk salah seorang teman di komunitas The Lancank yang beralih profesi dan melanjutkan pendidikan.
"Awalnya dibentuk hanya untuk acara perpisahan... Konsepnya ya bakar-bakaran pada umumnya, melibatkan teman-teman motor di sekitaran Pekanbaru," tutur Defgi.
Berkat antusiasme skena otomotif yang tinggi, acara yang awalnya digagas sederhana ini terus berevolusi. Pada tahun 2024, di bawah komando Darma Panjaitan, event ini mulai membesar dengan mengundang musisi lokal Norman Berry serta peserta dari Padang.
Kesuksesan berlanjut di tahun 2025 bersama Bariq Maulana melalui tema "After Burned" yang semakin inklusif memadukan berbagai elemen komunitas, band, dan kesenian.
Rampungnya rangkaian Bakarin Ride 2026 menegaskan keberhasilan misi utama penyelenggara, yakni mengikis stigma negatif yang kerap disematkan masyarakat pada klub motor. Seluruh rangkaian kegiatan yang disuguhkan terbukti edukatif, tertib, dan terus mempertahankan agenda sosialnya dari tahun ke tahun.
Lebih dari sekadar ajang unjuk gigi motor custom, hadirnya Bazaar UMKM di sepanjang acara telah membuka peluang promosi yang luas bagi para pelaku usaha kecil. Hal ini membuktikan bahwa riuhnya suara mesin motor di Pekanbaru malam itu tidak hanya sekadar perayaan hobi, tetapi juga sebuah kolaborasi yang berhasil menggerakkan roda ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (fer)